AES132 Belajar di KPB
nathania
Saturday March 19 2022, 2:21 PM

Lika-liku Belajar di KPB

Pembelajaranku di KPB selama ini sangat mengasikan. Walaupun begitu pasti tetap saja ada masa naik turunnya. Pembelajaran di KPB sangat mengasyikan karena tentu saja beda dari sekolah yang lain. Tapi karena beda dari yang lain ini, kadang aku dapat pengalaman buruknya. Mungkin aku akan mulai dari cerita menariknya dulu. 

Pada awal K10 di KPB, aku cukup kaget karena saat SD dan SMP aku masih belajar pelajaran bertori. Walaupun di SMP belajarnya beda dengan pada saat aku di SD, tapi aku masih bisa beradaptasi dengan cepat pada saat itu. Mulai masuk ke SMA di KPB awalnya aku cukup kaget. Dari yang biasanya belajar pelajaran tiap hari, dapat tugas untuk dikerjakan di rumah, ulangan, dan ujian. Walau sebenarnya kurang lebih sama polanya, yaitu belajar, dapat tugas, diuji kan, dan menunjukan hasil akhir dari belajar tersebut, namun hal yang dibelajarkannya berbeda. 

Untuk pembelajaran di KPB karena basis proyek, jadi belajarnya dari kegiatan proyek yang dipilih. Karena tidak ada pelajaran, jadi aku harus bisa mengaitkan proses kegiatan proyek ku dengan pelajaran yang ada. Contohnya seperti matematika, aku harus bisa sesuai dengan timeline dan deadline yang dibuat, kemudian memperkirakan skenario hari kegiatan hari itu, atau saat proyek yang membuat benda, aku harus bisa mengukur desain yang digital dan yang riilnya. Kemudian untuk bahasa, aku belajar Bahasa Indonesia dari menulis esai, proposal, laporan, dan kegiatan menulis lainnya. Untuk Bahasa Inggris saat itu aku coba untuk presentasi menggunakan Bahasa Inggris. Lanjut pelajaran IPS, PKN, atau pelajaran sosial lainnya, aku belajar di caraku bersosialisasi dengan narasumber, saat bertemu orang baru, saat menentukan cara marketing produk yang dijual, saat menjadi admin atau contact person, dan masih banyak lagi. Hanya pelajaran IPA yang sedikit sulit untuk dicari, mungkin saat aku berkegiatan di proyek berkebun di kelas 10. 

Kalau di sekolah lain ada ulangan atau ujian yang dilakukan secara berturut-turut, di KPB juga ada. Tapi caranya yang berbeda, yaitu dengan presentasi, dan refleksi. Menurutku malah dengan presentasi dan refleksi ini, aku lebih memaknai apa yang ku pelajari selama di KPB. tidak hanya asal merefleksikan apa yang dipelajari, namun harus sesuai dengan aspek yang ada di Smipa, yaitu Nurani, Nalar, Kreatifitas,jasmani, Karakter. Jadi lebih mendalam lagi refleksinya. Pembelajaran di KPB ini, memang berbeda tidak ada pelajaran yang dipelajari. Tapi dari proyek atau kegiatan yang dilakukan selama ini, aku malah jadi lebih bisa berkembang lebih baik lagi. Dari cara aku bersosialisasi dengan orang lain, cara aku berpikir, dan life skill ku terasah jadi lebih baik lagi. 

Masuk ke cerita yang terkadang membuatku sedih. Karena di KPB berbeda, terkadang saat aku sedang main dengan teman di luar Smipa, pembahasan yang dibahas berbeda. Saat mereka membahas tentang pelajaran di sekolahnya, aku hanya bisa mendengarkan, bagian ku bicara hanya saat mereka bertanya padaku bagaimana aku belajar di sekolah, baru aku menceritakan atau bicara. Kemudian lagi, saat mengobrol tentang ujian atau ulangan. Mereka bercerita menggunakan emosi yang terlihat mengasikan, namun karena aku tidak ujian dan ulangan jadi aku tidak paham. Terkadang aku malah berbicara sarkas, seperti “Apa itu ujian/ulangan?”, “Apa itu PR?”, “Apa itu (mata pelajaran)?”. 

Walaupun begitu, aku masih tetap bisa bermain dengan yang lain, karena itu konsekuensi yang sudah aku terima dari awal masuk KPB. 

*iklan* 

Halo Warga Smipa, apa kabar! 
Dalam rangka menggalang dana untuk live in Kelompok Gobak Sodor ke Gambung, kami menjual produk baru nih...Yaitu kalender dan notes! Terbuat dari kertas daur ulang yang ramah lingkungan, serta hadir dengan desain yang menarik. Produk ini EXCLUSIVE ya, karena dibuat sendiri oleh kami makannya untuk pembelian harus pre-order... 

Bila tertarik untuk pre-order, bisa mengontak admin 081931390418 (Thania), atau kunjungi Instagram kami @sageproject_ , dan bisa juga kunjungi Warung Smipa....