Proses, selalu terjadi dan dialami oleh semua orang jika sedang melakukan atau membuat sebuah projek, beradaptasi di suatu tempat, belajar hal baru, dan banyak hal lainnya. Proses bisa dilihat dari kegiatan sehari -hari juga, seperti siswa siswi yang masih bersekolah. Dan juga proses bisa terjadi kapan saja, dan bisa terjadi. Seperti yang baru saja saya alami kemarin hari Kamis (18 Juli 20224) dan Jumat (19 Juli 2024) lalu.
Ada berbagai proses yang saya alami saat hari Kamis (Taman Lansia - Taman Musik) dan Jumat (di SMIPA), seperti beradaptasi dengan tempat, beradaptasi dengan teman baru (Teman-teman KPB), memperhatikan sekitar dan belajar dari hal-hal kecil, dan yang utama adalah bekerja kelompok. Dari 14 orang yang hadir di hari Kamis, kami dibagi menjadi 4 kelompok. Tugas masing-masing kelompok adalah untuk mengobservasi satu profesi yang sudah dipilih masing-masing kelompok, lalu setelah mengobservasi kami mengumpulkan semua data yang sudah didapat maupun itu sebagai hal positif atau negatif. Sebelum ke bagian terakhir, setiap kelompok membuat satu ide untuk membuat karya kecil dari data-data yang sudah didapat, maupun bentuk dari karyanya adalah sebuah apresiasi atau mengajak, dan juga mengingatkan atas hal-hal yang masih perlu diperbaiki di profesi tersebut.
Kelompok saya memilih profesi ojek online, atau lebih sering disebut ojol. Kami memilih ide membuat satu kertas ukuran B5 yang berisi panduan/pengingat untuk para ojol, bentuknya seperti brosur. Awal ide ini muncul tentu dari diskusi bersama kelompok di taman Musik, namun karena masih canggung jadi hanya mengusulkan ide yang sedikit, dan setuju dengan ide brosur panduan ini. Isi dari panduan brosur ini ada 10 poin, beberapa darinya adalah para driver ojol harus selalu ingat membawa helm untuk penumpang juga, selalu bilang terimakasih, membawa jas hujan untuk penumpang, dan lain-lain. Kami memilih poin-poin ini ditulis di dalam panduan ini karena masih ada beberapa driver ojol yang masih lupa atau kurang memperhatikan keselamatan bagi dirinya dan penumpang. Keesokan harinya di hari Jumat, barulah semua kelompok membuat karyanya. Karya ini berbentuk fisik, ditulis, digambar, dan dihias oleh tangan kami sendiri menggunakan pensil warna dan pulpen warna. Walaupun komunikasi kami memang tidak banyak seperti kelompok lain, tapi kami bisa mengerjakannya dengan baik, dan masing-masing hasil tangan kami bisa saling dipahami.
Setelah selesai menambahkan berbagai gambaran dan hiasan kecil, Kami membaca lagi secara bergantian dan memikirkan apakah masih ada yang kurang. Karena kami hanya diberikan waktu 2 jam untuk mengerjakan karya ini, dan kami hampir telat menyelesaikan karya ini. Tapi pada akhirnya karya ini selesai, karena kami mempercepat menulis dan menggambarnya.
Terakhir, karya ini dipresentasikan dengan baik dan lancar. Walaupun saya masih kagok berbicara saat presentasi, namun saya mencoba yang terbaik. Sangat bersyukur karya ini bisa dipahami dengan baik oleh semuanya. Setelah presentasi selesai, saya berandai andai dan membayangkan, apa yang akan terjadi jika hal ini benar-benar terjadi jika brosur ini dibuat dan dihias dengan baik dan disebarkan kepada ojol-ojol? Apakah mereka akan selalu ingat dengan hal-hal ini yang kita buat? Berapa lama prosesnya agar mereka selalu ingat melihat kembali brosur ini? Tapi itu tidak terlalu penting untuk sekarang, karena ini masih dalam rangka MPK (Masa Pengenalan KPB), yang penting adalah ikuti dan nikmati prosesnya. Saya berharap juga brosur “Panduan Ojol Bintang Lima” ini mungkin ada yang mewujudkannya, atau bahkan mungkin kelompok kami bisa mewujudkannya sendiri,