AES 940 Musim Dingin
joefelus
Wednesday December 20 2023, 9:49 AM
AES 940 Musim Dingin

2 hari lagi akan mulai musim dingin. Tahun ini akan dimulai pada tanggal 21 Desember, hari Kamis. Pada saat itu kemiringan bumi sebelah utara di titik paling jauh dari matahari, oleh sebab itu malam hari jauh lbh panjang dari siang hari. Bumi sebelah Selatan kebalikannya, di sana siang justru lebih panjang. 

Sudah cukup lama saya berangkat kerja dan masih gelap, akhir-akhir ini malah semakain gelap. Saya biasa berangkat ke kantor sekitar pukul 6:50. Ketika keluar rumah masih seperti malam hari. Hanya saja tahun ini kecenderungannya tidak sedingin tahun-tahun sebelumnya. Hari ini bahkan di siang hari mencapai 18 derajat. Waktu keluar rumah memang di bawah titik nol derajat dan begitu matahari muncul menjadi semakin hangat. Cuaca semakin lama semakin berubah, entah karena global warming atau apa, saya tidak tahu. Ada kemungkinan begitu. 

Bumi memang semakin panas. Saya ingat tahun 80-an di Bandung ketika malam hari saya memakai baju tebal, demikian juga di pagi hari. Nah hampir 20 tahun yang lalu saya sudah pasang AC di setiap kamar. Tidur tanpa AC sudah tidak nyaman lagi, padahal rumah saya atapnya tinggi, dulu ketika mendesain kami sengaja memperhitungkan itu tujuannya biar rumah jadi adem. Kenyataannya tetap tidak berhasil karena panas.

Nah di Fort Collins ini sejak tinggal di sini biasa saya di musim gugur sudah memakai baju rangkap dan jaket. Sekarang saya masih melihat orang mengenakan celana pendek. Saya memang tetap pakai jaket dan topi yang menutupi telinga di pagi hari, tapi tidak perlu memakai baju rangkap. Entah nanti musim dingin kali ini bagaimana. Tahun ini salju baru saya lihat 2 kali di kota ini. Tahun-tahun sebelumnya bulan Oktober sudah muncul beberapa kali bahkan tahun 2020 salju sudah turun di akhir September, saat itu belum memaski musim gugur, masih musim panas. Iklim memang semakin kacau.

Lalu apa yang menarik di musim dingin? Ya dingin! Hahaha. Winter memang begitu, kekhasannya adalah suhu yang dingin dan gelap. Oleh sebab itu tidak mengherankan banyak orang menghias halaman mereka dengan lampu-lampu yang kemudian menjadi tradisi Natal. Masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah, binatang-binatang kebanyakan menghilang, bahkan squirrel alias tupai ber-hibernasi. Sekarang mereka hampir semuanya gendut-gendut karena makan banyak lalu menghilang dan berpuasa selama musim dingin. Menjelang musim Semi mereka akan keluar dan tampak sangat kurus-kurus. Burung-burung menghilang entah kemana, kemungkinan mereka pergi ke tempat yang lebih hangat. Oleh sebab itu dipagi hari sangat sunyi. Yang biasanya penuh kicauan burung sekarang sangat hening, bahkan ketika turun saljupun hening. Musim dingin memang sangat hening. 

Saya memang senang jika turun salju. Maklum hampir sepanjang hidup dihabiskan di daerah tropis. Jadi saya bahagia seperti anak-anak kecil jika turun salju. Menyenangkan melihat butiran-butiran salju yang turun. Ketika belum tersentuh manusia atau binatang, sangat indah. Lalu sesudahnya menjadi lumpur, basah dan dingin. Berjalan kaki harus hati-hati dan berpakaian tebal beberapa rangkap. Repot sekali jika akan keluar rumah dan kembali masuk rumah, apalagi jika kemudian ingin ke kamar mandi hahaha.. 

Pertama kali saya menikmati salju memang puluhan tahun yang lalu di Grand Canyon, Arizona ketika saya berlibur. Tapi merasakan betul-betul musim dingin di tempat sahabat saya di luar kota Boston, itu lama sebelum Kano lahir. Dan yang paling lama menikmati musim dingin ya di Fort Collins ini. Ini musim dingin saya yang ke-8, dan kemungkinan besar yang terakhir. Seru memang dan satu tahun di daerah 4 musim terasa begitu cepat karena musim berganti setiap beberapa bulan. Sangat jauh berbeda dengan daerah tropis. Lama saya di rantau kali ini tidak berbeda jauh dengan yang pertama kali. Hanya beda 2 tahun, tapi dulu itu serasa lama sekali, dan sekarang serasa sangat sebentar hahaha.. Atau mungkin juga karena saya semakin tua, katanya persepsi kita tentang waktu berubah dengan bertambahnya umur. Entah lah. 

Foto credit: almanac.com

You May Also Like