AES001 Aku Belajar dari Komedi: 10 O'Clock Rule
mosidik
Wednesday February 5 2025, 2:38 PM
AES001 Aku Belajar dari Komedi: 10 O'Clock Rule

Seri Aku Belajar dari Komedi ini adalah kumpulan hal-hal dari seni komedi yang bisa saya terapkan di kehidupan sehari-hari yang serius ini. Isinya berbagai filosofi, metode, atau kebiasaan yang dilakukan oleh komedian, yang kalau diterapkan di luar panggung, ternyata punya dampak besar buat hidup kami.

Kali ini, pelajaran yang saya dapat dari komedi adalah: The 10 O'Clock Rule.

Latar belakang munculnya filosofi ini sebenarnya diadaptasi dari musisi jazz tahun 60-an. Dasarnya, stand-up comedy itu ditulis, dilatih, dan ditampilkan. Tiga hal ini harus terus dilakukan kalau mau tetap lucu, tetap punya karier, dan tetap waras. Kalau sering dilewat atau jarang dilakukan, ya wassalam, bakal nggak lucu lagi, karier anjlok, mental ambruk.

Karena itu, hidup seorang komedian itu seru, tapi juga bisa melelahkan. Ada saat-saat di mana panggung terasa ajaib: punchline kena, tawa pecah, tepuk tangan nggak berhenti. Tapi ada juga malam-malam kelam, di mana komedian bicara, tapi yang terdengar cuma suara jangkrik di kejauhan. Krik krik. Nggak ada yang ketawa, bahkan orang di meja paling depan suka pura-pura buka HP padahal nggak ada message masuk.

Bahagia? Sakit? Oh jelas. Tapi kalau terlalu larut dalam perasaan, dan eforia, mental kita tak terasah, dan kemungkinan kita  stuck lebih besar.

Nah, di sinilah The 10 O'Clock Rule jadi penyelamat.

Aturannya simpel:


  1. Kalau malam ini panggung sukses besar, tawa pecah di mana-mana, kita boleh euforia. Boleh sombong sedikit di media sosial, traktir teman, merasa jadi King of the World. Tapi hanya sampai jam 10:00 pagi keesokan harinya.

  2. Kalau malam ini panggung berantakan, materi nggak kena, tawa nggak muncul, kita boleh merasa sedih. Tapi cuma sampai jam 10:00 pagi besok. 

Jadi di jam 10:01 semua kembali ke titik 0. Mental kita juga harus netral, setelah itu, kita harus move on dan nyoba lagi. Fokus berusaha atau belajar lagi. 

Trus gimana cara menerapkan filosofi ini di kehidupan sehari-hari?

Jangan Takut Gagal – Kayak komedian yang nyobain materi baru, kita juga harus siap menghadapi kemungkinan gagal. Nggak masalah, yang penting belajar.

Tes di Dunia Nyata – Ide yang keliatan brilian di kepala kita belum tentu works di lapangan. Cobain dulu, lihat responsnya, terus perbaiki kalau perlu.

Terima Feedback – Komedian ngandelin reaksi penonton buat ngasah materinya. Kita juga perlu dengerin feedback orang lain buat terus berkembang.

Punya Batas Waktu untuk Bangga atau Sedih – Kalau manggung kita sukses besar, boleh happy, pamer di sosmed, dan ngerasa kayak bintang. Tapi cuma sampai jam 10 pagi besok. Sebaliknya, kalau manggung berantakan, boleh kecewa, nangis, atau curhat di warung kopi. Tapi ya, cukup sampai jam 10 pagi juga. Setelah itu? Move on dan fokus ke yang berikutnya.

Jadi, The 10 O’Clock Rule mengajarkan kita untuk menikmati momen baik tanpa terjebak euforia, dan menghadapi kegagalan tanpa tenggelam dalam kesedihan. Ini aturan sederhana, tapi bisa membuat hidup lebih ringan.

Mo Sidik
Komedian

sanya
@sanya   last year
Akhirnya selamat pak Mo untuk pecah telornya!
Boleh ditambah kode AES001 ya pada awal judulnya :D
mosidik
@mosidik   last year
siaap
Andy Sutioso
@kak-andy   last year
Waah ternyata ketemuan siang kemarin di bengkel memantik pecah telor ya. Selamaat. Semoga berlanjut! ☝🏼🤗👍🏼
mosidik
@mosidik   last year
hahaha..Betuull
You May Also Like