AES036 Aku Untuk Aku (Sebuah Dialog Yang Melewati Ruang dan Waktu)
Rizalk47
Tuesday March 25 2025, 9:00 PM
AES036 Aku Untuk Aku (Sebuah Dialog Yang Melewati Ruang dan Waktu)

Aku awali tulisan ini dalam sebuah renungan yang amat dalam. Siapa aku? Rasa-rasanya pertanyaan itu menjadi sering aku tanyakan kepada diri sendiri. Krisis eksistensial? Tidak tau juga, mungkin aku hanya butuh rehat dari semua kepenatan yang aku alami. Mudah sekali pikirku apabila kita memiliki konflik dengan orang lain, jelas aku berada di pihak yang mana bukan? Tetapi apabila konflik dengan diri sendiri? Siapa yang akan aku bela? Bentuk idealisme seperti apa yang harus aku yakini? Atau mengikuti arus dan bertunduk pada realitas yang ada?. Aku hidup dalam keraguan yang amat ragu, setiap langkah aku selalu mempertanyakan, setiap keputusan aku juga pasti akan mempertanyakan. Namun akhir-akhir ini aku terbantu oleh ruang yang aku miliki sendiri, tidak buruk juga bercerita ke papan kunci dan layar komputer lipat, membiarkan jariku menari diatasnya, merangkai kata demi kata menjadi sebuah kalimat utuh dan tiap paragraf yang menyajikan narasi remehku. Bahkan aku hampir tidak peduli siapa yang akan membaca tulisanku, yang aku pedulikan adalah tulisanku ini adalah bentuk keresahanku yang mengendap di hati, dan aku tuangkan dalam medium ini. Dan mungkin ada sedikit pengharapan dimana tulisan ini akan menjadi dokumentasi abadi, yang suatu saat nanti akan aku akses, atau orang lain yang memang penasaran terhadap diriku. Setelah aku tiada di bumi ini, tulisan ini akan menjadi saksi abadi, sebuah dialog yang melewati ruang dan waktu. 

Apa Kabar Rizal 2035?

Sebenarnya ini bukan pertama kali aku berdialog denganmu di masa depan. Pada saat aku SMA pun aku pernah berdialog denganmu, iya diriku yang sekarang, banyak hal yang masih sama, dan pengharapan yang diharapkan Rizal di masa SMA, masih saja hanyalah angan-angan, dan yang tersisa hanyalah aku, yang mulai sadar terhadap pahitnya konsep realita. Dan izinkan aku di tahun 2025 ini berdialog dengan dirimu yang ada pada 2025. Tulisan ini akan berharga, aku yakin itu, jika memang kau panjang umur, kau akan cukup waktu untuk membuka kembali tulisan ini. Apa kau sudah beranak pinak? Atau orang tua mu sudah bahagia? Apa kamu bahagia? Kalau-kalau di masa nanti tidak ada yang menanyakanmu tentang itu, aku yang akan selalu bertanya padamu, karena semenjak kau lahir, akulah yang selalu membersamaimu. Apa tahun 2035 kondisimu sudah membaik? aku harap begitu Zal, semoga kau hidup dalam kebahagiaan yang kau dambakan, sudah mulai mengurangi stress yang kau buat sendiri, mengurangi keluhan yang tidak penting, dan yang paling utama kau bisa mengatur waktu, emosi dan uang. Apakan enak menjadi dewasa? Atau umurmu saja yang besar, tapi mentalmu terjebak di umurku yang sekarang. Oh iya, katanya umur 27 itu harus mengambil keputusan yang akan berpengaruh kepada dirimu, apakah keputusanku punya dampak besar untukmu? Yang kini hidup di tahun 2035. Semoga demikian yah. Aku disini baik-baik saja, merajut hari demi hari dengan pengharapan yang mulai menipis, namun aku masih semangat untuk mengubah keadaan. Maka untukmu, bersuka citalah.

Permohonan Maaf Untuk Rizal 2017

Halo! diriku. Aku tak menyangka seragam putih abu-abu yang sering kau kenakan kini menjadi warna dari hidupku sekarang, begitu tidak jelas. Permohonan maaf yang paling besar aku ucapkan, dimana anganmu kini telah bersemayam, tertidur di inti bumi yang paling dalam. Aku tidak bisa memenuhi harapanmu, impianmu masih kupelihara, namun kadang tidak terurus, ia kering dan lapar, tak sempat aku beri makanan atau sekedar nutrisi yang pas pun tidak. Dulu kau mungkin tidak akan pernah tau hidup setelah lulus SMA akan seperti apa. Aku masih ingat wajah antusiasmu datang ke perpustakaan meminjam buku-buku balai pustaka, dengan kepala yang dipenuhi imajinasi dan cerita romansa tak terhingga. Lalu kini apa yang tersisa? Aku pun mempertanyakan itu Zal. Terserah apakah kau mau memaafkanku ataut tidak, yang jelas kau harus banyak bersyukur, bahwa pencapaian terbesarku sekarang adalah hidup, bukan status kekayaan atau apapun itu. Aku bisa hidup sampai detik ini pun itu merupakan pencapaian. Dan aku merasa menjadi orang yang paling kaya, ketika aku masih sempat makan bersama dengan Bapak dan Mamah, walau tanpa meja makan, hanya alas dan duduk bersila. Aku masih berusaha kok untuk mengubah semuanya, tenang saja, aku tidak diam.

Ya Sudahlah

Ketika mimpimu yang begitu indahTak pernah terwujud, ya, sudahlahSaat kau berlari mengejar anganmuDan tak pernah sampai, ya, sudahlah

Hm-hm-hm

Apa pun yang terjadiKu 'kan selalu ada untukmuJanganlah kau bersedih'Cause everything's gonna be okay









Lagu Bondan Prakoso & Fade2Black ‧ 2010







You May Also Like