11.2.25... Sebenarnya sudah lama mendengar tentang Atomic Essay Smipa ini, namun selalu saja belum sempat untuk mencoba membuat tulisan. Hari ini dibantu Bu Sanya, saya mencoba untuk membuat tulisan pertama....Terima kasih ya Bu Sanya.. jujur bingung juga mau menuliskan apa?
Tapi saya mau share pengalaman hari kemarin saja, dimana saat menunggu anak bocil latihan wushu. Saya juga diajak mencoba membuat mandala oleh Kak Mamat, penasaran juga rasanya. Saat awal mencoba bingung untuk menentukan bentuk, rasanya campur aduk... antara takut salah, merasa kurang bagus dan bingung juga mau menggambarkan apalagi. Namun semuanya dicoba untuk dijalankan, dilanjutkan dengan segala "rasa" yang ada. Ya pokoknya harus diselesaikan saja. Entah kenapa setelah dimulai semuanya seperti mengalir begitu saja dan saat selasai ternyata hasilnya tidak mengecewakan, cukup indah dan membuat hati senang... Namun ada perasaan yang lebih aneh, kok saya jadi kaya "ketagihan" ya..
Saat membuat mandala, pikiran saya seperti merenungkan sesuatu.. yap, ini seperti roda kehidupan.. kadang kita tidak tahu mau memulainya bagaimana?, saat sudah mulai ditengah-tengah juga sering kita menemukan banyak masalah, banyak kesulitan, banyak kebingungan.. namun jika kita terus menjalaninya sedikit demi sedikit, menikmati setiap prosesnya dan yang pasti tidak berhenti untuk menyelesaikannya ternyata itu bisa membuahkan hasil yang "indah"... yes, indah dalam versi kita ya... tapi mungkin akan ada juga orang lain yang bisa menikmati keindahannya... Dan itu semua yang membuat saya mulai "ketagihan" menikmati proses membuat mandala... semoga ini bisa jadi kebiasaan baik baru yang bisa terus berlangsung... sama seperti menulis di AES ini
Selamat untuk essai yang pertama, ditunggu yang berikutnya
Selamat untuk Pecah Telornya. Tulisan pertamanya keren juga. Semoga berlanjut terus Erna ☝🏼🤗