AES 1454 Improvement
joefelus
Thursday August 28 2025, 1:07 PM
AES 1454 Improvement

"I don't want to be more. I like who I am." Kata Po, si Dragon Warrior. Ketika dia merasa dipaksa menjadi master, menjadi guru yang harus mengajar teman-temannya. Entah sudah berapa kali saya menyaksikan filem ini. Telah menjadi salah satu dari sekian banyak filem favorit saya, semata-mata karena filem-filem ini sarat dengan pelajaran tentang hidup. Kalau benar-benar diperhatikan tentunya dan tidak hanya sekedar terbuai dalam kisah yang lucu dan seru. Kalimat di atas memang terus terngiang-ngiang di benak saja sejak entah berapa hari yang lalu. Saya catat dan belum saya kembangkan sebab harus benar-benar direnungkan.

"Pa Jo, kapan masak lagi? Saya sudah nunggu bertahun-tahun." Kata salah satu dosen di kantor Nina. Saya hanya tersenyum dan menjawab ala kadarnya bahwa sekarang saya masih belum memiliki niat untuk berbisnis. Dulu memang saya sering mengisi waktu luang saya ketika menunggu Kano di sekolah dengan membuat makanan untuk teman-teman di kampus. Dari hanya beberapa sampai akhirnya banyak sekali. Saya pernah membuat kentang panggang hingga puluhan kilogram banyaknya, dan karena semuanya merupakan pesanan, ludes dalam hitungan menit. Itu dulu cara saya untuk membayar uang sekolah Kano di sekolah Internasional yang cukup dikenal mahal jika dibandingkan dengan sekolah biasa.

"Tuh Jo, dah banyak yang nanyain." Kata Nina

Lagi-lagi saya tersenyum dan dalam hati mengulang apa yang Po, si kung fu panda katakan. "I like who I am, I don't want to be more!" Setelah bertahun-tahun saya meniti karir, bekerja di sana sini, saya masih ingin memilih untuk menikmati keseharian tanpa beban. Keliling pasar tradisional membeli kentang berkualitas dengan ukuran seragam berkilo-kilo memang menyenangkan. Pasar tradisional adalah tempat saya merasa bebas merdeka menikmati hidup. Tapi membayangkan perjalanan berkendaraan menuju tempat itu membuat saya enggan bergerak. Saya benci lalu lintas di kota Bandung. Itu salah satu alasan yang memberatkan.

Kedua, berkeringat dan berkreasi di dapur juga membuat saya merasa berada di tempat yang "membahagiakan". Seperti anggap saja bagaikan seorang pelukis yang sedang terbuai dalam suasana imajinatif dan melupakan kondisi sekitar, semacam getaway atau retreat pendek dimana kita tidak perlu berurusan dengan situasi di luar diri. Menyenangkan sekali. Hanya saja ada bedanya, jika membuat sesuatu untuk orang lain dengan suatu imbalan, kita mempunyai beban moral dimana pada dasarnya kreasi yang kita buat berdasarkan harapan dan keinginan orang lain, bukan hanya semata-mata kreasi dan kesenangan sendiri. Itu bedanya. Imbalan membuat kreasi menjadi terbatas.

Pernah nonton filem berjudul Mostly Martha, atau adaptasi versi Hollywoodnya yang dibintangi Aaron Eckhart dan Zeta Jones? Ini juga salah satu filem kesukan saya karena semata-mata mengingatkan pekerjaan saya dulu di restoran, atau filem Chef yang dibintangi Jon Favreau, Scarlett Johanson dan John Leguizamo. Nah dalam filem-filem itu digambarkan bagaimana seorang chef menghadapi konflik dimana kreasi yang sesuai dengan keinginan pribadi terbentur harapan orang lain. Pada intinya aktualiasi diri terhambat karena tuntutan dari luar.

Saya tidak menyamakan diri dengan para chef profesional itu, tapi saya ingin menekankan pada kebebasan berkreasi yang bersinggungan dengan tuntutan dari luar. Nah Itu jadi salah satu alasan mengapa saya tidak suka menerima pesanan orang lain. Jika saya boleh memilih, lebih baik saya berkreasi di rumah dan mengajak teman-teman datang untuk menikmati bersama seperti yang sering saya lakukan. Tapi itu khan mahal! Hahahaha..

Eniwei, kembali ke obrolan awal sebelum meleceng kemana-mana. Yang ingin saya obrolkan adalah mengubah comfort zone maupun status quo ke kondisi yang lebih benefisial. Ini butuh melangkah. Ingat pepatah China kuno, perjalanan seribu mil dimulai dengan langkah pertama atau kalimat asli bahasa Inggrisnya A journey of a thousand miles begins with a single step. Orang cenderung stagnan karena sangat sulit keluar dari comfort zone, orang senang mengurung diri dalam status quo yang menyenangkan, tapi sesungguhnya jika kita ingin bisa menjadi lebih, ya harus mengambil langkah pertama. Itu terjadi pada saya saat ini. Pertanyaannya, mau melangkah kemana? Soal membuat makanan itu hanyalah sekedar ilustrasi semata, mumpung bisa dijadikan contoh. Hidup memang harus mengalir, apalagi jika ingin berusaha mengambangkan diri, improvement needs actions!

Foto credit: highgear.com