Dua hari terakhir ini, selama akhir pekan, saya membantu Kano pindah rumah. Hari Jumat dia mendapat kunci dan Sabtu kami mulai memindah-mindahkan barang. Hanya sekitar 10 menit perjalanan dengan berkendaraan dari apartemen kami menuju apartemen baru Kano. Untungnya anak ini sudah lebih dari 2 minggu mulai mengumpulkan barang-barangnya dan dia masukkan kedalam tas-tas besar yang kami beli dari Amazon. Entah berapa liter ukurannya. Ada sekitar 5 tas yang penuh. Lalu saya bawakan juga berbagai "warisan" seperti sandwich maker, Takoyaki maker, waffle maker, panini press dan peralatan masak lainnya. Kano juga akan mewarisi 1 set pisau kesayangan saya. Pokoknya nanti Kano akan memiliki semua peralatan lengkap.
Ketika kami memindahkan barang, ternyata kamarnya sangat panas. memang di luar akhir-akhir ini suhu seperti musim panas walau saat ini sebetulnya masih di akhir musim Semi. Kano akan membutuhkan AC karena jika tidak, saya tidak yakin dia dapat bertahan tinggal di apartemennya ini. Kano memang memiliki AC portable, tapi memang sudah sangat tua dan berisik. Untuk apartemen dia, setidak-tidaknya Kano butuh 2 AC, satu untuk di kamar tidur dan 1 di ruang kerja/ruang tamu. Yang untuk di tempat tidur masih saya pergunakan. Nanti ketika akhir bulan saya pindah, Kano baru bisa menggunakannya. Untuk menunggu sepertinya terlalu lama. Kano memutuskan untuk membeli seperangkat yang baru di Bestbuy. Kami ke sana dan Kano menemukan yang dia sukai dengan ukuran dan kekuatan memadai. Nah, Sabtu sore perangkat AC portable sudah dapat mendinginkan ruangan.
Kano juga membutuhkan banyak perabot lainnya seperti coffee table, working desk, rak buku, rak sepatu dan lainnya. Kursi-kursi untuk sementara menggunakan kursi lipat untuk di taman yang saya miliki. Cukup memadai dan nyaman digunakan hingga nanti Kano dapat memperoleh yag baru. Sesudah AC berfungsi kami berkendaraan ke Target, sebuah supermarket besar yang menjual berbagai macam perabotan rumah tangga. Kano membeli screen dan mat untuk bathtub. Lalu kami nanti akan ke IKEA untuk membeli perlengkapan lain.
Kami pergi Minggu pagi, butuh waktu sekitar 1 1/2 jam ke IKEA. Kano sudah memiliki daftar barang apa saja yang dia butuhkan. Ada beberapa tempat sampah, meja kerja, coffee table, rak sepatu dan rak buku. Itu yang kami peroleh dan untung saja Jeep yang kami gunakan mampu memuat semua barang itu. Ditambah makan siang, lebih dari 6 jam kami habiskan untuk belanja. Maklum IKEA ada di luar kota, perjalanan pulang pergi saja sudah memakan waktu 3 jam.



Tiba kembali di Fort Collins, kami langsung mulai merakit meja kerja. Untung saja Kano sudah memiliki AC sehingga kami dapat bekerja dengan nyaman. Oh ya, Kano mendapat hadiah karpet dari sahabat saya, dan besok ada sebuah karpet besar lain yang dapat Kano peroleh dari sahabat saya yang lain. Anak ini memang banyak yang memanjakan hahaha..
Ini baru masa-masa awal. Masih banyak yang harus kami kerjakan dalam upaya pindah rumah. Besok Kano masih harus membeli beberapa perlengkapan lain, mengurus internet, merakit rak buku dan coffee table. Masih butuh beberapa hari lagi sebelum semuanya beres. Ini pengalaman yang seru.
Dalam perjalanan kami banyak ngobrol, Kano dan saya ditemani seorang sahabat yang dulu lulusan ITB. Saya bernostalgia jaman pindah kost ketika masih mahasiswa.
"Anak jaman sekarang tuh enak ya. Pindah rumah cari perabotan pergi ke IKEA. Coba jaman kita dulu. Jenengan dulu cari meja dan rak buku dimana?" Iseng saya tanya, sebab saya tahu dulu di mana saya membeli barang-barang itu.
"Balubur!" Kata sahabat saya ini.
Kami berdua tertawa terbahak-bahak sambil kembali membayangkan masa lalu.
"Saya membawa meja yang dibuat dari bekas kotak sabun itu ke tempat kost naik motor Hahahaha...!" Cerita saya sambil masih terbayang yang dulu saya lakukan. Meja dipangku dengan kaki-kakinya berada di samping kiri dan kanan tubuh saya sambil mengendarai motor. Pindah rumah memang sama sekali jauh dari menyenangkan tapi jika kembali dibayangkan, memang seru!