AES048 Menulis itu Men(g)ular
Mega
Saturday August 10 2024, 5:26 PM
AES048 Menulis itu Men(g)ular

Menular atau mengular? Haha... boleh dua-duanya. Menular, itu sudah pasti. Sebenarnya bukan hanya menulis yang menular. Kuperhatikan, semua hal baik akan menular, jika... dilakukan untuk tujuan yang lebih luas dan bersama-sama. Karena, efeknya akan seperti efek domino, sambung-menyambung.

Aku mulai tergelitik untuk lebih sering menulis beberapa waktu ini, setelah rajin memantau AES karena kak Leo menugaskan anak-anak KPB menulis esai di Ririungan. Terkadang kita perlu mendalami pemikiran anak remaja melalui tulisannya. Sikap dan gaya bicara spontan yang menjadi ciri khas manusia pra-dewasa ini kadang tidak mencerminkan diri mereka sesungguhnya. Efek perubahan hormon dan sikap impulsif yang dipengaruhi amigdala, membuat mereka bereaksi sebelum berpikir lebih mendalam, sehingga membaca ungkapan tertulis anak-anak membantu kita memahami mereka lebih utuh. Dari sekadar membaca-baca tulisan anak-anak, ternyata muncul keinginan untuk menulis (lagi). Nah, betul kan, menulis itu bisa menular? Boleh dicoba kalau tidak percaya. 😁

Lalu, apa hubungan antara menulis dan mengular? Menurut KBBI, arti mengular adalah memanjang seperti ular. Ya bukan berarti tulisan kita makin lama makin panjang dan makin panjang seperti ular, atau kita menulis sambil berbaris sampai panjang; tapi kegemaran menulis itu bisa memanjang waktunya, frekuensinya, atau jumlahnya. Yang tadinya menulis AES tiga bulan sekali, bisa makin sering dan makin sering. Menjadi satu bulan sekali, satu minggu sekali, dan lama-lama menjadi setiap hari. Bisa juga diartikan, kebiasaan kita menulis menjadi lebih rutin dan kontinu selama satu bulan, tiga bulan, syukur-syukur sampai bertahun-tahun, atau bahkan sepanjang hayat. Biasanya begitu aku mulai menulis (lagi), tiba-tiba muncul letupan-letupan ide tulisan di kepala yang entah dari mana datangnya. Tulisan yang satu berlanjut menjadi tulisan berikutnya dan berikutnya lagi yang mengular. 

Jadi, menulis itu menular dan mengular. Menjadi semacam candu untuk membebaskan pikiran.