Ekspektasi mungkin jadi penghalang menikmati film KKN di Desa Penari yang akhirnya tayang usai tertunda dua tahun akibat pandemi. Film garapan Awi Suryadi ini tak mengecewakan, tapi juga tak memuaskan ku sebagai pembaca kisah viral 2019 itu.
KKN di Desa Penari, seperti yang kita ketahui merupakan kisah nyata yang rumornya pernah terjadi pada tahun 2009. Menceritakan beberapa mahasiswa yang sedang melakukan KKN pada sebuah desa didalam hutan yang pada akhirnya menemukan kejanggalan-kejanggalan. Menyebabkan mereka harus mengakhiri KKN tersebut sebab hal yang tidak terduga.
Cerita film KKN di Desa Penari berjalan begitu "apa adanya". Entah apa karena cerita KKN di Desa Penari aslinya dikisahkan tersaji dalam beberapa sudut pandang, sehingga membuat satu naskah film utuh jadi sulit dilakukan. Aktor-aktor yang dibawakan juga keren-keren, dan menurut ku semua pemain dimainkan secara cocok oleh pemeran yang profesional dalam memainkannya. Dari Aulia Sarah sebagai Badarawuhi, Achmad Megantara sebagai Bima, Tissa Biani sebagai Nur, Aghniny Haque sebagai Ayu, serta Adinda Thomas sebagai Widya.
Namun overall, filmnya cukup seru dan bagus, filmnya juga dapat dieksekusi dengan baik oleh Awi Suryadi. Kekaguman saya jatuh kepada para pemainnya yang memerankan filmnya dengan baik. Terlebih pada adegan menarinya, mereka mampu memainkannya dengan teramat bagus.