Beberapa bulan ini aku sedang cukup sibuk, menyiapkan diri untuk menempuhi, membuka bagian bab baru kehidupanku. Sering terlintas pada pikiranku untuk membuat AES, namun sulit menyempatkan waktu, merenung membuka pikiran pada akhir-akhir ini.
Kemarin, aku berkesempatan ikut camping pramuka. Tak kusangka, ternyata itulah yang benar-benar kubutuhkan, sejenak melepas penat dari kekacauan Bandung. Untukku momen pengalaman, selalu dekat pada hati, beliau memiliki tempat spesial dalam diriku. Lebih dari biasa apresiasiku untuk cerita-cerita kemarin. Hidupku 2 bulan terakhir terasa sangat rata, merasakan menjadi murid SMA biasa, belajar berjuang menggapai nilai ujian tinggi.
Malam ke-2 aku memutuskan stargazing, di tepi telaga, ditemani api unggun setengah mati, 2 teman yang sudah tertidur pulas, dan Ara, kita berceloteh sedikit tentang isi otak, teman, dan banyak tentang bintang. Sudah lama aku tidak merasakan perasaan tersebut, sulit di ceritakan. Kayanya aku melepas beberapa air mata dalam sleeping bag, air mata rasa lega, melepas melupakan semua tekanan hidup, seolah perlahan luruh.
Aku sedikit iri dengan Flavi kecil, imajinasiku tidak seliar dulu terkekang oleh fakta dan realitas. Aku dulu punya cita-cita jadi astronot dan menapakan kaki di bintang, kayanya kalau memahami hal itu tidak mungkin dilakukan akan sedih. Namun, mungkin bukan itu intinya. Bukan soal bisa atau tidak, tapi tentang bagaimana aku dulu berani bermimpi.
Setiap petualangan selaluku ingat, menjadi cerita berkesan di nanti hari, tapi aku yakin cerita kemarin akan menjadi salah satu yang memiliki kesan berbeda.
Bintangku mungkin jauh, tapi langkahku menuju ke sana tak akan berhenti.
Telaga Bodas ~ 2025