AES32 Tak Pernah Tamat Belajar #2 Sastra dan Pikiran Terbuka
matheusaribowo
Tuesday October 18 2022, 7:37 PM
AES32 Tak Pernah Tamat Belajar #2 Sastra dan Pikiran Terbuka

"Seluruh aktivitas yang sekarang kita sebut sebagai literasi itu fungsinya ialah proses itu; membuka pikiran dalam pengertian membiarkan yang lain masuk menjadi bagian dari kita, membiarkan diri asing kembali, melihat diri dari sudut pandang orang lain." sepenggal pernyataan Martin Suryajaya dalam videonya yang berjudul Sastra, Kota, Pikiran Terbuka. 

Martin juga mengungkapkan perspektif menarik yang mengaitkan sastra, kota, dan pikiran terbuka. "Kota tidak hanya ruang yang dirancang tetapi juga ruang yang dialami atau dihidupi. Bagaimana cara mengakses ruang yang dihidupi? Caranya melalui karya seni, dalam hal ini ialah sastra. Masuk dalam karya sastra, sebenarnya kita juga masuk ke dalam sebuah ruang. Ketika karya sastra itu membicarakan tentang kota, berbicara warga kota, dan sebagainya. Maka itu berbicara tentang bagaimana tokoh-tokoh dalam karya sastra itu mengalami ruangnya, ruang yang dihidupi itu. Maka kita sebagai pembaca ikut berempati, ikut mengalami ruang tersebut. Seolah-olah kita dipindahkan dari ruang konkrit kita sekarang dan masuk ke dalam ruang-ruang yang dibayangkan, dialami, dan diarasakan oleh tokoh-tokohnya itu."

Selengkapnya bisa diakses di sini

Seketika teringat juga obrolan bersama @saskia-electra di warung mba Esih. Tak banyak yang diperbincangkan, namun yang paling diingat ialah tentang keinginan Saskia ngulik perihal pentingnya bacaan fiksi di sekolah. Semoga Saskia merespon tulisan ini dan mau menuliskan pandangannya tentang ini. 

Topik ini menjadi sangat menarik berkaitan juga dengan tema besar Smipa tentang literasi diri dan literasi semesta. Bersambut dengan cerita Ka @yantisuryanii7 setelah menghadiri pementasan rakyat di CCL akhir pekan kemarin. "Aku yang bukan anak petani aja, nangis liat ini (pemetasan)." ujar Ka Yanti yang kagum dengan pementasan berjudul Bedol Desa - Ode Tanah itu. Ada proses Ka Yanti membiarkan 'hal lain menjadi bagian dari dirinya', meletakkan perspektifnya sendiri, berempati, dan ikut mengalami ruang-ruang yang dibayangkan, dialami, dan dirasakan oleh tokoh-tokohnya. Begitu pentingnya proses literasi seperti ini. Menikmati karya seni dan mengakses buku-buku fiksi untuk olahrasa, mengasah kepekaan, dan menghaluskan nurani.

Semoga ka Yanti juga merespon dan menuliskan pengelamannya menyaksikan Bedol Desa - Ode Tanah di CCL.

Andy Sutioso
@kak-andy   4 years ago
Sepakat! Sepaket juga dengan harapan ada tulisan² lanjutan yang nyambung dengan tulisan ini. @saskia-electra @yantisuryanii7. Saya juga ingin kadi bagian dari kisah² / narasi itu. 🙏🤗