AES089 - Nyanyian Sang Angin
Ara Djati
Sunday December 22 2024, 9:31 AM
AES089 - Nyanyian Sang Angin

Hembusan angin adalah sesuatu yang selalu kucintai. Aku senang merasakan belaian lembutnya membawa semangat ke dalam diriku, atau sepoinya mengantarku tidur. Aku senang membiarkan rambutku berkibar dalam gemuruhnya, menikmati terpaannya yang kutabrak saat naik sepeda kencang-kencang.

Angin selalu membuatku bangun, segar, hidup. Aku jadi lebih senang, lebih damai. Kalau aku sedang mati ide, aku keluar rumah dan berangin-angin. Rasanya seperti jadi tokoh film. Semuanya begitu romantis dan penuh gairah. Apalagi kalau aku menyetel lagu di dalam kepala — hari yang menyebalkan bisa langsung jadi indah.

Aku tidak pernah naik motor pakai jaket (kata ibuku: cari penyakit!). Aku paling senang merasakan angin bersemilir, bersiul di sekitar kupingku. Apalagi kalau di jalan layang! Itu kenikmatanku yang paling nikmat — pulang ke rumah setelah hari yang menyenangkan, naik gojek, melihat matahari tenggelam menaungi Bandung, mendengarkan angin deras di sekitar kepala dan tubuhku.

(Tapi aku harus hati-hati dengan barang bawaanku di jalan layang. Waktu itu bendera regu pramukaku, yang sudah diturunkan antar-generasi, terbang lepas di jalan layang dan hilang selamanya. Sampai sekarang regu kami jadi bahan tertawaan karena insiden itu.)

Angin adalah sesuatu yang menyenangkan. Berbeda dengan elemen lainnya, dia tak kasat mata. Kita hanya bisa melihatnya lewat interaksi. Ekor layangan yang berkecepak riang di langit biru, atau hujan angin deras, atau pasir dalam angin puyuh, atau jemuran yang terbang, atau daun yang menari. Itu yang membuat angin begitu asyik dan puitis. Dia misterius, tapi juga nyata. Dia bisa terasa dengan panca indera dengan cara yang unik. Dia bersuara! Lewat celah-celah tebing, dia akan bergema dengan agung. Aku sering penasaran tentang apa dia bernyanyi. Nyanyian dari jutaan tahun. Pasti begitu banyak yang ia ketahui dari usianya yang panjang. Andaikan aku bisa berbicara padanya, mendengarkan nyanyiannya, berkisah padanya dan mendengar lantunan nasehatnya. Mungkin suatu hari lagi aku akan fasih berbicara dengan angin.

You May Also Like