(Repost From Ning)
Sudah hampir satu setengah tahun saya bekerja secara hybrid, maksudnya gabungan antara bekerja di rumah dan juga di kantor, tergantung pada situasi dan tuntutan pekerjaan. Pekerjaan seperti ini bisa dilakukan tentunya karena bantuan teknologi tapi tidak semua pekerjaan bisa begitu. Kebetulan jenis pekerjaan saya memang memungkinkan untuk melakukan itu, so, lucky me!
Dengan banyak bekerja dari rumah, ada sisi positif yang saya rasakan, yaitu kedekatan dengan keluarga. Sebelumnya saya hanya bertemu dan berinteraksi beberapa jam sehari saja. Bayangkan bekerja sekitar 9 jam ditambah perjalanan menuju kantor dan pulang, anggap saja 10 jam, dipotong waktu istirahat, berapa jam dapat melakukan kegiatan bersama keluarga? sangat sedikit. Sekarang lumayan! Ini salah satu dampak positif dari pandemi yang saya rasakan. Tapi ini semua juga dapat terjadi karena memanfaatkan teknologi.
Pernah saya cerita bahwa pekerjaan yang saat ini saya lakukan adalah dengan menghubungkan komputer di rumah dengan yang di kantor dengan program aplikasi yang disebut Pulse Secure, lalu laptop di rumah saya hubungkan dengan komputer di Kantor dengan menggunakan Remote Desktop Connection. Sesudah terhubung, saya bekerja di komputer kantor dengan menggunakan laptop di rumah. Satu hal yang tidak boleh dilakukan adalah mematikan komputer di Kantor, sebab dengan begitu saya tidak bisa meng-hack hehehe.. Itu semua harus saya lakukan sebab semua program yang saya gunakan untuk pekerjaan tidak bisa keluar dari kantor, karena semuanya ber-license. Nah teknologi jaman sekarang memang canggih. Saya secara virtual berada di kantor bekerja di depan komputer walau secara fisik saya bekerja di rumah.
Saya juga pernah cerita bahwa kerja di rumah bisa sambil masak, nonton TV bahkan tidak perlu mandi dulu dan bisa sambil pakai piyama! Seperti sudah saya lakukan beberapa waktu terakhir ini, bekerja sambil nonton piala Eropa di ESPN. Kebetulan memang di daerah saya waktu pertandingannya jam 10 pagi dan sekitar jam 1 siang. Asyik juga khan, sambil ngurusin menu Dining Hall untuk Fall semester nanti saya bisa teriak-teriak ketika tadi pagi Jerman dikalahkan Inggris!
Kesulitannya apa bekerja di rumah itu? Ya fasilitas terbatas. Maklum lah kami cuma keluarga miskin yang tinggal di kompleks mahasiswa, sehingga walau internet memang lumayan bagus tapi apartemen kecil. Jadi ruang untuk kerja memang terbatas. Apalagi pada saat bersamaan ada 3 orang pakai komputer masing-masing kadang malah semua melakukan zoom meeting. Jadi memang butuh privasi kalau tidak obrolan pekerjaan saya terdengar oleh Kano yang sedang presentasi atau mengganggu Nina yang sedang diskusi dengan para TA nya.
Di kantor pekerjaan saya membutuhkan 2 monitor karena sering kali saya harus bekerja dengan menggunakan banyak aplikasi, jadi kalau hanya 1 monitor repot. Nah di rumah tidak ada, maka saya harus memanfaatkan 2 laptop, bahkan ditambah 1 tablet dan HP! Lalu karena tidak ada tempat bekerja, saya memilih bekerja di Sofa (padahal sebetulnya sengaja biar bisa sambil nonton bola hahahaha)
Kesulitan ke dua adalah postur duduk! Di kantor saya punya meja dan kursi yang nyaman untuk bekerja. Nah duduk di sofa ya jelas tidak memadai sehingga badan cepat pegal-pegal. Walau saya berusaha kerja maksimal, tapi memang kalau dilihat tingkat produktifitas, di kantor akan lebih baik.
Universitas tempat saya bekerja memutuskan di Semester musim gugur akan kembali normal. Masa bermewah-mewah bekerja di rumah akan segera berakhir. Jadi saya akan memanfaatkan saat-saat akhir ini dengan sebaik-baiknya. Perempat final bola akan dimulai Jumat ini, saya pasti tidak akan melewatkan kesempatan walau sebetulnya saya bukan penggila bola, tapi seru aja bisa kerja sambil menikmati hiburan. Ya khan? hahaha***