Tepat pada hari Jumat ini, tanggal 20 bulan Mei tahun 2022, saya mengikuti kegiatan olahraga bersama kelas saya, kelas 11 KPB. Kegiatan ini dilakukan sebagai pengganti kegiatan olahraga rutin yang biasanya dilakukan di setiap rumah masing-masing, dilanjut dengan kegiatan online. Kegiatan olahraga ini akan kemungkinan dilakukan secara “offline” untuk ke depannya juga, disebabkan karena mulai berjalannya kegiatan sekolah “offline” seperti biasa, mengikuti jadwal dan rutinitas yang lama, bedanya hanya ada rutinitas untuk menulis di buku absen, berbeda dengan kegiatan sekolah pada tahun 2019, yang biasanya hanya datang ke sekolah, kemudian masuk kelas dengan menabsen langsung di kelas. Mulainya masuk fase normalisasi, kadang-kadang saya sering kaget dengan rutinitas “offline”, saking lamanya sering “online”, saya sudah lupa beberapa rutinitas dan kebiasaan yang dilakukan saat kegiatan normal di sekolah.
Perbedaan ini mulai terlihat saat saya melakukan olahraga “offline” dan kelas “offline”, kegiatan kali ini terasa lebih hidup dan interaktif, tidak ada gangguan sinyal atau tidak memerlukan menatap layar seharian. Masuk ke kelas dan datang ke sekolah setiap hari membuat komunikasi antar anggota kelas 11 cukup aktif, komunikasi terasa berjalan, ditambah pekerjaan kelas yang dapat dilakukan dengan lancar di kelas, ada panduan dari anggota lainnya, hanya perbedaanya alat-alat yang digunakan hanya perlu dibawa dari rumah. Kekurangan yang mulai terasa saat kegiatan di kelas adalah fasilitas alat dan kenyamanan yang berbeda, beda kenyamanan membuat proses kegiatan berbeda, utamanya suhu ruangan, yang bisa panas sekali. Untuk konteks fasilitas, fasilitas yang dimiliki di rumah bisa dibilang cukup lengkap, dari peralatan yang diperlukan untuk proyek kelas sudah ada, beda saat ke sekolah, tidak semua alat dapat dibawa dengan mudah atau secara sekaligus, tetapi dengan kondisi ini, saya belajar untuk mengatur beban bawaan saya, dan berusaha untuk komunikasi untuk membagi bawaan alat dengan anggota kelas 11 lainnya.