AES058 - Telunjuk Kanan
Ara Djati
Sunday October 13 2024, 6:46 PM
AES058 - Telunjuk Kanan

Kemarin, atas keteledoranku sendiri, jariku tergeprek. Aku sedang memukul pasak dengan batu, dan jariku terselip di bawahnya. Sepersekian detik sebelum terhantam, aku sempat berpikir, aduh gawat!, tapi sudah telat. Untungnya kukuku tidak kena, hanya tepiannya yang luka dan memar.

Sebenarnya tidak terlalu sakit. Tapi, masalahnya, lukanya ada di telunjuk tangan kanan, sebuah jari yang sangat berguna dan banyak dipakai. Jadi, selama dua (satu setengah?) hari ini aku harus lebih banyak menggunakan tangan kiri, atau hanya beberapa jari tangan kanan. Aku tidak bisa makan dengan tangan karena akan mengenai jariku dan sakit. Aku harus main gitar, main piano, mengetik, sikat gigi, makan, semua tanpa menggunakan telunjuk itu.

Ini justru menjadi kesempatan yang sangat berguna. Aku jadi benar-benar belajar cara menggunakan jemariku dengan optimal. Tiap-tiap gerakanku harus lebih diperhatikan dan diperhitungkan, sehingga aku jadi lebih sadar diri dan ruang. Aku harus bisa memilah dan membagi tugas untuk masing-masing jariku: yang mana yang menggenggam sendok, bagaimana distribusi tenaganya, bagaimana cara menekan jedai dengan tiga jari dan jempol. Peran jari telunjuk ternyata begitu besar. Aku jadi harus menekan jedai lebih keras, menggenggam sendok lebih erat, semua karena kehilangan satu jari.

Yang paling menarik adalah dengan senar gitar. Aku perlu mencari senar-senar mana yang diprioritaskan, karena aku tidak lagi bisa memetik empat senar sekaligus. Alhasil, aku jadi belajar lebih banyak tentang cara menulis melodi yang aksesibel dan memprioritaskan not-not tertentu.

Intinya, aku jadi lebih mindful dalam menggunakan jari tanganku. Aku akan mencoba untuk terus mengingat ini. Alasan pertama jariku bisa luka itu memang karena aku kurang memperhatikan. Seharusnya ini menjadi dorongan bagiku untuk terus mindful, bukan karena terpaksa, tapi karena melihat faedahnya.

You May Also Like