Kamu pasti sering dengar kata “PPKM” lewat berita ataupun sosial media, tapi apakah kamu tahu apa itu PPKM?
Apa itu PPKM?
Kepanjangan dari PPKM adalah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, sesuai kepanjangannya PPKM adalah aturan yang dibuat pemerintah untuk membatasi kegiatan Masyarakat terutama terkait potensi kerumunan. PPKM diberlakukan untuk membendung laju kenaikan angka positif virus corona atau Covid-19. Awalnya, PPKM hanya diberlakukan di wilayah Jawa dan Bali. Namun sekarang sudah dilakukan di wilayah-wilayah lain untuk menekan jumlah kasus covid.
Perbedaannya dengan PSBB
Kalau kamu ingat, dulu pemerintah juga pernah mengadakan aturan serupa dengan PPKM yang disebut PSBB. Mungkin kamu tidak tahu perbedaan PSBB dengan PPKM, atau mungkinkah keduanya memang hal yang sama?
Ternyata kedua hal tersebut adalah hal yang berbeda, mirip tapi memiliki prosedur dan tujuan yang cukup berbeda. Pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan kegiatan untuk Jawa dan Bali. Tetapi, kali ini pemerintah tidak lagi menggunakan istilah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan diganti jadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Berdasarkan info yang saya dapatkan dari website lain yakni kompas.com
PPKM adalah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. PPKM ditetapkan tanggal 11 Januari 2021. PPKM dilakukan di wilayah Jawa dan Bali.
Sebelum PPKM, pemerintah melaksanakan PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar ) yang berlangsung di wilayah Indonesia. Tujuan diadakan PPKM adalah untuk penanggulangan Pandemi. Diadakan PPKM juga dikarenakan Pandemi Covid 19 di Indonesia. Metode nya adalah kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan massal.
Perbedaan PPKM dan PSBB adalah PSBB yaitu pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah dan diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2020 sedangkan PPKM yaitu pembatasan kegiatan masyarakat secara terbatas pada kota dan kabupaten dan tertuang dalam instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2021
Data efektif perubahan yang diakibatkan PPKM adalah kasus covid harian akhirnya dibawah 10.000 atau tepatnya 9.604 orang membaik, kasus kematian harian dibawah 1.000 orang atau tepatnya 842 orang, kasus kesembuhan 24.758 orang sembuh dari covid 19, dan kasus aktif turun dibawah 300.000 kasus atau tepatnya 290.767 kasus
Seperti yang sudah kalian lihat di judul, topik blog ini adalah tentang mencari tahu rata-rata pengetahuan dasar masyarakat tentang PPKM. Oleh karena itu saya mewawancarai orang-orang yang saya kenal tentang PPKM dan seputarnya. Beberapa saya wawancara melalui media online dan beberapa lagi secara offline. Orang-Orang yang saya jadikan narasumber berjumlah 12 orang yaitu:
Barra, Teman online / Teman sepupu (Online)
Jofa, Sepupu / Sodara (Online)
Bunda, Orang Tua (Offline)
Ayang, Keluarga / Tante (Online)
Mayang, Keluarga / Tante (Online)
Miguel, Sepupu / Sodara (Offline)
Opah, Keluarga / Kakek (Offline)
Bang Al, Sepupu / Sodara (Online)
Tante Siska, Keluarga / Tante (Offline)
Rafael, Sepupu / Sodara (Online)
Kak Mi, Guru Les / Guru Pribadi (Offline)
Ayah, Orang Tua (Offline)
Untuk memulai wawancara dengan narasumber-narasumber yang saya pilih saya memulai dengan pertanyaan simpel, yaitu tentang pengertian atau kepanjangan dari PPKM, pertanyaan dasar untuk masuk ke hal yang lebih dalam.
1.Apa itu PPKM?
Barra: Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Jofa: Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Bunda: Pembatasan ... Pokoknya sistem pembatasan agar menekan jumlah kasus covid.
Ayang: Pembatasan (lupa) PPKM itu kan supaya kegiatan-kegiatan normal selama ini itu dibatasin semuanya, jadi ada pembatasan dalam aktifitas,kerja sekolah,apapun itu dikarenakan negara kita sedang pandemi. Untuk menurunkan kasus covid.
Mayang: Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, bertujuan untuk menurunkan kasus covid 19 karena waktu itu tiba-tiba naik drastis.
Miguel: Gak tau, gak inget.
Opah: Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Bang Al: Jadi menurut bang al PPKM adalah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Pemerintah melakukan kegiatan pelaksanaan agar membuat kasus covid berkurang dan tidak membahayakan masyarakat.
Tante Siska: salah satu program pemerintah untuk meredam penyebaran covid demi keberlangsungan masyarakat. Kepanjangannya pernah tahu, tapi lupa.
Rafael: Singkatan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Kak Mi: Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat
Ayah: Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Untungnya semuanya sudah pernah tahu arti dan kepanjangan dari PPKM, karena saya saat melakukan riset sebenarnya belum tahu kepanjangan dari PPKM.
Saya lanjut ke pertanyaan ke dua yaitu tentang orang-orang yang tidak suka PPKM, pertanyaan ini adalah pertanyaan awal saya tentang proyek ini dan melahirkan pertanyaan-pertanyaan lain.
2.Apa yang membuat orang-orang tidak suka PPKM?
Barra: Mereka tidak dapat keluar-keluar jalan-jalan dengan teman-temannya lah.
Jofa: Mereka tidak dapat kerja sehingga tidak mendapatkan duit.
Bunda: Mereka kesal karena merasa kasian pada pedagang kaki lima yang mencari nafkah dipinggir jalan.
Ayang: Karena mungkin orang yang biasanya punya aktifitas tinggi menjadi harus diam dirumah dan mereka jenuh. Padahal mereka harus menghadapi itu. Padahal mereka tahu di berita kondisi sedang parah.
Mayang:
Miguel: Gak percaya corona
Opah: Mereka tidak mengerti apa maksud dan tujuan PPKM tersebut.
Bang Al: Contoh nya bang al sama temen2 bang Al, Terus beberapa temen bang al jadi susah saat belajar daring. Semenjak PPKM gini di komplek2 temen nya bang al sudah ketat. Jadi mereka tidak bisa sosialisasi, susah keluar dan dirumah jadi gak ada kegiatan. Bang al gak suka PPKM tapi bang al setuju sama pemberlakuan PPKM.
Tante Siska: Karena terdesak kebutuhan ekonomi, karena masih banyak masyarakat indonesia itu yang mendapatkan pendapatan harian. Contoh nya ojol, pedagang kaki lima dan lain-lain
Rafael: PPKM kan setau raf peraturannya emang ketat, kayak sekarang aja kalo kita masuk mall harus bawa surat vaksin. Tandanya orang-orang yang suka ngejek PPKM kesulitan, mereka tidak bebas oleh karena itu mereka jadi tidak suka PPKM.
Kak Mi: Karena mereka tidak dapat berkumpul dengan orang2, dan kegiatan mereka dibatasin.
Ayah: Paling utama karena mata pencahariannya menjadi menurun. Pendapatannya menjadi menurun. Selain itu mereka juga bosen karena tidak bisa keluar untuk aktifitas seperti biasanya.
Selama masa-masa PPKM diperpanjang berulang kali saya sering melihat orang-orang mengejek dan menyindir masalah diperpanjangnya PPKM, lalu saya penasaran kenapa banyak sekali orang yang tidak suka PPKM, saya lihat di keluarga saya tidak ada yang seperti itu, kemudian saya lebih lanjut menanyakan, siapakah orang-orang yang biasanya tidak suka PPKM?
Inilah jawaban dari para narasumber.
3.Siapa yang tidak suka PPKM?
Jofa: Yang dagang secara offline untuk mendapat penghasilan.
Barra: Hampir semua masyarakat.
Bunda: Orang-orang menengah kebawah atau orang-orang yang berdagang. Yang terdampak mereka tidak bisa berdagang karena efek PPKM.
Ayang: Mungkin seperti ojol, pedagang-pedagang ya karena ya mereka mata pencahariannya disitu kak. Mungkin kalo seperti orang kantoran mereka WFH tapi mereka tetap terima gaji sehingga keluarganya masih bisa dihidupi. Kecuali jika mereka bisa disubsidi oleh pemerintah.
Miguel:Warga yang biasa-biasa aja. menengah.
Opah:Pengusaha pedagang. Mau dagang klontong ataupun makanan. Karena penghasilan mereka berkurang.
Bang Al: Bukan nya sok tau ya, tapi kemungkinan remaja karena kadang-kadang mereka kayak gak bisa bersosialisasi di masa remaja jadi mereka gak suka PPKM, bang al juga sebenernya juga gak suka PPKM karena jadi susah keluar dan susah berolahraga.
Tante Siska: yang tidak suka PPKM tentu nya sangat banyak karena betul betul membatasi kita mencari pendapatan. Kalo yang gak suka PPKM dari lini keluarga banyak banget karena mulai jenuh belajar daring. Untuk para orang tua juga jenuh, karena betul2 harus dirumah. Karena ibu harus jadi ibu rumah tangga dan harus jadi guru juga.
Rafael: Lebih tepatnya remaja sih kak, Mungkin kalo bapak2 ibu2 mereka gak suka tapi alasannya sepertinya jelas. Misalnya kesusahan untuk hidup seperti pekerjaan dan ekonomi. Kalo remaja pengertian tentang covid dan PPKM juga mungkin gak merasa semua beritanya penting, sehingga dari singkatnya mereka mendengar, mereka melihat dan mereka alami mungkin ada kesalah pahaman. Inti nya kurang nya edukasi. Lalu remaja hawa nafsu untuk keluar nya lebih besar dari orang2 tua. Jadi mereka kalo kritik PPKM dengan pengetahuan yang terbatas.
Kak Mi: Para pedagang, Pengusaha toko, Karyawan mall.
Ayah: Rakyat menengah kebawah, yang mata pencahariannya itu didapatkan secara kontak fisik/bertemu dengan orang banyak. Yang tidak bisa dilakukan saat PPKM ini karena dibatasi.
Seperti yang saya perkirakan, pasti ada yang menjawab orang yang tidak suka PPKM adalah orang-orang menengah kebawah dan ada pula yang menjawab bahwa remaja lah yang paling banyak tidak suka PPKM karena mereka sedang di masa-masanya sosialisasi. Menurut saya keduanya benar sekali.
Kemudian saya lanjut ke pertanyaan ke empat yang pertanyaan nya seperti kembali lagi ke topik dasar, apakah anda tahu fungsi dari PPKM? Jangan sampai mereka tahu pengertian dan aturannya tetapi tidak tahu manfaatnya.
4.Apakah tahu fungsi dari PPKM itu apa?
Jofa: Agar corona tidak menyebar drastis.
Barra: Menghambat penyebaran covid.
Bunda: Menekan penyebaran covid.
Ayang: Fungsi PPKM untuk menurunkan virus covid tersebut.
Mayang: Untuk Menekan jumlah kasus dan korban covid agar kondisi tetap terkondisikan.
Miguel: Untuk mengurangi orang kena virus.
Opah: Fungsi yang paling utama adalah mencegah penyebaran penyakit dengan cepat, mencegah penyebaran penyakit terlalu cepat.
Bang Al: Pemerintah melakukan kegiatan pelaksanaan agar membuat kasus covid berkurang dan tidak membahayakan masyarakat.
Tante Siska: Akan lebih banyak korban, dengan adanya PPKM saja penambahan kasusnya masih banyak apalagi kalau tidak ada PPKM akan semakin banyak korban jiwa.
Rafael: Fungsi PPKM adalah Mengurangi kasus COVID19.
Kak Mi: Agar tidak terjadi kerumunan, memper ini memper apa ... Mengurangi kerumunan... Mencegah terjangkit virus covid. Dan mengurangi kerumunan. Jadi mengurangi kerumunan agar tidak terjangkit virus covid
Ayah: Pembatasan kegiatan untuk menurunkan penyebaran covid
Untung mereka sudah tahu fungsi dan manfaat dari PPKM, kemudian saya bertanya kira-kira apa yang akan terjadi jika PPKM tidak diperlakukan.
5.Apa yang terjadi kalau tidak ada PPKM?
Barra: Penyebaran covid semakin parah.
Jofa: Jumlah kasus covid meningkat.
Bunda:Jumlah kasus covid tetap meningkat.
Ayang: Mungkin kemarin kita tidak akan selesai kak. Mungkin tingkat covid akan makin tinggi, karena warga Indonesia sangat tidak disiplin. Ada PPKM aja ayang masih sering liat orang tidak pakai masker dipinggir jalan.
Mayang: Di Situasi kondisi seperti ini, semua juga tetap harus ada adabnya ya, tetap harus ada aturannya manusia aja tuh kita harus punya adab dan punya akhlak apalagi saat kondisi pandemi. Kebayang gak kalo covid lagi tinggi-tinggi nya terus gak ada PPKM mayang rasa semuanya akan Chaos. Gak ada pandemi aja misalnya lagi musim dbd atau penyakit penyakit yang mewabah. Orang kan kadang gak terlalu concern tentang itu. Biasanya masyarakat kita itu awareness nya muncul kalo kita udah kena. Atau relatifnya yang kena. Dan diluar adanya PPKM itu sendiri mereka akan buat aturan untuk mereka sendiri. Yang tadinya abis keluar ganti baju sekarang jadi abis keluar jadi mandi.
Miguel: Jadi kayak biasa-biasa aja (suasananya). Kasus nya jadi lebih banyak.
Opah: Kalau tidak ada PPKM rumah sakit dibanjiri pasien dan banyak yang tidak bisa diselamatkan, rumah sakit kewalahan.
Bang Al: Ya, gimana yak. PPKM kan itu untuk menjaga diri kita agar terjaga dari covid. Kalo gak ada PPKM ekspektasi bang Al mereka bakal ngerasa ah ini covid kayak gak ada apa-apanya, Jadi mereka bebas ngelakuin apa aja. Contoh nya ancol nih, pasti ancol udah banyak yang menghuni. Kalo kayak gini kan ada pencegatan kalo gak ada PPKM gak ada pencegatan jadi kalo gak ada PPKM kasus nya makin bertambah.
Tante SIska: Akan lebih banyak korban, dengan adanya PPKM saja penambahan kasusnya masih banyak apalagi kalau tidak ada PPKM akan semakin banyak korban jiwa.
Kak Mi: Makin tinggi angka positif covid nya, makin banyak yang meninggal karena kegiatan yang tidak dibatasi.
Ayah: Kiamat, waktu bulan Juli aja sudah kacau apalagi sekarang kalau sekarang, yang berobat semakin banyak dan yang meninggal semakin banyak.
Hampir semuanya berkata kondisi akan menjadi kacau.
Kemudian saya memberi pertanyaan personal yaitu apakah PPKM berdampak pada mereka yang kehidupannya bisa dibilang lumayan beruntung.
6.Apa PPKM berdampak pada kehidupan kamu, kalau iya apa dampaknya?
Jofa: Nggak
Barra: Iya berdampak, jadi tidak dapat uang jajan dan jadi jarang beraktivitas.
Bunda: Tidak ada.
Ayang: Untuk kehidupan ayang berdampak, karena diluar ayang bekerja di kantor ayang ada usaha kecil. Karena selama PPKM kita tidak boleh dine in. Jadi orang-orang yang mau beli makan lewat ojol, orang-orang juga tidak bisa memastikan ojol nya sehat sehingga banyak orang yang tidak yakin. Lalu bayar operasional, tempat dan lain-lain harus ayang cover karena uang jualan tidak mencukupi.
Mayang: berdampak karena posisi mayang kan ibu rumah tangga yang mengandalkan gaji dari suami. Banyak pengaruh nya ke mayang. Walaupun mayang masuknya ke keluarga yang beruntung.
Miguel: Berdampak, gak bisa ketemu temen, gak bisa keluar2, bosen di rumah.
Opah: Berdampak, tidak bisa praktek/tidak berani praktek.
Bang Al: Berdampak sih, contohnya tuh bang al jadi gak sering ketemu sama temen2, itu sama tugas2 mulai sulit dan kalo mau nanya sesuatu tentang tugas jadi lebih susah kalo ke guru. Karena ini lagi PPKM berdampak ke mata nya bang Al karena mata bang Al jadi pegel kalo liatin layar terus.
Tante Siska: Berdampak, karena sebagai orang tua tidak mempunyai kapasitas yang memenuhi anak belajar dengan masa waktu yang panjang. Kalau hanya untuk membantu mengerjakan tugas hanya sebentar tetapi ini berbulan2. Selain itu secara mental juga terdampak karena jenuh (selama PPKM semua dilakukan dirumah saja).
Rafael: Berdampak, satu sistem belajar saat jam belajar sekolah (daring) yang rafael alamin sendiri di sekolah, raf nanya ke kaka ya kira kira kalo kita gmeet atau zoom berguna gak( aku jelasin tentang diskusi lebih cocok di gmeet) (pengalaman dia) kalo zoom gak premium hanya bisa 40 menit, jadi disekolah raf zoom sama gmeet dipake untuk ngejelasin materi menurut raf itu berguna. Dengan adanya gmeet dan zoom lebih enak untuk mempelajari materi. Jadi sebagai pelajar berdampak banget, kalo disekolah belajar sambil bermain, tetapi dengan berubahnya menjadi daring kelas menjadi jenuh dan mati sekali. Jadi raf gak ngerasa sekolah kita sekarang ini benar-benar sekolah. Menurut raf osis secara online, raf ngeliat nih ketua osis dan wakil ketua osis, dengan perpindahan nya dari offline ke daring kan tiba-tiba banget ya. Nah kalo dari raf misalnya raf ngeliat ketos sama waketos dalam hati raf mereka sepertinya kaget. Mereka gak prepare untuk osis online. Raf ini lagi rencana mau jadi ketos, rafael lagi nyari gimana caranya osis online itu efektif. Sebenernya bisa aja dilakuin offline tapi waktu nya terbatas.
Kak Mi: berdampak karena kak mi kerjanya ke rumah anak-anak. (Mengajar) Karena kak mi biasa bekerja bertatap muka dengan muridnya. Sehingga PPKM berdampak.
Ayah: Berdampak, Yang pertama pendapatan menurun, kalo melakukan prosedur jadi lebih lama, misalnya puang dari luar rumah harus bersih2 mobil, bersih2 badan, lalu bersihkan peralatan yang dibawa seperti handphone dan sbgnya. Begitupun ketika mau berangkat harus menyiapkan APD.
Awalnya saya kira kenalan-kenalan saya akan bilang tidak berdampak karena dampaknya yang terlalu kecil untuk mereka ternyata mereka menjawab berdampak. Saya merasa beruntung karena dampak yang mereka alami tidak saya alami atau mungkin saya tidak merasa.
Kemudian saya bertanya tentang permasalahan demo/protes para pembenci PPKM. Aku ingin mengetahui apakah kenalan-kenalan saya ini mendukung atau tidak setuju dengan ada nya demo. Saya juga ingin mencari tahu apakah mereka tahu baik dan buruknya dari demo tersebut.
7.Tanggapan tentang orang yang demo?
Jofa: Gak setuju gara-gara membuat corona semakin meningkat dan malah membuat pedagangnya menunggu lebih lama untuk kembali normal.
Barra: Gak setuju karena nanti makin parah, kalau mereka mau menghentikan PPKM ngapain mereka demo, malah semakin memperparah.
Bunda: Tidak mendukung demo karena , dampak nya juga tidak berdampak. Karena kita tetap harus menaati peraturan pemerintah agar jumlah covid akan menurun. Percuma kalau demo juga bukan semakin cepat selesai tapi malah semakin parah.
Ayang:Menurut ayang ya, sebenernya ayang tidak setuju kalo ada demo karena kalo ada kerumunan itu tidak ada jarak. Disisi lain juga pemerintah memperhatikan rakyat-rakyat yang "middle low" itu yang ayang bilang makanya pemerintah harus bisa subsidi. Bansos juga dikorupsi.
Mayang: Pribadi apapun yang terbaik, jika itu bisa bikin pandemi ini cepat berakhir mayang sih dukung-dukung aja. Tapi selama ini yang mayang tau apapun yang kita demo in tidak pernah didengarkan pemerintah. Karena keputusan pemerintah pasti sudah memiliki brainstorming dll. Jadi kalau masyarakat teriak-teriak di medsos mereka ya percuma.
Miguel: Nggak bagus karena kerumunan bisa buat virusnya makin menular.
Opah: Pendemo sebaiknya ditolak kalo mau dirawat karena covid.
Bang Al: 50 ngedukung dan 50 nggak. Ngedukung karena pertama orang-orang jadi susah mencari sumber pemasukan, susah mencari makan untuk keluarganya. Gak ngedukung karena sekarang kita lagi PPKM, harus menjaga jarak jadi demo ini melanggar. Tujuan yang mau dicapai malah tidak tercapai dan malah memperlambat tercapainya tujuan tersebut
Tante Siska: Mendukung tidak, tapi normal/wajar, karena namanya rakyat pasti ingin didengarkan suara nya oleh pemerintah. yang tidak didukung adalah caranya. Karena berkumpul malah akan memperparah kondisi.
Rafael: Menurut raf, sebenernya si gak dukung pihak siapa2 si. Misalnya gini, mereka demo, kalo topik mereka benar2 penting untuk disampaikan ke pemerintah yang mungkin boleh saja tapi kalo topik nya gak penting misalnya kayak, karena PPKM kita jadi kesulitan ketemu temen gitu ya
(jadi LDR) kalo menurut raf sih gak penting.
Kak Mi: Nggak dukung, kalo demo secara langsung turun ke jalan kak mi gak dukung karena akan meningkatkan angka covid. Tapi kalau dengan cara petisi dengan mengirim surat ke pemerintah kak mi dukung. Bisa juga lewat sosial media atau lewat televisi.
Ayah: Kalo dilakukan dengan memperhatikan dengan protokol kesehatan mungkin positif tapi kalau tidak malah menjadi sumber masalah baru. Jadi cluster penularan yang baru, menambah beban tenaga kesehatan.
Seperti yang saya perkirakan, hampir kebanyakan orang tidak berpihak pada satu sisi saja, karena memang kedua sisi tersebut ada benar nya dan ada pula salahnya. Untuk pendemo yang salah nya adalah caranya dan untuk pemerintah yang salah adalah fasilitasnya. Jadi tidak perlu menyalahkan satu sisi saja menurut saya.
Pertanyaan terakhir adalah pertanyaan personal apakah mereka taat dengan aturan PPKM.
8.Apakah kamu taat dengan aturan PPKM?
Barra: Taat lah.
Jofa: Tidak, aku masih keluar kota
Bunda: Sangat taat.
Ayang: Alhamdulilah ayang taat, ayang interupsi kantor saat ppkm pertama ayang tidak pergi ke warung, (hanya liat lewat monitor) , lalu yang beli juga hanya take away. Terus yang PPKM 2 juga kita ikutin aturannya makan dibatesin kalo bisa didalem mobil. Dan yang pas ayang udah bisa masuk kantor pun ayang ikutin prokes, di kantor hanya bertiga. Warung jam 8 harus udah tutup. Terus pegawai si Anto sudah di vaksin.
Mayang: taat aturan walaupun mayang masih pergi untuk groceries ke supermarket segala macem. Tapi yang biasanya mayang pergi 1 minggu sekali jadi 1 bulan sekali atau 3 bulan sekali. Mayang juga kan penyintas covid juga. Dari kena covid sampai sekarang belum pernah keluar rumah.
Miguel: Taat
Opah: 95% taat. lupa kalo harus buka pintu tanpa masker, ada bell lupa pake masker saat buka pintu.
Abang Al: Taat iya, bang al taat untuk mengurangi kasus covid19 ini tapi diantara lain bang al tidak taat karena bang al masih harus melakukan olahraga diluar.
Tante Siska: Taat.Tidak melanggar karena kesadaran sudah memiliki keluarga.
Rafael: Taat tapi sesekali masih harus belanja ke minimarket atau super market dengan prokes (Masker Double). Tapi kalo di pasar bahaya banyak orang yang dempet2an. satu saat pernah lupa pakai masker tapi untung diingetin karena lihat ada satpam.
Kak Mi: Taat gak kemana-mana saat PPKM kecuali saat level terakhir.
Ayah: 1000% Taat.
Alhamdulillah semuanya sudah taat pada aturan PPKM, hanya melanggar kalau lupa saja/tidak disengaja.
Kesimpulannya, kenalan-kenalan saya sudah memiliki pengetahuan dasar tentang PPKM dan saya puas oleh fakta tersebut. Semoga semua masyarakat Indonesia mengerti maksud dan tujuan PPKM jika nanti diberlakukan kembali.
Daftar Pustaka
Artikel:
“Masih Belum Paham Apa Itu PPKM?”
https://money.kompas.com/read/2021/07/17/111002626/masih-belum-paham-apa-itu-ppkm?page=all
Diakses tanggal 2 september 2021
“PSBB hingga PPKM”
https://kompaspedia.kompas.id/baca/paparan-topik/psbb-hingga-ppkm-kebijakan-pemerintah-menekan-laju-penularan-covid-19
Diakses tanggal 1 September 2021
Narasumber:
Barra - Barra Alastair Prayata 24/8-2021
Jofa - Cathleen Jofa Fiorenza Knoch 24/8-2021
Bunda - Chandika Nidiasarati 24/8-2021
Ayang - Puthi Pratami Sari 25/8-2021
Mayang - Cherry Mancarani 25/8-2021
Miguel - Miguel Maliq Javier Knoch 25/8-2021
Opah - Johan Knoch 25/8-2021
Bang Al - Muhammad Al Barru Bergawa 25/8-2021
Tante Siska - Siska Ajeng Melati 25/8-2021
Rafael - Rafael Satria Bagaskara 25/8-2021
Kak Shemmy - Shemmy Pancanoorsary 26/8-2021
Ayah - Andrew Maximilian Herman Knoch 31/8-2021
Tentang Penulis
Judul: “Pengetahuan Dasar Kenalanku Tentang PPKM”
Nama Penulis Blog:
Karel Nicolaas Taverne Knoch
Social Media (instagram)
@karel_knoch
Bandung, 11 Desember 2006 di RS.Santo Borromeus
Tanggal Penayangan September 12 2021
Sekolah SMP Semi Palar
Halo Karel, itu pertanyaan-pertanyaan wawancaranya munculnya jadi nomer 1 semua. coba diperbaiki ya