Dua tahun barangkali bukanlah waktu yang panjang, sekaligus bukanlah waktu yang sebentar. Dua tahun ini saya merasa penuh dengan berbagai perasaan, sampai-sampai saya tak lagi sempat untuk benar-benar memahaminya satu demi satu. Meski ada momen-momen saya diliputi kecemasan, kegagalan, kekalahan, atau kekecewaan, tetapi saya memahami bahwa momen-momen itu tak akan pernah mengeliminasi momen ketika saya diberkahi rasa tenang, bahagia, hangat, bangga, dan lainnya.
Bagi saya, peran sebagai Kakak berarti berdiri sejengkal tangan di samping teman-teman. Dengan jarak itu, saya bisa berbincang dengan mereka, menyampaikan banyak hal, mendengarkan lebih banyak hal, tertawa bersama, serta merasakan segala yang mereka rasakan. Ada kalanya saya harus mundur beberapa langkah, memberikan ruang bagi mereka untuk mencoba, atau setidaknya berani mencoba. Sebaliknya, ada kala saya harus melangkah lebih dekat untuk bisa mendekap mereka.
Meski pada praktiknya, saya tak selalu berlaku dengan benar dan baik. Memang ketika berbicara soal keluputan dan kekeliruan yang pernah saya lakukan, seperti halnya mencari jerami pada tumpukan jerami. Namun atas semua itu saya pun telah diberi kesempatan untuk membetulkan segala yang belum betul dan merampungkan segala yang rumpang.
Pada akhirnya Kakak punya proses yang mirip sebagaimana teman-teman. Kakak perlu mempelajari berbagai persoalan, mengenali diri, mencoba untuk membenahi diri, serta bertumbuh sebagaimana proses teman-teman. Kakak perlu memahami betul bahwa semua itu adalah proses belajar yang tak akan pernah usai. Semua proses itu tentu saja melelahkan, sama halnya seperti yang teman-teman rasakan. Maka dari itu, Kakak dan teman memang seharusnya lelah bersama, sampai pada waktu untuk bisa merasa bangga bersama.
Selama dua tahun berperan sebagai Kakak, saya banyak melihat bagaimana teman-teman coba bertumbuh, bagaimana teman-teman dengan asyiknya mengekspresikan diri lewat karya, bagaimana teman-teman bersusah-susah menuntaskan olahan, bagaimana teman-teman menghadapi kegagalan, bagaimana teman-teman bangkit untuk mencoba kembali, bagaimana teman-teman bahagia dengan upayanya, dan bagaimana teman-teman melangkah untuk menggapai bintangnya. Semua itu akhirnya berbalik kepada saya. Muncul pula mimpi-mimpi kekanakan saya, sebuah mimpi yang tak benar-benar hilang setelah terkubur cukup dalam.
Di bagian hampir penghujung tulisan ini, saya menyampaikan terima kasih kepada banyak nama yang sudah menguatkan saya sepanjang dua tahun ke belakang, Kak Andy, Kak Ome, Kak Wiwit, Kak Robert, Kak Bayu, Kak Marta, Kak Laras, dan setiap kakak Semi Palar. Tak terkecuali, saya pun menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada teman-teman dan orang tua Sampiung-Tong-tong yang telah membarengi saya bertumbuh sebagai Kakak, sebagai Adhimas. Frasa "terima kasih" menjadi frasa yang saya pikirkan belakangan. Frasa ini terkesan oksimoron, "terima" dan "kasih", sebab dalam ragam tak baku, "kasih" berarti "memberi". Maka beginilah, setelah dua tahun menerima dan (coba) memberi kasih, akhirnya saya cukupkan peran saya di rumah ini. Sebagaimana seharusnya, saya memang perlu merasa cukup dengan segala yang sempat saya terima dan coba kasih di rumah ini. Terima kasih.
2026
Ah ya, terima dan kasih memang padanan kata yang saling menegasi atau saling menggenapi. Apapun itu, saya ingin berterima kasih atas kehadiran kakak di Rumah Belajar Semi Palar. Telah mampir dan menjadi bagian dari rumah yang tak kunjung usai prosesnya... Penuh pencarian dan penuh tanda tanya.
Terima kasih atas segala untaian rasa yang sempat dibagikan - yang bagi saya penuh makna dan jadi bagian penting dari proses Semi Palar.
Akhirnya kalimat : "Semua itu akhirnya berbalik kepada saya. Muncul pula mimpi-mimpi kekanakan saya, sebuah mimpi yang tak benar-benar hilang setelah terkubur cukup dalam." membuat saya paham, sangat paham bahwa kak Dhimas juga sedang berusaha menemukan bintang kak Dhimas. Saya bahagia dan mengapresiasi hal itu...
Seperti obrolan kita di pelataran PPM siang kemarin, "kapanpun kak Dhimas ingin kembali, pintu rumah ini akan senantiasa terbuka untuk kak Dhimas". Ijin mention kak @ratrikendra.
Nuhun kak dan selamat menjelajah ke dalam diri, semoga kak Dhimas menemukan apa yang kakak cari. Salam. ππΌππΏ
Terima kasih atas kehangatannya, Kak Andy. Doa baik untuk Kak Andy serta keluarga. Doa baik untuk Rumah Belajar Semi Palar.