Kendala terbesar saat ini yang saya rasakan adalah soal kenyamanan. Memang betul urusan nyaman atau tidak seringkali terbatas pada masalah persepsi. Kenyamanan itu relatif, tergantung pada kemampuan kita untuk dapat beradaptasi dan menerima kondisi yang ada. Tanpa itu memang agak sulit.
Nyaman bisa berarti bahwa segala kebutuhan dasar terpenuhi, lalu kita merasa terpuaskan dan timbul perasaan senang dan nyaman. Jika ada salah satu kebutuhan yang terhambat, rasa puas itu akan berkurang lalu berkurang juga rasa nyaman,
Definisi nyaman berbeda pada setiap orang. Rasa nyaman juga tergantung pada preferensi. Itu menurut saya loh, saya tidak tahu jika secara teoritis atau empirik bagaimana. Dalam ilmu sosial bisa saja berkata lain, yang saya utarakan di atas adalah berdasarkan permenungan dan juga pengalaman. Menurut saya setiap orang mempunyai standar kenyamanan masing-masing. Sesuatu yng berlebihan belum tentu membuat orang nyaman, juga sebaliknya segala sesuatu yang kurang, tentunya juga membuat tidak nyaman. Untuk satu orang bisa saja cukup nyaman tapi bagi yang lain belum tentu.
Saya ingat ketika di jaman mahasiswa dan saya menumpang pada seseorang di daerah yang sangat sulit air. Sumurnya kering dan hanya menghasilkan 1 atau 2 ember sehari dan itupun berwarna kekuningan dan berbau besi. Saya tidak nyaman. Tentu saja begitu karena mandi merupakan salah satu kegiatan basic yang sangat saya perlukan minimal 2 kali sehari dan itu tidak terpenuhi. Bagaimana saya bisa mandi karena saya hanya menumpang dan air tentunya diprioritaskan pada kebutuhn tuan rumah. Saya tahu diri, sehingga sering kali menggunakan air hanya untuk cuci muka dan sikat gigi. Saya lebih sering numpang mandi di tempat kost teman atau salah satu keluarga saya yang tinggal di tengah kota bukan dipinggiran seperti saya. Rasa bahagia luar biasa langsung saya rasakan ketika berjumpa dengan bak mandi yang penuh dengan air. Saya bisa mandi dengan nikmat dan tubuh terasa segar. Nyaman!
Nah saat ini saya dihadapkan pada kondisi yang belum mencukupi kebutuhan. Rumah sudah terlalu lama terbengkalai sehingga membutuhkan sentuhan ahli agar dapat berfungsi dengan normal. Saya kehilangan rasa nyaman. Karena kurang nyaman, proses adaptasi saya juga agak terhambat.
Mengembalikan ke kondisi yang normal dan memadai membutuhkan waktu. Dalam waktu dekat saya akan berhubungan dengan seorang ahli yang akan membantu saya memperbaiki kondisi yang ada. Pada saat yang bersamaan pula saya berusaha menyediakan moda transportasi yang memadai sehingga saya bisa menjamin mobilitas dan tidak tergantung pada orang lain. Saya juga butuh surat-surat perijinan yang mudah-mudahan semua akan dapat terselesaikan besok. Mudah-mudahan saja kondisi dapat segera diperbaiki sehingga saya bisa dengan leluasa menjadikan rumah kota kelahiran saya sebagai tempat yang nyaman.
Foto credit: picnbooks.com