AES #08 Vaccine!
joefelus
Thursday May 27 2021, 4:09 AM
AES #08 Vaccine!

Sejak akhir tahun 2020 menjelang akhir pemerintahan presiden Trump, Amerika mulai mengijinkan penyebaran dan penggunaan vaksin untuk virus Covid-19, lalu secara gencar didistribusikan ke masyarakat. Di awal, memang sangat tersendat karena pemerintah tidak/belum memiliki plan yang jelas, terutama karena jenis vaksin tertentu membutuhkan freezer untuk penyimpanan, sebab vaksin yang pertama kali di setujui harus disimpan di tempat yang amat sangat dingin. Baru sesudah pergantian presiden, perencanaan jauh lebih matang dari mulai pengadaan, distribusi hingga proses vaksinasi pada masyarakat. Presiden baru mencanangkan target pemberian vaksin sebanyak 100 juta di 100 hari pertama pemerintahannya, ternyata belum 100 hari terget itu sudah dilampaui! jauh dibandingkan dengan presiden terdahulu yang hanya "omong"-nya saja!

Pekerjaanku menuntut banyak berhubungan dengan orang! Orang-orang yang berhadapan denganku di pekerjaan adalah front liners, alias mereka yang langsung berhubungan dengan mahasiswa yang ribuan banyaknya. Ini pekerjaan yang sangat berisiko karena kasus mahasiswa yang terekspos bahkan yang terjangkit virus Covid ini jumlahnya banyak. Aku mengetahui ini karena salah satu pekerjaanku adalah mensuplai bahan baku untuk diproses dan disajikan pada para mahasiswa yang dikarantina, jumlahnya bisa mencapai ratusan!

Universitas memang berupaya untuk memberikan banyak informasi untuk Safety dalam kaitannya dengan pandemi ini, hanya bagi kami yang bekerja di front depan, masih dirasakan kurang. Agak menjengkelkan bagiku ketika melihat bahwa justru para dosen yang nota bene bekerja dari rumah dan mengajar mahasiswa secara online memperoleh prioritas lebih dahulu, sementara kami yang secara langsung berhadapan dengan mahasiswa di dining centers seolah-olah tidak mendapatkan prioritas. Satu persatu kolega di tempat kerja mulai berjatuhan terjangkit virus mematikan ini. Beberapa bulan di awal pandemi, rekan satu gedungku tumbang, dia harus tinggal di rumah mengkarantina didirinya selama minimal 2 minggu. Anehnya, oleh pihak managemen, seolah-olah kondisi ini ditutup-tutupi, seolah-olah tidak pernah terjadi. Seperti misalnya ada karyawan mahasiswa yang terkena dan sudah dilaporkan, tapi berita itu tidak diinformasikan, bahkan para pekerja yang terkekspos tetap diharuskan masuk kerja! lalu apa gunanya digembar-gemborkan masalah keselamatan kerja, penanggulangan virus Covid ini dilakukan? omong kosong! Aku sebetulnya sangat marah, apalagi mau tidak mau memang beberapa hari seminggu aku harus ke kantor dan tidak bisa hanya bekerja secara remote dari rumah. Aku berisiko terjangkit! dan aku juga membahayakan anggota keluarga di rumah!

Menunggu hingga Universitas menggerakkan proyek vaksinasi akan memakan waktu yang sangat lama. Kebetulan pemerintah sudah secara gencar mengajak masyarakat untuk segera memperoleh vaksinasi dengan banyak cara. Aku berusaha mencari vaksin melalui Vaccine finder, semacam aplikasi di internet yang dapat memberikan informasi di mana saja vaksin ditawarkan, bahkan aplikasi itu memungkinkan aku membuat appoinment! Aku berusaha mencari setiap hari jika ada slot kosong di daerah sekitarku. setiap pagi begitu aku tiba di kantor, hal pertama yang aku lakukan adalah mencari vaksin. Anehnya setiap hari slot itu semua penuh dan tidak ada jadwal kosong!

Di samping mencari sendiri, aku juga aktif di media masa mencari informasi. kadang ada rekan kerja atau teman yang melihat ada jadwal kosong langsung disebarkan sehingga sangat menolong rekan-rekan yang belum memperoleh vaksinasi. Akhirnya aku berhasil memperoleh slot kosong, hari Jumat tanggal 1 April. Ternyata slot kosong ditambahkan tiap tengah malam. Jadi aku log in sekitar pukul 12 dan boom! 1 hari baru ditambahkan dan aku bisa pilih jam yang cocok. Aku buat appoinment, tapi kemudian aku diajak rekan kerja untuk mengisi slot kosong sehari sebelumnya. Jadi aku batalkan appoinmentku dan aku ambil slot kosong itu. Lalu sebulan sesudahnya aku dapat vaksin yang ke-2.

Kadang aku merasa aneh terhadap mereka yang menolak divaksinasi. Kalau melihat mereka yang terjangkit dan berjuang untuk sembuh, sungguh memprihatinkan dan ada jutaan yang ntidak berhasil! Di Amerika sendiri sudah lebih dari 600 juta yang meninggal. Tanpa berusaha terlibat dalam polemik yag mengangkat masalah "kebebasan", konspirasi teori, politik, dan lain-lain, masyarakat sebetulnya dapat memperoleh informasi yang lengkap tentang wabah pandemik ini. Tapi ya banyak masyarakat yang terjebak dalam polemik ini tanpa menyadari bahwa ancaman ada di sekitar kita setiap saat!

Sekarang pemerintah daerah tempat aku tinggal sudah melonggarkan prokes, tapi ini tidak menjamin bahwa masalah sudah diselesaikan. Contohnya, Victoria state di Australia beberapa saat yang lalu sudah tidak mewajibkan penggunaan masker, kemarin state itu kembali lockdown! Mari kita menjaga kesehatan dimulai dari diri sendiri untuk keselamatan bersama!***

You May Also Like