AES 011 - Kampuang
Lovendria
Wednesday April 10 2024, 4:00 PM
AES 011 - Kampuang

Hari itu, temanku bertanya, "Pen, lu tahu martabak mesir yang enak di Bandung?"

"Setahu gua, di sini biasa saja," jawabku.

"Gua pernah pergi ke kampung lu. Di sana martabak digoreng dengan mentega. Ditambah kuah yang segar dan dagingnya yang besar-besar."

"Iya, benar. Di sini semuanya digoreng pake minyak. Trus kuahnya seperti saos. Benar-benar beda," tambahku.

"Artinya lu harus coba beli di sini," kata temanku sambil menunjukkan nama toko dan alamatnya.

Hari itu juga aku memesan 2 bungkus martabak mesir. Teringat saat aku kecil. Papa pulang membawa bungkusan wangi mentega. Kami berkumpul makan bersama. Martabak besar namun cepat habis di meja makan. Tidak sabar aku menunggu martabak ini datang.

Tidak lama pesanan itu datang. Aroma martabaknya sama seperti di kampungku. Segera kubawa ke atas dan kucoba satu gigitan. Tentu saja sebelumnya dengan direndam kuahnya yang segar.

Ya, ini persis martabak di kampungku. Makanan ini membawa nostalgia tentang kampungku. Kampung kecil nan padat, di mana makanannya sangatlah enak. Ada pasar Mambo yang hanya buka di bulan Ramadan. Di pasar ini, semua makanan berlimpah. Belum lagi sesepuh di kampung yang bersahaja, jika bersilaturahmi bakal bawa banyak sekali oleh-oleh dari sana.

Terima kasih temanku, martabak ini membawa memori tentang Sungai Penuh. Desa kecil tempatku dibesarkan.

Bertepatan hari ini, saya dan keluarga mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445H.