Gegara tulisan kemarin malam, di esai saya yang ke 901, saya teringat lagi salah satu lagunya Jason Mraz, 93 Thousand Miles from the Sun. Saya tulis sebulan setelah Rico berangkat. Tulisannya ada di sini. Sontak rasa kangen menyeruak, salah satunya juga karena beberapa hal yang muncul akibat dari perubahan besar yang terjadi di mana-mana, di alam semesta ini.
Di luar segala ekspektasi. setelah keberangkatan @rico ke Jerman dengan penuh semangat, perubahan besar terjadi termasuk invasi Rusia ke Ukraina. Tidak ketinggalan segala dampak lain yang menyertainya. Kompleksitas dinamika GeoPolitik dunia di tengah berbagai kepentingan para pemimpin negara, segala ambisi dan ketakutannya, membuat segala sesuatu sangat tidak terprediksi. Singkat kata hari ini, Jerman sedang menuju ke kejatuhannya - walaupun sekitar 10 tahun yang silam, Jerman masih jadi salah satu negara terkuat di Eropa. Mengerikan.
Saya mengirimkan kepada Rico salah satu video paparan dari salah satu ekonom yang menurut saya analisisnya sangat tajam, Yanis Varoufakis. Dia memaparkan betapa pilar-pilar kekuatan Jerman saat ini sudah berjatuhan, sementara pemerintah tidak punya strategi menghadapinya termasuk punya solusi bagaimana mengatasinya. Di sisi lain, Jerman adalah salah satu pilarnya Uni Eropa. Jadi kalau Jerman jatuh, negara-negara lain juga akan ikut bertumbangan - seperti runtuhnya pilar utama satu bangunan, bagian bangunan lain akan ikut berantakan. Sekali lagi mengerikan.
Kemarin malam cukup lama kami bertukar chat, saya menggali pemahaman Rico tentang situasi yang ada di sana. Ternyata Rico cukup paham dan bisa membaca hal-hal tersebut - dan sudah punya pemikiran-pemikiran apa yang bisa dilakukan ke depan. Studinya masih cukup panjang, dan berangkat belajar bidang ini adalah salah satu mimpinya. Kerja di kampus, di perpustakaan, membantu kerja riset para profesornya adalah mimpi-mimpi dia yang tercapai di kampusnya sekarang ini. Saya memang melihat dia sangat bahagia di sana. Di luar itu situasi negara Jerman akan menurun drastis di waktu-waktu mendatang. Inilah hal yang sama sekali tidak terprediksi.
Tapi inilah dinamika / unpredictability yang akan terus terjadi. Apalagi dalam situasi perubahan alam semesta yang juga sedang terjadi dengan sangat signifikan. Tapi saat ini adalah titik balik... Pendulum kesemestaan yang selama ini turun sedang melewati titik terendahnya dan perlahan bergerak naik. Di tengah perubahan yang besar dan tidak menentu, kita perlu tentang dan jernih melihat situasinya dan bisa menemukan jalan keluarnya. Ketenangan, keheningan adalah kuncinya. Kemarin saya mendorong lagi Rico untuk mulai melaksanakan waktu hening. Kita lihat apa yang terjadi. Alam semesta sudah mengatur segalanya, Tuhan sudah punya rencana. Tinggal bagaimana kita bisa menyelaraskan diri dengan arus besar kesemestaan dan menyadari rencana-rencana Tuhan Sang Maha Pencipta. Salam.
Photo by Louw Lemmer: https://www.pexels.com/photo/a-person-holding-a-smoke-bomb-5538142/