Malam
Ketika malam tiba
Ingin kusumpahi semua peristiwa
Yang telah berlalu
Dalam takdir yang masih saja tabu
Hujan masih terlihat malu
Padahal duka yang kurasa
Tidak bisa kusembunyikan begitu saja
Ia berkeliaran dalam rona warna yang kelam
Aku hanya bisa terdiam
Menyaksikan sepi yang begitu ngeri
Telingaku tersumbat oleh rasa khawatir
Perihal hari esok yang aku jalani
Kini aku diancam sepi yang kusaksikan
dan berdiam masih saja bukan suatu jawaban
aku pasrah menjalani kutukan
yang aku sebut kehidupan
-------------------------------------------------------------------
Damai
Damai kami sepanjang hari
Mengiris janji yang menyentuh hati
Janji perihal hari esok
Yang gambarannya muram
Kusaksikan kedamaian di sudut bangunan itu
diantara tihang bendera dan bangku kosong
jiwa-jiwa muda melantunkan nada
membuatku lupa tentang segala fana
Kusaksikan kedamaian itu
Di jam pulang sekolah
jiwa-jiwa muda menyanyikan lagu warna
dan orang tua sibuk mengawasinya
dengan senyum lebar
menatap masa depan yang pasti
dari lantunan nada yang terharmonisasi
Kusaksikan kedamaian itu
di depan televisi
sambil menunggu kumandang adzan
obrolan-obrolan tak penting
menjadi harta karun yang terselip
selagi kita membayangkan masa depan
Ibu telah duduk di depan kudapan