AES 808 Ke Gunung
joefelus
Thursday August 10 2023, 11:31 AM
AES 808 Ke Gunung

Pagi ini saya tidak ke kantor tapi berkumpul di salah satu tempat parkir di mana di sana sudah menunggu 3 buah bus besar yang akan membawa hampir semua karyawan menuju Mountain Campus, bagian dari kampus CSU tapi berada sekitar 1.5 jam perjalanan ke gunung. Rencananya di sana akan mengadakan acara semacam team building, dan beristirahat dari tugas rutin yang kami semua lakukan.

Mountain campus berada sekitar 9000 kaki di atas permukaan laut, atau lebih dari 2700 meter di atas permukaan laut, jadi memang bagi mereka yang tidak terbiasa berada di elevasi setinggi itu akan megap-megap dan sakit kepala karena udara lebih tipis. Kampus yang terletak di bentangan area seluas hampir sebesar 650 ribu hektar memang memiliki pemandangan yang sangat indah.

Di salah satu puncak gunung masih ada lapisan salju, walau saat ini sudah berada di tengah-tengah musim panas, di puncak itu malah ada hamparan yang disebut mummy karena bentuknya seperti sarkofagus. Terlihat banyak padang yang sangat luas terbentang hingga cakrawala yang dipenuhi pohon pinus jauh di ujung. Ini pemandangan yang jarang dapat ditemui jika tidak pergi ke luar ke daerah terpencil. Ada sungai kecil mengalirkan air yang sangat jernih. Beberapa teman saya malah meniup pelampung dan duduk di situ mengikuti arus sungai yang sangat dangkal tapi deras. Mereka menyebutnya tubing, walau tidak menggunakan ban mobil yang lazimnya digunakan untuk kegiatan outdoor ini. Beberapa orang malah menggelar kain dan duduk membawa bekal minuman. Beberapa orang lain sibuk memancing ikan trout. Aturan di sini, ikan yang terpancing harus dikembalikan lagi ke sungai. Catch and release, begitu aturannya.


Saya lebih memilih jalan kaki menikmati udara sejuk dan pemandangan indah sambil mendengarkan lagu. Sangat menyenangkan menjauh sejenak dari keramaian dan rutinitas serta menyendiri dengan alam yang menyegarkan. Beberapa ekor elang terbang di angkasa berputar-putar. Beberapa ekor chipmunk kecil berwarna coklat dengan beberapa garis berlarian bahkan ada yang berani mendekat dan berdiri dengan kaki belakangnya. Matanya yang besar seperti bertanya apakah saya mempunyai makanan untuknya . Saya tidak memberi makan, aturan memang tidak memperbolehkan itu.


Satu hal yang saya sukai adalah di daerah itu sama sekali tidak ada sampah. Saya tidak melihat satupun. Aturan mengatakan "Do not leave a trace" Jangan meninggalkan apa-apa. Tiba-tiba saya tertarik pada sebuah monumen kecil, tidak lebih dari 1 meter tingginya. Ada sebuah memorial di situ yang mengatakan pada tahun 1943 ada sebuah pesawat bomber B-17F yang jatuh di situ. Ada sederet nama korban yang tercatat di sana.

Saya terus melanjutkan perjalanan saya. Berjalan kaki sambil melamun. Sesudah hari ini saya punya 3 hari lagi untuk bekerja sesudah itu saya harus berhenti karena ijin saya habis. Tak apa, associate director saya sudah mengirimkan email bahwa beliau, lalu boss saya, Pejabat di HR dan bagian Payroll sudah berdiskusi dan menyiapkan jika dokumen saya selesai mereka akan segera mengaktifkan saya kembali. Wah, saya tidak menyangka bahwa ternyata mereka care terhadap keberadaan saya di pekerjaan. Itu begitu menyejukkan.

Saya terus berjalan membiarkan pikiran melanglang buana. Menyadari bahwa saya saat ini sendirian tapi merupakan bagian dari semesta yang menakjubkan ini.

You May Also Like