AES 50 : Zohran Mamdani dan Perjuangan Melawan Krisis Keterjangkauan, Sebuah Visi Baru untuk Demokrasi yang Inklusif di New York
zalikasoebardjo
Tuesday February 3 2026, 12:30 PM

Zalika Ayasha Syahputri Subardjo

6092501040

 

Zohran Mamdani dan Perjuangan Melawan Krisis Keterjangkauan, Sebuah Visi Baru untuk Demokrasi yang Inklusif di New York

 

Pendahuluan

Keterjangkauan hidup menjadi krisis utama di kota-kota besar. Pada tahun 2023, rata-rata biaya sewa di New York mencapai rekor tertinggi, sehingga “lebih dari 50% penyewa menghabiskan sebagian besar pendapatan mereka hanya untuk tempat tinggal” (New York Times, 2023). Situasi ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan akan kebijakan publik yang berpihak pada kelompok rentan seolah dibiarkan berjuang sendirian melawan arus gentrifikasi yang semakin ganas.

 

Di tengah kondisi tersebut, Zohran Mamdani muncul sebagai figur politik progresif yang telah menyoroti isu perumahan, transportasi, dan layanan publik sebagai inti rencananya. Dengan pendekatan yang menekankan keadilan sosial dan keterjangkauan, Mamdani berusaha untuk mendorong perubahan struktural dalam pemerintahan kota. Oleh karena itu, esai ini berargumen bahwa Zohran Mamdani memainkan peran yang sangat krusial dalam menawarkan solusi progresif terhadap krisis keterjangkauan, meskipun dalam perjalanannya ia sangat membutuhkan dukungan fiskal serta kekuatan politik yang solid agar ide idenya bisa terwujud nyata.

 

Isi 1

Mamdani meletakkan isu keterjangkauan hidup sebagai inti dari perjuangan politiknya, bukan sekadar pelengkap saat kampanye. Ia berani menyuarakan kebijakan yang mungkin terdengar ekstrem bagi sebagian orang, seperti penerapan pengendalian sewa atau rent control yang jauh lebih ketat untuk menghentikan pengusiran paksa. Fokusnya pada perumahan publik bukan tanpa alasan, hal ini didasari oleh pengalaman pribadinya saat bekerja sebagai konselor pencegahan penyitaan rumah. Ia melihat sendiri bagaimana keluarga keluarga hancur karena sistem perumahan yang hanya memihak pemilik modal besar. Dengan mendorong pembangunan rumah yang dikelola negara, Mamdani ingin memastikan bahwa setiap warga punya tempat bernaung yang layak tanpa harus jatuh miskin.

 

Isi 2

Namun, jalan yang dilewati Mamdani tentu saja tidak semulus kelihatannya karena meskipun ide-idenya sangat menarik bagi kelompok progresif dan anak muda, kebijakan tersebut menghadapi tantangan yang sangat besar dari kalangan bisnis dan para politisi moderat. Banyak pihak dari institusi keuangan dan pemilik modal besar yang mempertanyakan dari mana anggaran untuk mewujudkan program bus gratis atau perumahan publik tersebut akan diambil. Mereka mengkhawatirkan anggaran kota dan potensi defisit yang mungkin terjadi jika kebijakan sosialis ini diterapkan tanpa perhitungan fiskal yang matang. Kritik ini sering kali datang dari sektor swasta yang merasa bahwa regulasi yang terlalu ketat pada pasar properti justru akan mematikan investasi di masa depan. Meski demikian, ide ide yang dibawa oleh Mamdani tetap harus menjadi prioritas utama dalam diskusi publik karena dia berhasil memaksa pemerintah kota untuk berhenti mengabaikan isu isu material mendasar yang selama ini sengaja tidak tersentuh oleh para pejabat lama. Keberadaan Mamdani di kursi legislatif berfungsi sebagai pengingat konstan bahwa politik seharusnya melayani kebutuhan rakyat banyak, bukan hanya mengamankan keuntungan para pemegang saham atau pengembang properti raksasa.

 

Isi 3

Namun, kita juga harus realistis bahwa ide ide besar Mamdani ini tidak lepas dari gempuran kritik, terutama dari kalangan bisnis dan politisi moderat. Banyak yang mempertanyakan dari mana dana besar untuk menggratiskan bus atau membangun perumahan publik itu berasal. Institusi keuangan seringkali meragukan kelayakan anggaran tersebut dan khawatir akan terjadi defisit besar pada kas kota. Meskipun tantangannya sangat berat, keberanian Mamdani untuk terus menyuarakan isu isu material ini tetap menjadi prioritas penting. Kehadirannya di legislatif memaksa pemerintah untuk tidak lagi abai terhadap masalah dasar yang selama ini sengaja ditutup tutupi. Ia berhasil menggeser fokus debat politik dari kepentingan elit menuju kepentingan nyata rakyat banyak di lapangan.

 

Penutup

Sebagai penutup, tantangan nyata bagi Mamdani di masa depan adalah bagaimana dia bisa menavigasi birokrasi yang susah untuk dirubah dan meyakinkan lawan politiknya bahwa investasi pada kesejahteraan publik adalah investasi jangka panjang yang paling menguntungkan bagi kota New York. Meskipun hambatan politik dan finansialnya sangat besar, kehadiran Mamdani sangatlah diperlukan untuk merubah arah kebijakan agar lebih manusiawi dan adil. Krisis memiliki rumah yang layak dan transportasi yang terjangkau. Melalui perjuangan yang konsisten dan dukungan masyarakat yang kuat, visi progresif yang diusung oleh Zohran Mamdani diharapkan mampu memberikan harapan baru bagi jutaan warga yang selama ini terabaikan dalam gemerlapnya kota besar.

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

New York Times. (2023). The record high of rent in New York City and the burden on tenants. New York Times Publishing. Diakses dari https://www.nytimes.com/2024/01/25/nyregion/nyc-rent-burden-housing-crisis.html

New York State Assembly. (n.d.). Zohran K. Mamdani, Assembly District 36. Official Website. Diakses dari https://nyassembly.gov/mem/Zohran-K-Mamdani/