(Repost from Ning)
Duh berita duka semakin gencar. Tadi pagi bangun tidur sudah ditunggu sebuah berita. Kali ini teman dekat semasa kuliah, satu team basket himpunan, kami dulu ikut kompetisi bareng, main di himpunan bareng cuma gak inget apakah kami lulus bareng, kalau tidak salah sih tidak. Rest in Peace, kawan!
Karena banyak berita duka saya selalu berusaha menjauhkan diri dari berpikir yang serius dan berusaha melalui hari-hari dengan sesuatu yang ringan dan santai. WAG yang saya ukuti juga isinya tidak jauh dari keruwetan seputar pandemi dan obrolan tentang siapa saja yang sakit atau yang meninggal. Semuanya mengenaskan. Cerita-cerita atau guyonan yang biasanya menghibur pun seperti diambil alih dengan hal-hal yang dark, mencekam dan menyedihkan. Jadi saya hanya buka seperlunya saja.
Akhir pekan ini akan saya isi dengan kegiatan yang lebih bersifat refreshing. Pagi saya bangun langsung bersiap-siap ke kolam renang. Saya punya kartu anggota tahunan untuk sekeluarga yang termasuknya tidak terlalu mahal dan saya bisa mengunakan semua fasilitas di semua tempat olahraga, kolam renang, gym dan sebagainya. Untuk masuk ke kolam tinggal scan kartu langsung beres dan bisa berenang sepuasnya, selesai berenang ada Spa, semacam jacuzzi air panas yang bisa memijat tubuh. Tahun lalu sebelum pandemi saya punya keanggotaan di Rec Center kampus, hanya seharga sebungkus plate lunch untuk keanggotaan selama sebulan karena saya karyawan kampus. Di sana bahkan fasilitas lebih lengkap ada kolam renang, lapangan basket, gym dengan puluhan alat yang lengkap, sauna dan juga jacuzzi. Jadi kalau mau tinggal olahraga di Gym, kemudian berenang dan menikmati ruangan beruap di sauna atau dipijat dengan semprotan air panas di Jacuzzi. Semuanya bisa diproleh kapan saja tanpa dibatasi dengan harga murah. Ketika pandemi, pusat kebugaran itu ditutup, sekarang mulai ditawarkan lagi, tapi karena kondisi kesehatan saya saat ini, saya memilih untuk memanfaatkan fasilitas olah raga milik kota yang harganya jauh lebih murah, 3 bungkus makan siang untuk sekeluarga selama setahun! hahahaha...
Pagi ini saya pergi berenang. Kolam masih kosong kecuali kolam dangkal yang banyak anak-anak kecil yang sedang kursus berenang sementara orang tuanya menonton dari pinggir. Sambil berenang bolak balik sekian laps, saya banyak merenung tentang kondisi sekarang. Saya merasa beruntung karena masyarakat di sini mayoritas patuh dengan aturan. Senin nanti bahkan keharusan memakai masker di kampus dicabut. Restoran sekarang menjalankan aktifitasnya secara full 100%, masker tidak wajib lagi kecuali jika naik bus kota atau ke rumah sakit yang masih mewajibkan masker, selebihnya semuanya sudah terlihat normal. Downtown sekarang mulai ramai seperti semula. Bahkan acara-acara tahunan seperti bersepeda Tour de Fat akan diadakan bulan depan. Tour de fat adalah acara tahunan bersepeda keliling kota yang diminati ribuan orang dengan menggunakan kostum gila-gilaan seperti kalau halloween. Masyarakat di sini berusaha melupakan tahun 2020 yang memakan ratusan ribu korban meninggal. Amerika menjadi salah satu negara dengan korban meninggal terbanyak di dunia. kalau tidak salah lebih dari 603 ribu jiwa dari sekitar 33 juta kasus. Kasus di state tempat saya tinggal saja mencapai 565 ribu kasus dengan korban jiwa hampir 7 ribu.
Sebetulnya jika melihat angka statistik di Indonesia, walau diragukan keakuratannya, masih jauh dibandingkan dengan di Amerika. Selama berbulan-bulan kota tempat saya tinggal seperti kota mati. Masyarakat banyak yang menderita karena tidak punya pekerjaan dan makanan. Antrian untuk memperoleh bantuan makanan sangat panjang. Saya perhatikan baru akhir-akhir ini saja banyak foto yang menggambarkan kota-kota di pulau jawa sepi. Mudah-mudahan masyarakat semakin cerdas dan mengerti betapa pentingnya menghindari kerumunan dan menjaga diri dengan hidup bersih, rajin mencuci tangan serta memakai masker, dan yang paling penting divaksin. Walau sesudah vaksin masih memungkinkan terkena virus, tapi tidak mematikan! Sudah cukup banyak korban jiwa, semoga tidak berkepanjangan.
Baiklah, saya mau berhenti berpikir tentang pendemi dan melanjutkan berenang saja! Let's swim!