AES#018 Elemen Pembentuk Kehidupan (bagian 1)
Andy Sutioso
Tuesday June 1 2021, 5:52 PM
AES#018 Elemen Pembentuk Kehidupan (bagian 1)

Kali ini saya coba menulis tentang elemen pembentuk kehidupan. Salah satu hal penting yang saya temukan dan coba pahami lebih jauh. Sebelumnya saya mulai dengan apa yang dulu kita pelajari di bangku sekolah. Di bangku SMA, kita dulu belajar tentang Tabel Periodik – yang menjelaskan tentang jenis-jenis material dasar yang dikenal manusia – secara kimiawi. Kita juga belajar bahwa secara kimiawi air adalah H2O, terdiri dari 2 molekul Hidrogen dan satu Oksigen. Di pelajaran Fisika kita belajar bahwa air bisa berubah wujud, dari cairan, ke gas dan ke padat. Di pelajaran Geografi, kita belajar bahwa ada siklus air, di mana air hujan di atas gunung, keluar di mata air dan mengalir ke sungai, terus ke laut di laut air menguap, menjadi awan dan jatuh sebagai hujan di daratan, begitu seterusnya.

Di luar hal-hal itu semua, seingat saya kita tidak pernah diajak mengenal bahwa air adalah elemen pembentuk kehidupan, sumber kehidupan. Segala kehidupan di muka bumi ini bisa terjadi karena air, dan karenanya eksplorasi manusia ke luar angkasa – seperti ke planet Mars dan lain sebagainya berfokus pada pencarian jejak-jejak air dalam berbagai bentuk. Di mana ada air, di situlah kehidupan bisa terjadi dan berlangsung – setidaknya seperti apa yang kita kenal di muka bumi ini.

Peradaban kuno seperti di Mesir, India, Yunani, dan lainnya, masyarakat jaman itu belum mengenal oksigen atau hidrogen, tapi mereka mengenal ada 5 elemen dasar pembentuk kehidupan yaitu : Air, Udara, Tanah, Api dan Akasha (Ether). Kembali ke bangku sekolah, seingat saya kita tidak pernah belajar tentang ini. Padahal, hidup kita, eksistensi kita di kehidupan ini bergantung pada ke lima elemen ini. Saya pikir ini salah satu hal esensial yang gagal tersampaikan di bangku persekolahan kita.

Kemarin malam, saya sempat berbincang dengan ibu saya tentang webinar Quantum Biology yang beliau ikuti. Beliau tanya, “Andy, apa sih yang dimaksud Kuantum itu?”. Hmm pertanyaan yang sulit dijawab- secara singkat… Saya ga akan uraikan di sini, tapi sejauh saya pahami, pemahaman peradaban manusia kuno sangat erat kaitannya dengan relasi manusia dengan 5 elemen kehidupan di atas ini - dan kerennya saya lihat juga sangat erat hubungannya dengan Quantum Biology, Quantum Physics dan sebagainya. Hal-hal ini memang tidak terjelaskan oleh Classical Science di jaman Newton dulu. Karenanya hal-hal seperti pengobatan Prana, Meditasi, Ayurveda, Akupunktur dan lain sebagainya tidak diakui secara saintifik karena ilmu pengetahuan saat itu belum mampu menjelaskannya. Fenomena di alam quantum ini ada sejak alam semesta ada – hanya manusia belum mampu menjelaskan dan mengelaborasinya seperti sekarang.

Tulisan ini terkait dengan esai saya ke 15 yang berjudul Dari Fisika Newtonian ke Fisika Kuantum dan akan bersambung ke tulisan berikutnya – sebagai satu kepingan yang terkoneksi dengan kepingan lainnya, esai-esai pendek yang sedang saya tuliskan di sini. Sampai jumpa di tulisan berikutnya.