Senja dan Syukur
Sore ini, aku menutup hari dengan rasa syukur
Meski lelahku mungkin bagi yang lain hanyalah gugur
Mungkin sabarku, bagi mereka, adalah seutas harapan
Yang tumbuh diam-diam di antara kepenatan
Kulepas pandang pada ikan-ikan kecilku yang riang
Masih berenang tenang di beningnya kolam lapang
Mereka tak tahu apa-apa, tapi cukup membuatku senang
Bisa berbagi, walau hanya remah yang lebih kecil dari butir karang
Ada rasa damai saat kutaburkan serpih makanan
Ada harap agar mereka tumbuh dalam kehangatan
Karena merawat makhluk kecil pun adalah cinta
Yang tak bersuara, namun bermakna
Belakangan ini, aku mencoba banyak hal dengan pelan
Meyakini bahwa keberanian adalah awal dari jawaban
Kalaupun tak semua berujung pada keberhasilan
Aku tetap bangga, karena telah melawan keraguan
Hari-hari baru datang bersama wajah-wajah asing
Orang-orang yang hadir, seperti potongan gambar yang mesti kucocokkan dalam bingkai seimbang
Satu demi satu, kupahami bentuk dan warnanya
Menyelami karakter yang tersembunyi di balik katanya
Ternyata hidup memang teka-teki yang memintaku bersabar
Membaca makna, bahkan dari hal-hal yang samar
Namun aku belajar, bahwa selalu ada terang di sela gelap
Selalu ada kebaikan yang setia mengikuti jejak
Dan hari ini, kututup dengan tenang di bawah langit yang temaram
Bersama syukur, harap, dan semangat yang tak pernah padam