Hari minggu ini aku habiskan untuk membuat rancangan pembelajaran yang akan aku buat di hari Rabu. Pembelajaran berbasis media wayang plastik, yang akan aku buat khusus untuk pembelajaran di kelompok Kecak. Entah kenapa aku menganggap hal ini bukan suatu pekerjaan yang harus diselesaikan, tapi tantangan yang harus dihadapi. Belakangan ini aku sadar betul bahwa perkembangan itu tidak ada batasnya, dan itu dengan jelas aku dengar dari Kak Ana (yang sudah mengajar sepuluh tahun lebih di smipa) dia berkata padaku "Masih pengen belajar terus di Smipa". Aku pikir beliau sangat berpengalaman dalam bidang ini, namun pada akhirnya rasa puas itu adalah racun, dan pola materi yang sama tiap tahun juga merupakan kenyamanan yang paling menggoda namun menumpulkan daya pikir. Maka dari itu mencari, menginisiasi, dan berinovasi memberikan juga memfasilatasi kawan-kawan pelajar di smipa, adalah hal yang paling utama yang harus dilakukan.
Dan hari ini aku baru saja menyelesaikan lembar kerja siswa yang aku buat sendiri. Dan iya betul, aku merasa senang, aku serasa membuat karya sendiri, dan aku tidak sabar, lembar ini diberikan kepada mereka yang nantinya akan mereka kerjakan. Oh iya bentuk lembar kerjanya adalah pertanyaan reflektif dan sungguh aku sangat senang sekali. Terus mengapa sih materi yang akan disampaikan pada hari Rabu nanti adalah tentang simulasi sosial melalui media Wayang Plastik?. Aspek yang ingin aku kejar adalah meningkatkan sense sosial siswa dan juga tingkat kreatifitas siswa berdasarkan pengalaman yang dialami. Karena nantinya akan diarahkan untuk membuat naskah cerita sederhana berdasarkan lingkup sosial yang terkecil (pertemanan). Selain daripada itu aku juga ingin menumbuhkan rasa cinta kepada kearifan lokal dengan memperkenalkan wayang sebagai karya seni tradisional dan bahan plastik memiliki pesan untuk senantiasa peduli terhadap lingkungan dengan pemanfaatan materi plastik menjadi bentuk karya seni.
Oh iya dan aku juga membuat RPP versiku sendiri yang aku beri nama LAPER (Lembar Pedoman Rizal) untuk pedoman hari rabu, agar aku tidak tersesat dalam memfasilitasi kawan-kawan kecak. Ada alasannya kenapa aku menamainya LAPER, karena aku pikir aku akan terus merasa lapar, iya aku ingin lapar mencari ilmu, lapar mengkoreksi diri, lapar dikritisi oleh orang lain, dan lapar untuk memberikan yang terbaik kepada teman-teman pelajar. Dan masih banyak ide-ide yang belum aku keluarkan. Aku pikir dalam seminggu ini aku merasakan perkembanganku, baik sebagai manusia dan pengajar yang masih belajar. Terima kasih kawan-kawan magang, kakak-kakak smipa dan orang-orang yang ada di lingkup smipa serta teman-teman pelajar smipa. Semoga senantiasa dalam kesehatan.