AES 61 Aztec
joefelus
Friday July 23 2021, 2:29 AM
AES 61 Aztec

Yang paling mudah jika tidak punya ide menulis adalah ngobrol soal makanan! Beberapa hari ini teman-teman banyak yang ngobrol soal sate kambing karena baru saja lewat hari raya Idul Adha. Dulu saya sering sakit kepala karena ketika Idul Adha hampir semua tetangga bakar sate, jadi bayangkan saya harus mencium bau itu seharian, bahkan beberapa hari berikutnya masih juga ada yang membakar sate. Anehnya sekarang justru saya kangen sate kambing. Masalahnya di sini tidak ada kambing, adanya domba, lamb, yang bau khasnya berbeda sekali, apalagi jenis arang di sini juga beda, jadi tidak akan bisa menciptakan bau dan rasa yang sama. ya sudah saya harus menunggu ketika mudik nanti, kalau perlu saya nyupir ke daerah tegal-pekalongan yang berjejer warung yang berjualan sate kambing muda! hehehe..

 

Nah karena tidak ada sate yang saya idam-idamkan, kemarin saya pergi ke restoran Mexico yang menyajikan sajian Mayan-Aztec yang otentik. Masalahnya saya tidak tahu dan belum pernah merasakan makanan yang Otentik ala Aztec atau suku Maya, jadi mau tidak mau ya harus percaya pada restoran yang saya kunjungi ini. Yang langsung menarik perhatian saya adalah sebuah sajian yang diberi nama Molcajete Mixto. Molcajete adalah alat untuk menghaluskan bumbu yang terbuat dari batu. Kalau di Indonesia namanya cobek atau cowet. Bedanya alat ala Mexico yang berwarna hitam ini mempunyai 3 kaki di bawahnya. Makanan yang disajikan dalam molcajete ini adalah kombinasi yang terdiri dari udang, ayam, sapi dan chorizo (sejenis sosis pedas) yang dimasak dengan saos tomatillo yang juga agak pedas, jamur dan tomat. Tomatillo ini mirip sekali dengan tomat hijau walau kalau tidak salah termasuk dalam keluarga berries yang mempunyai rasa asam. Udang, ayam dan sapi di grilled, kemudian diberi saos dan yang membuat saya tertarik di samping variasi dagingnya juga di atasnya diberi topping kaktus, Jalapeno yang di roasted, daun bawang yang juga dibakar. Begitu disajikan di deoan saya, yang langsung tercium adalah bau charred, hangus-hangus gitu dan aroma asam dari tomatillo.

 

 

Yang pertama saya coba adalah chorizo, nah ini tadinya saya kira berbentuk sosis, ternyata ini sejenis homemade chorizo, berupa daging cincang berempah yang berbentuk pipih persegi panjang, bagian luarnya krispi dan rempahnya seperti smoked paprika, chili powder, cumin yang mudah terasa di lidah. Ketika dicicipi dengan saos yang asam serta tangy,  menurut saya tidak terlalu pedas, sangat indah sekali apalagi saosnya ternyata dicampur dengan keju yang meleleh yang mulur-mulur dan Mexican Cheese yang light berbentuk persegi empat memberikan rasa creamy. Keju segi empat ini agak mirip dengan feta cheese gaya Yunani, tapi tidak terlalu asin. Sapi yang disajikan adalah jenis skirt steak, potongan daging pipih dari bagian perut sapi. Ini jenis potongan daging sapi yang sangat populer di kalangan kuliner mexico, biasa dimasak untuk membuat Fajita, Arrachera dan lain-lain. Agar tidak alot dan kaya rasa ketika dinikmagti, biasanya potongan daging ini perlu perendam dan dimarinasi beberapa watu. memasaknya juga harus lama, pan seared and braised lalu dipotong melawan urat (against the grain).

 

Menu ini disajikan dengan mexican rice yang berwarna kemerah-merahan, refried beans (sejenis kacang merah bernama pinto beans yang dihaluskan) dan tortilla. Jadi biasanya orang menikmati dengan dengan menaruh daging, sayuran, nasi dan beans di atas tortilla lalu digulung lalu dinikmati. Saya tidak begitu, saya makan semuanya lalu tortilla saya gulung dan saya gigit begitu saja, toh semuanya akan tercampur di dalam mulut. Itu cara yang saya tiru dari teman-teman orang Mexico di tempat kerja

 

Pernah mencoba kaktus? Nah sepertinya kaktus yang lebar-lebar itu, dibuang duri- durinya lalu dibakar di atas api. rasanya? ya begitu saja, ada bau-bau "rumput" dengan tekstur yang kalu dipikir-pikir ya mirip dengan kecipir (mungkin) tapi tidak se crunchy kecipir.

 

Apakah saya akan mencoba lagi? mungkin, tapi karena terlalu banyak rasa yang tercampur di sana, saya jadi bingung. Mungkin saya akan lebih dapat menikmati Fajita dengan cukup 1 jenis daging, dengan bawang bombay, dan bell peppers. Yang ini, terlalu banyak! walau saya suka udangnya yang manis dan sangat cocok dengan keasaman saos tomatillo. Ayamnya menurut saya biasa saja karena hanya berupa fillet tipis dari  ayam bagian dada yang menurut saya agak hambar karena daging bagian ini memang cenderung menjadi kering dan tidak menyerap bumbu jika tidak cukup lama direndam dengan bumbu. Jadi pada intinya, masakan ini sangat citrusy alias asam lalu digabung dengan gurihnya keju, manisnya udang, wanginya daging dibakar dengan bumbu. Tapi ketika dinikmati dengan nasi mexico dan refried beans, memang memuaskan. Sayangnya saya tidak terlalu menggemari makanan yang terlalu asam. saya lebih mencintai makanan yang lebih seimbang antara asam, manis, gurih, pedas dan asin.

 

You May Also Like