Jelas dan tegas! Tulisan-tulisan yang berjarak tiga puluh sentimeteran dari depan mata, sekarang. Setelah memasang kacamata plus. Selama ini saya kira keburaman yang melanda penglihatan disebabkan lelah mata saja, yaaa.. ada juga penolakan kemungkinan hipermetropi sih.
Sampai dengan tadi pagi, gunting kuku kaki rasanya sulit sekali. Batas kuku yang biasa garisnya jelas dan tegas, terlihat seperti garis pantai yang tersapu ombak. Buram dan bias. Akhirnya, siang hari langsung ke optik yang ada alat periksa mata. Idealnya memang perlu ke dokter untuk memeriksa symptom, hanya malas antri bpjs.
Hasil pemeriksaan dengan alat elektronik yang canggih itu, matanya normal. Ada sedikit silinder di mata kanan, hanya masih dalam rentang toleransi katanya. Akhirnya beralih ke alat periksa manual dan saya rikues lensa plus. Pemeriksanya bilang, “Biasanya ini untuk yang berumur empat puluh ke atas.” Saya jawab, “Oh ya coba saja dulu.” Istri menyambar, “Udah mau empat puluh koq.” Yang menyibak adanya kemungkinan indikasi presbiopi.
Baiklah saya terima kenyataan. Menggunakan lensa pengecekan, saya membaca tulisan kecil dengan nyaman. Fokus kembali ke kisaran tiga puluh sentimeteran dari yang sebelumnya empat puluh sentimeter lebih. Lensa yang cocok dengan saya adalah +0.75 dan +1. Hmmm… masih tersisa rasa tidak terima, saya coba yang +0.25 gak ngaruh. Sedangkan yang +0.5 terlalu mepet.
Akhirnya, +0.75 jadi pilihan. Menunggu satu jam, eh optiknya salah pasang -0.75. Tunggu lagi sejam deh. Begitu jadi kacamatanya, langsung saya pakai mengetik AES ini. Jelas dan tegas! Tulisan-tulisan yang berjarak tiga puluh sentimeteran dari depan mata, sekarang. Setelah memasang kacamata plus. Hmmm…