098 Pengetahuan
leoamurist
Thursday September 2 2021, 5:56 AM
098 Pengetahuan

Perubahan membutuhkan pengetahuan. Pengetahuan yang lain dari yang telah diketahui, kemudian dari pengetahuan baru itu hadir pengetahuan akan pengetahuan lamanya. Demikianlah perubahan telah terjadi.

Memang sangat halus dan kecil perubahan itu, sekadar mengetahui pengetahuannya atau/dan menyadari kesadarannya saja sudah terjadi perubahan. Perubahan kan berubah ya, bukan mengubah. Kalau mengubah, namanya pengubahan.

Sepertinya ini filosofis banget ya pernyataannya, padahal yang mengangkat ulang pernyataan ini berdasarkan hasil penelitian lapangan tuh profesor biologi. Penelitiannya seputar perilaku, hormon, dan cara kerja otak. Jadi keinget bukunya baru baca sampai daftar isi aja, belum lanjut. Behave by Dr. Robert Sapolsky.

Pengetahuan itu sendiri, dari salah satu kacamata yang saya pakai terlihat berdiri pada sepasang kaki. Kaki yang satu, bebas kiri atau kanan, adalah easy way out often leads back in. Kaki yang satu lagi adalah there is no blame.

Langkah dari pengetahuan itu tampak sebagai proses evolusi melalui kemenyadaran relasi antara ekspektasi dan realita. Yang secara umum selalu melibatkan pain. Mungkin, kutipan no pain no gain juga berlaku dalam proses menuju pengetahuan. Begitu mencapai pengetahuan, kutipannya jadi pain is inevitable though suffering is an option.

Kesadaran yang perlu diaktifkan jadi tindakan yang ditopang sepasang kaki itu ada dua juga. Pertama kita perlu rutin adjust buffer size dalam arti mempersiapkan segala kemungkinan yang terpikirkan. Sehingga kalau salah satu kemungkinan itu terjadi, walaupun acak, kita selalu siap.

Tidak perlu semua kemungkinan dipikirkan, seterpikirkannya saja. Pengetahuan setiap individu kan berbeda sesuai dengan apa yang telah dilaluinya. Persiapan itu pun penting untuk semua kemungkinan secara adil, karena seringkali kita siap untuk gagal dan malah gak siap untuk berhasil.

Tapak perjalanan perubahan oleh pengetahuan ini kelihatannya ada dua pasang. Stop temporal mindset, start infinite game. Temporal mindset tuh kayak fase remaja aja, pengennya immediate reward menolak delayed gratification, biar cepat rebahan lalu merasa hampa kemudian. Fase remaja ga terbatas usia lho. Fase 'remaja' dalam kehidupan kan,

Stop waiting until the very last minute, start now. Kalau pasangan tapak ini ga perlu penggambaran mungkin ya. Membacanya saja sudah menggetarkan sesak di dada dan menusuk pening di kepala. Tersadarkan, banyaknya hal yang kita tunda abaikan dari masa lalu masih mengganjal di depan mata setiap memandang masa depan. Problem delayed, problem multiplied.