AES023 Menyatu dalam Doa
yulitjahyadi
Thursday September 16 2021, 7:00 PM
AES023 Menyatu dalam Doa

'Tuhan, besok aku mau bangun lebih pagi karena aku mau mulai menulis.' bisikku tadi malam sebelum terlelap tidur.

Sesuai niatku, minggu ini aku ingin merampungkan materi untuk kelas berbagi. Di awal minggu kemarin, tugas-tugasku yang lain telah kutuntaskan lebih dulu agar aku bisa tenang menulis, dan esok hari terasa pas untuk memulainya. 

Aku tersadar dari tidurku dan kudengar sayup-sayup suara dari masjid di seberang komplek. Beberapa saat lamanya aku tetap terpejam untuk mengumpulkan kesadaran-kesadaran kecil yang menjaga agar aku tak kembali tertidur. 'Terima kasih telah membangunkanku' bisikku dalam hati.

Aku lalu bangun perlahan dan beranjak ke arah meja tulis di samping tempat tidurku. Kuarahkan lampu baca ke atas meja lalu kutekan tombolnya, kemudian kunyalakan pula laptopku. Sembari menunggunya berfungsi, kuraih botol kaca kecil berwarna coklat berlabel 'Rosemary' dari nakas, kuputar tutupnya lalu kudekatkan botol itu ke arah lubang hidungku. Aromanya pinus yang menyegarkan segera menerjang dan membangunkan otakku. 

Kucari gambar logo W berwarna biru di deretan simbol-simbol di bagian bawah layar lalu terpampanglah kotak berwarna abu-abu dengan lembar putih kosong di hadapanku.

Kuletakkan jariku di atas papan ketik dan kuetik perlahan deretan kata di baris paling atas, 'Seni Merawat Diri' kutekan tombol enter dan di baris kedua kuketikkan Curiosity.

Lalu satu persatu jari jemariku terus menari di atas papan ketik, merangkai kata demi kata yang bermunculan dari dalam kepala, hingga deretan kalimat kian memenuh layar putih itu. Seperti keran air yang dibuka, kalimat demi kalimat mengalir hingga lembar yang ketiga. Di baris teratas lembar ketiga itu tertulis satu kata pembukanya, 'Kesadaran'. 

Kulirik jam di layar telepon genggamku yang sedari tadi terus mengulang-ulang instrumen berjudul Castaway dari Enzo, dan kubaca angka yang terpampang disana : 5.59

Aku bangkit dari kursi, kutinggalkan pikiranku bersama layar laptop yang menyala, lalu naik ke atas kasur dan duduk di samping suamiku. Sejenak kami berdua, menyatu dalam doa.