AES29 Dongeng Part 2
Setelah kurang lebih 10 tahun mencari keberadaan sang legenda mereka mulai menyerah, selain karena jumlah pasukan yang semakin mengurang akibat perang di tengah jalan, populasi mereka juga semakin sedikit. Pada suatu hari seorang anak berumur 13 tahun, menemukan sebuah buku, karena mereka tidak memiliki penglihatan buku menjadi sia sia. Bahkan ia tidak tahu apa itu beda yang sedang ia pegang,namun dia percaya bahwa buku itu nantinya akan berguna, entah itu akan dibakar untuk jadi penghangat atau suatu hari nanti ia akan mengetahui apa benda tersebut dan mengetahui fungsinya.
Seseorang yang memiliki rambut pendek berwarna hitam dan kira kira berumur 20 tahun berlari dalam kegelapan, tanpa rasa khawatir bahwa ia akan menginjak jebakan di hutan. Dia berlari semakin kencang. Hingga akhirnya ia terpojok di sebuah goa. Namun untungnya dia menemukan jalan seperti tambang kebawah. Ia pun menuruni tambang tersebut dengan menggunakan tali yang seadanya. Ia terjebak di dalam goa selama seharian penuh, pada akhirnya ia memberanikan dirinya untuk naik dan mencari makanan. Dalam 1 jam dia sudah bisa membuat api dan memasak kelinci yang sudah berhasil ditangkap. Tak lama setelah ia makan ia langsung pergi meninggalkan api tersebut, ia lari ke pegunungan.
Tak lama kemudian tim pencari menemukan bekas api tersebut, mereka dapat mengetahui bahwa belum lama orang telah meninggalkan tempat ini. Tim pencarian akhirnya memutuskan untuk pergi mencari siapa orang tersebut, mereka berdasarkan bau dan jejaknya, meskipun mereka tidak bisa melihat mereka bisa merasakan dan mencium baunya.
Seorang yang berumur sekitar 20 tahun tersebut kembali kerumahnya, dan pergi ke perpustakaannya. Lalu ia berkata “5 dari 6 buku sudah terkumpul tinggal 1 lagi”.