Sepulang kerja saya pergi berolahraga bersama teman-teman kantor. Walau semalam sebelumnya saya agak terganggu tidurnya, tetap tidak mau kehilangan kesempatan untuk berlatih sebelum mengikuti lari di kampus hari Sabtu nanti.
Olahraga ternyata berjalan dengan lancar, bahkan saya begitu bersemangat dapat menyelesaikan 4 miles atau sekitar 6.4km dalam waktu 40 menit. Itu bagus sekali karena biasanya saya baru menyelesaikan sekitar 50 menitan bahkan kadang sampai 1 jam. Tubuh lelah tapi jika disertai dengan semangat yang tinggi, akhirnya berhasil juga. Karena begitu lelah, saya memutuskan menghabiskan 20 menit terakhir dengan masuk ke steam room. Lumayan! Katanya steam room maupun sauna mempunyai banyak manfaat seperti melancarkan sirkulasi tubuh, menurunkan tekanan darah, mengurangi stress, meredakan hidung mampet, meningkatkan kesehatan kulit serta membantu memulihkan tubuh setelah berolahraga, melongarkan kekakuan pada persendian, membakar kalori bahkan meningkatkan immune system dan membuang racun. Nah karena mengetahui ini, saya menghabiskan waktu cukup lama di sana. Tubuh langsung seperti berkeringat menetes-netes, mungkin campuran antara keringat dan uap karena saya sampai hampir tidak dapat melihat apa-apa saking penuhnya uap di ruangan.
Duduk di kamar uap itu bisa saya manfaatkan sambil bermeditasi. Pertama memang harus mengatur pernapasan yang terganggu dengan uap yang sangat pekat, tapi lama-kelamaan tubuh dan pernapasan dapat menjadi teratur, dan saya bisa terlelap dalam keheningan. Saya tidak mempedulikan orang yang keluar masuk ruangan, pikiran begitu jernih dan kelelahan saya berangsur-angsur tidak terasa lagi.
Sesudah keluar dari kamar uap, saya melihat jacuzzi hampir kosong. Tidak ada salahnya saya pijat sedikit, pikir saya. Jadi perlahan-lahan saya berjalan ke kolam air panas kecil yang terlihat air menyembur dari dinding-dinding kolam itu dengan kekuatan besar. Semburan itu sangat menyenangkan untuk memijat tubuh. Saya duduk di situ sambil memposisikan tubuh agar semburan air memijat bagian-bagian punggung tertentu, juga betis dan kaki yang sering saya siksa ketika berlari. Nikmat sekali.
20 menit berlalu tanpa terasa. Saya bergegas mandi karena saya tahu tidak lama lagi Nina akan menjemput. Benar saja ketika mengeringkan badan, ada pesan masuk yang mengatakan bahwa Nina sudah menunggu di area parkir. Segera saya berpakaian dan menjejalkan pakaian kotor ke dalam tas olah raga dan bergegas keluar. Sesudah berada di luar kompleks olahraga, saya baru sadar bahwa jam tangan saya ketinggalan. Paniklah saya karena itu jam kesayangan yang selalu membantu saya menghitung langkah, menerima notifikasi jika ada pesan, email masuk bahkan jika ada telepon. Nah saya bergegas kembali ke ruang locker dan kamar mandi. Ternyata kamar mandi ada yang menggunakan. Mau tidak mau saya menunggu dengan was-was. Sudah lebih dari 15 menit yang lalu saya menggunakan kamar mandi ini, jadi bisa saja sudah ada beberapa orang yang menggunakan fasilitas itu.
Seorang mahasiswa keluar. Langsung saya bertanya apakah dia melihat sebuah jam tangan di dalam. Dia tersenyum sangat ramah dan berkata bahwa ada sebuah jam tangan di dalam dan dia biarkan tergeletak di situ tanpa disentuh. Dia masuk ke dalam lalu keluar dengan jam tangan kesayangan saya. Jika ada telepon genggam di sini yang tertinggal biasa dibiarkan atau diberikan ke petugas karena percuma. Jika dilaporkan maka telepon tersebut bisa diblokir dan hangus tidak dapat digunakan lagi, entah kalau di Indonesia hahaha.. orang Indonesia khan sakti-sakti selalu bisa menemukan jalan. Di sini tidak, jadi memang orang-orang bisa seenaknya menaruh telepon tanpa khawatir ada yang mengambil. Saya tidak tahu apakah jam tangan digital juga begitu. Setahu saya memang mempunyai nomor IMEI juga. Tapi itu tidak masalah karena saya sudah menemukan kembali karena anak-anak di sini ternyata jujur dan tidak tertarik pada barang orang lain. Atau memang kebetulan? Saya tidak tahu dan juga tidak mepermasalahkan apakah pendapat saya benar atau tidak, yang penting kedepannya saya harus lebih berhati-hati.