Cahaya datang seketika, pandanganku terganggu, tidak bisa melihat-apa apa selain cahaya menyinari pandanganku. Menggerakan tubuhku berat sekali, yang kubutuhkan adalah istirahat sejenak. Tertidur dan bangun kembali terasa sangat cepat, pandanganku semakin baik, ku bisa menggerakkan siripku.
Merasa lapar aku mencari makan, lumut-lumut di bebatuan dasar kolam sangat enak dan banyak nutrisi untuk tubuhku berkembang. Hidup dengan teman-temanku yang asik, dan bermain bersama. Tapi mereka lama-lama menghilang. Kemana mereka pergi? Tak tahu.
Teman temanku hilang satu per satu tak disadari. Kemana mereka pergi? Mengapa mereka pergi?
Tidak ada teman, sendiri di perairan ini. Aku pergi mencari teman-temanku. Hari demi hari ku berenang sekuat tenaga hingga aku lelah. Tapi pantang menyerah aku terus mencari. Di tengah jalan aku mencium wangi makanan terenak yang pernah ku cium. Sangat lelah dan lapar aku ingin istirahat dan makan makanan itu.
Sangat wangi, ku berenang lebih cepat. Di sana lah aku bertemu makanan dari surga. Tidak tahu apa itu, bentuknya seperti gumpalan tanah tapi wanginya tidak bisa dijelaskan. Aku mencicipi makanan itu dan benar saja, wangi tidak menghianati rasa. Tetapi ada sesuatu yang keras dan dingin di tengah makanan ini. Apa itu?
Seketika mulutku terkait dan badanku tertarik. Kaget dan panik, aku berusaha berenang mengarah ke arah yang berbeda dari tarikan ini. Aku melawan dan terus melawan tidak ingin mati dan ingin bertemu teman-temanku.
Lelah.
Tidak berdaya aku pasrah dan membiarkan siapapun yang menarik mengambil nyawaku. Tidak ada harapan, disitulah aku siap untuk tidur selamanya.
Terbangun. Di sini aku sangat kaget, di sini tempatnya kecil tapi ada teman-temanku berkumpul. Rasa airnya tidak segar tapi aku sangat senang bisa bertemu teman-temanku di sini,
di supermarket.