AES01 Penitipan Anak
ranicaesara
Saturday November 5 2022, 10:55 AM
AES01 Penitipan Anak

Pernah ada di situasi: sibuk-repot-tidak punya kerabat yang bisa dititipi anak, membuat saya punya empati yang cukup besar terhadap situasi teman-teman orang tua yang sedang ada di situasi tersebut. Empati tersebut yang akhirnya juga membuat saya (dan melibatkan anak-anak) untuk mengiyakan pertanyaan "Bisa titip anakku nggak?". Sering sekali rumah kami menjadi rumah singgah untuk teman-teman sekelas anak-anak yang orang tuanya ada di situasi tidak bisa langsung menjemput atau dalam kesibukan yang tidak bisa mengambil jeda. Beberapa bahkan sempat menginap 1-2 hari dan ini seperti menjadi bagian dari rutin keluarga kami. 

Ada saatnya ketika rumah menjadi tempat dititipinya anak-anak, suasananya begitu meriah dengan derap lari dan gema tawa bersahutan di antara mereka. Namun, ada juga kalanya ketika anak yang singgah di rumah membawa suasana muram, kelabu, bahkan bingung ataupun sedih sesuai dengan apa yang dia rasakan ketika "harus pergi ke rumah Ibu Rani". 

Saya mengamati bahkan terkadang ikut terseret arus perasaan-perasaan tersebut. Anak-anak yang terimbas oleh kepelikan jadwal padat dari orang tuanya, anak-anak yang sekadar memerlukan keriuhan tawa untuk dibagi dengan temannya, atau bahkan ada yang menunggu "diomelin" oleh Ibu Rani karena belum mandi atau menunda makan. Semuanya membuat saya berkaca lagi, membuat perasaan saya ikut terluka ketika mereka dengan binar mata senang waktu kami duduk bersama untuk makan di meja makan. 

Nak....ini adalah hati Ibu. Ibumu juga pasti terluka dan sedih ketika terpaksa menitipkanmu di rumah Ibu Rani. Hatinya pun di ambang resah namun mencoba tegar karena percaya kamu akan baik-baik saja. Mungkin rasa masakanku tidak seenak ibumu, atau selimut di rumah kami tidak sehangat peluk selamat malam di kamarmu, tapi aku pun bisa ikut merasakan apa yang kamu risaukan. Bertahanlah sebentar sebelum kamu dijemput pulang. Nanti ketika sampai di rumah semoga perasaanmu menjadi lebih baik, sama dengan kelegaan kami ketika Ayah/Ibumu menjemput dengan kerinduan yang langsung terlihat di rentangan tangan yang dibentangkan. Datanglah lagi nanti ya....dengan perasaan yang lebih utuh dan bahagia. Pintu kami akan selalu terbuka, walau di saat tertentu kami terpaksa menolakmu datang karena kami juga butuh berjeda agar kami juga tetap selaras. 

Andy Sutioso
@kak-andy   4 years ago
Ini tulisan pertama yang indah sekali. Terima kasih sudah berbagi cerita. Spirit Semi Palar sungguh terasa di sini. Tentunya lingkaran kebaikan akan kembali berputar ke Rani dan keluarga. Selamat untuk tulisan perdananya. Pecah Telor di Ririungan. 🙏😊🍳
utanti10
@utanti10   2 years ago
Manis sekali Bu Ran.... Saya selalu merasa banyak kehangatan di rumah Bu Ran.
You May Also Like