AES 22 : Strategi Kemenangan Zohran Mamdani: Bukti bahwa Multilingualisme Bisa Menyatukan Demokrasi yang Beragam
kenza
Thursday January 15 2026, 7:46 PM

Strategi Kemenangan Zohran Mamdani: Bukti bahwa Multilingualisme Bisa Menyatukan Demokrasi yang Beragam

  Amerika Serikat adalah sebuah negara yang berpikir sangat kritis terhadap politik. Pendapat yang muncul dari masyarakat, sering memiliki banyak dampak tidak hanya secara nasional tetapi juga secara internasional. Dalam esai ini, saya akan membahas siapa Zohran Mamdani? Apa yang membuat dia spesial? dan kenapa pemilihan wali kota ini sangat sensitif? Sebelum itu mari kita bahas kenapa isu politik ini sangat sensitif dan sangat heboh. Dengan kepercayaan yang dianut dan statusnya sebagai imigran, latar belakang Mamdani secara esensial menyentuh inti dari perdebatan identitas dan keamanan di Amerika pasca-9/11. Hal ini menjadi topik yang sangat sensitif. Selain itu, ada juga isu deportasi yang sedang marak di amerika serikat, mengingat bahwa populasi Muslim di AS diestimasi mencapai 3,45 juta jiwa pada tahun 2017, namun representasi politik mereka di tingkat nasional masih sangat minim. Sesuai arahan Presiden Trump yang menerapkan penegakan imigrasi yang lumayan agresif, yang secara signifikan meningkatkan jumlah penangkapan dan penghapusan imigran.

Latar Belakang Politik dan Sensitivitas Isu Imigrasi di Amerika Serikat

Salah satu figur yang ikut membentuk percakapan publik saat ini adalah Zohran Kwame Mamdani atau biasa dikenal sebagai Zohran Mamdani, kenapa? Karena Ia dilahirkan di Kampala, Uganda, dan di usianya yang tujuh tahun, Ia dan keluarganya pindah ke “ The Big Apple”, julukan bagi kota New York di Amerika Serikat. Mamdani juga berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang agama Islam, yang turut memberi pandangan baru kepada masyarakat New York City. Sebelum terjun ke dunia politik, di masa SMA Mamdani adalah seorang musisi dan seniman. Salah satu musik yang di produksi oleh Mamdani telah menjadi Queen of Katwe soundtrack berjudul #1 Spice . Tak hanya itu, ayahnya Mahmood Mamdani adalah seorang profesor keturunan India-Uganda di bidang postcolonial studies di Columbia University, sementara ibunya seorang pembuat film (filmmaker) keturunan India-Amerika yang dikenal melalui karyanya yaitu Mississippi Masala dan Queen of Katwe. Zohran Mamdani terjun ke dunia politik karena termotivasi oleh pengalaman pribadinya dengan kesenjangan ekonomi dan sosial. Selain itu, pengalaman dia bekerja sebagai foreclosure prevention counselor yang berfokus kepada membantu masyarakat mencegah penyitaan rumah serta kerjasama dia di komunitas pendidikan dan pengasuhan yang memperkuat rasa pedulinya terhadap isu-isu keadilan sosial. Ia juga sangat terinspirasi oleh  kampanye Bernie Sanders pada pemilihan presiden tahun 2016, yang pada akhirnya mendorong dia untuk bergabung ke Democratic Socialists

Zohran Mamdani sebagai Simbol Representasi Muslim dan Imigran

 

Yang menjadikan Zohran Mamdani sangat istimewa dan menjadi perhatian bagi media bukan hanya karena namanya, tetapi juga karena perjalanannya yang sangat bermakna. Patut untuk diingat, Amerika Serikat belum pernah mempunyai walikota yang beragama muslim, dan Zohran Mamdani menjadi Anggota Majelis Negara Bagian New York untuk distrik Queens pertama yang beragama muslim. Hal ini menjadikan Zohran Mamdani sebagai orang yang di ‘target’ oleh warga Amerika Serikat yang anti Muslim dan Anti Imigran. Kemenangan ini juga menunjukkan sebuah perubahan politik di Queens, yang di mana Mamdani berhasil mengalahkan pejabat Demokrat yang sudah lama menjabat. Tetapi, tidak hanya sekedar posisinya yang ia raih namun keberaniannya dalam mengangkat isu-isu yang sangat penting di hidup orang-orang seperti harga sewa tinggi, transportasi mahal, hak perumahan, dan akses layanan publik yang terbatas.

Strategi Kemenangan dan Kampanye Grassroots di Queens

  Kemenangan Zohran Mamdani merupakan menunjukkan adanya pergeseran politik, tidak hanya karena latar belakangnya, tetapi juga karena strateginya yang berhasil berfokus kepada isu-isu keadilan ekonomi dan sosial. Salah satu kunci kemenangannya adalah strategi kampanye “Grassroots” yang sangat terstruktur. Strategi ini secara intensif mengumpulkan pemilih yang sering dilupakan, khususnya pemilih muda dan komunitas minoritas, yang terdiri dari imigran, penyewa, dan juga pekerja di Distrik 36 New York. Adanya dukungan dari kelompok-kelompok liberal, seperti Democratic Socialists of America (DSA), memberikan kekuatan finansial, relawan, dan groundgame yang sangat dibutuhkan untuk mengalahkan pejabat Demokrat yang sudah lama menjabat (incumbent). Pendekatan politik yang personal dan berani adalah pendekatan yang dipakai Mamdani. Pendekatan tersebut merupakan pembeda yang signifikan dari gaya politik sebelum-sebelumnya (tradisional). Menurut saya, pendekatan ini menghasilkan sebuah koneksi nyata dengan masyarakat. Visi misi Mamdani adalah sebuah blueprint untuk tata kelola yang sosialis-demokratis, berfokus kepada hak-hak warga negara. Yaitu membuat kota New York menjadi lebih terjangkau, menerapkan implementasi pengendalian sewa universal (Universal Rent Control), medical Care for All, memastikan semua warga kota New York memiliki akses ke layanan kesehatan tanpa terbebani biaya finansial, inklusivitas dan toleransi dengan mengganti prasangka dengan penghormatan dan melihat identitas termasuk imigran dan Muslim sebagai kekuatan positif. Selain itu, mendukung pendanaan sekolah publik yang layak dan menggunakan implementasi pajak progresif (tax the rich) untuk memastikan kekayaan didistribusikan kembali secara adil. Melalui agenda ini, perbedaan dengan kompetitornya menjadi sangat kontras. Kompetitornya  mementingkan lebih mengutamakan kepentingan pengembangan dasar dan berpegang kepada politik status quo. Sebaliknya, Mamdani memposisikan dirinya sebagai aktor perubahan yang menuntut reformasi struktural radikal demi kepentingan mayoritas kelas pekerja. 

Polarisasi Politik dan Respons Publik Terhadap Mamdani 

         Mamdani mewakili perkembangan, keberagaman multikultural, dan nilai-nilai sosialis demokrat, yang bertentangan dengan kebijakan “America First” dan pendapat anti-imigran Trump. Oleh karena itu, keberhasilan Mamdani menjadi simbol penolakan New York City terhadap polarisasi nasional. Pendapat warga telah terbelah menjadi dua. Untuk para pendukung, mereka melihatnya sebagai harapan baru dan representasi faktual bagi kaum yang terpinggirkan. Sedangkan, untuk para penentang, mereka berpendapat bahwa hal yang dilakukan oleh Zohran Mamdani justru terlalu ekstrim atau sosialis dan tidak cocok bagi warga New York. Oleh karena itu, kemampuan Mamdani sebagai Anggota Majelis menjadi perdebatan publik tentang masa depan arah politiknya kota New York. 

Dampak Nasional dan Internasional terhadap Kemenangan Mamdani 

         Selain itu, kemenangan Mamdani menegaskan bahwa peran kota-kota besar sebagai laboratorium demokrasi progresif, tempat gagasan-gagasan politik alternatif dapat diuji dan diterima oleh pemilih yang beragam. Keberhasilannya juga menunjukkan bahwa pendekatan kampanye berbasis komunitas dan komunikasi lintas budaya mampu menembus batas ras, agama, dan bahasa, sekaligus memperkuat partisipasi politik warga yang sebelumnya apatis atau terpinggirkan. Di tingkat global, kasus Mamdani juga sering dijadikan rujukan dalam diskusi akademik dan media internasional mengenai masa depan pluralisme politik di negara-negara demokrasi Barat, khususnya tentang bagaimana representasi minoritas dapat memperkuat legitimasi institusi politik dan kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi itu sendiri.

Konteks isu deportasi yang disebutkan di awal esai semakin menunjukkan betapa pentingnya Zohran Mamdani. Memiliki suara seorang imigran dan Muslim di kursi legislatif, ia menjadikan foreclosure prevention dan hak hak penyewa sebagai fokus utamanya. Mamdani juga memastikan bahwa pengalaman hidup kelompok kelompok yang selama ini terpinggirkan dapat masuk secara langsung ke dalam proses perumusan kebijakan, bukan sekadar dijadikan wacana kampanye. Pendekatan ini mencerminkan upayanya untuk menjembatani jarak antara pemerintah dan warga yang sering merasa tidak terwakili oleh sistem politik yang ada.

Kesimpulannya, Zohran Mamdani bukan hanya sekadar Anggota Majelis baru di Queens, ia merupakan fenomena politik penting yang merefleksikan dinamika dan perubahan dalam era kontemporer Amerika Serikat. Mamdani menjadi contoh nyata bahwa identitas yang kompleks seperti menjadi imigran, Muslim, dan progresif tidak selalu menjadi hambatan dalam politik, tetapi justru dapat diolah menjadi kekuatan yang relevan dan efektif. Keberadaannya di parlemen negara bagian menunjukkan bahwa pengalaman hidup personal dapat menjadi dasar yang sah untuk memperjuangkan kebijakan publik yang lebih adil dan inklusif.

Perjalanan politik Mamdani menandai meningkatnya kesadaran pemilih terhadap pentingnya representasi yang autentik dan berakar pada realitas sosial. Ia tidak hanya berbicara atas nama kelompok tertentu, tetapi juga membawa perspektif yang lahir dari keterlibatan langsung dengan komunitasnya. Dengan demikian, Mamdani akan dikenang sebagai bukti bahwa the voices of the forgotten bukan hanya dapat terdengar, tetapi juga mampu memimpin dan mendorong perubahan yang nyata serta berkelanjutan dalam sistem politik Amerika Serikat, khususnya dalam memperjuangkan keadilan sosial, partisipasi publik, dan kebijakan yang lebih inklusif.



Daftar Pustaka (APA 7th Edition)

BBC News. (2025, November 5). Zohran Mamdani seals remarkable victory – but real challenges await.

Britannica. (2025, December 1). Zohran Mamdani. In Encyclopaedia Britannica.

New Lines Magazine. (2025, November 5). How Zohran Mamdani made history.

New York State Assembly. (n.d.). Zohran K. Mamdani: Assembly District 36.

The Conversation. (2025). Everything everywhere all at once: How Zohran Mamdani campaigned both online and with a ground game.






Andy Sutioso
@kak-andy   3 months ago
Wow keren Kenza. Ini tugas kampus? Keren euy analisisnya. Ka Andy sempat tertarik sama sosok Mamdani ini tapi belum sempat mengikuti cukup jauh. Tulisan ini jadi sangat membantu. Jadi singkatnya ini terobosan besar ya di perpolitikan Amerika? ☝🏼😎
You May Also Like