AES 008 Ngomongin Politik di Kelas
adhmsm
Monday October 21 2024, 7:44 PM
AES 008 Ngomongin Politik di Kelas

Hari Senin, tepat sehari selepas pelantikan presiden yang baru, saya dan Kak Marta memutuskan untuk ngomongin politik pada sesi Circle Hour di kelas Sampiung. Kami membuka sesi ini dengan sebuah pertanyaan, "Manteman, kalian tahu enggak ada acara besar apa kemarin?" Awalnya, teman-teman sempat ragu untuk menjawab. Hingga akhirnya, ada seorang teman yang akhirnya menjawab, "Pelantikan presiden bukan sih, Kak?" Pembicaraan berlanjut, saya bertanya tentang siapa presiden kita saat ini, siapa wakil presiden kita saat ini, siapa saja tokoh yang pernah menjadi presiden di Indonesia, dan pertanyaan-pertanyaan ala C1 lain.

Sampailah ketika saya bertanya, "Menurut teman-teman, perpolitikan itu berpengaruh secara langsung atau enggak ke kehidupan kita semua?" Saya coba bercerita pengalaman saya, bahwa semasa bersekolah dulu, saya merasakan berbagai pergantian kurikulum. Cikal-bakalnya, karena pucuk-pucuk pimpinan pada bidang pendidikan yang silih berganti.

Setelahnya, teman-teman ikut menyampaikan berbagai fenomena yang juga dialami dan diketahui oleh mereka. Misalnya, tentang camilan kemasan yang kian hari kian mengecil, tetapi harganya sama. Teman yang lain bercerita tentang seorang Youtuber yang berkuliah sekaligus menjadi aktivis lingkungan di luar negeri. Pertanyaannya, mengapa Youtuber itu harus memilih bergerak dan berkuliah di luar negeri? Ada apa dengan kualitas pendidikan di Indonesia? Hal ini segendang dan sepenarian ketika ada juga teman yang mempertanyakan secara retoris, "Mengapa banyak orang justru berobat di rumah sakit luar negeri?"

Kami sekelas mencoba untuk mengait-ngaitkan kondisi perpolitikan dengan berbagai lini kehidupan, mulai dari ekonomi, pangan, lingkungan, sosial, hiburan, kesehatan, hingga pendidikan. Apakah berkaitan? Ya berkaitan. Terlepas dari usaha yang kita lakukan sebagai individu, terdapat sebuah sistem struktural yang menaungi kita, terlepas dari perkara apakah kita peduli atau abai akan hal tersebut.

Hal yang menarik dari ngomongin politik ini, saya jadi tahu bahwa teman-teman, sebagai generasi yang piawai menggunakan ruang siber internet, juga mengikuti apa saja intrik-intrik politik yang ramai beredar belakangan. Di sini saya dan Kak Marta coba untuk netral terkait isu-isu yang terjadi. Namun terkait sikap yang harus diambil, saya serahkan lagi kepada teman-teman.

Rata-rata, teman-teman di kelompok Sampiung sendiri berusia tiga belas tahun, masih ada empat tahun lagi hingga mereka bisa ikut berpartisipasi langsung dengan menggunakan hak pilihnya. Ngomongin perpolitikan yang santai dan terbuka ini setidaknya dimaksudkan agar teman-teman bisa bersiap mengambil sikap ke depannya, sebagai individu, sebagai warga negara, sebagai orang-orang yang memiliki privilese mengakses pendidikan, juga sebagai manusia yang tak lepas dari kehidupan bersosial dan berpolitik.

2024