AES 09 Menyambut Petualangan Baru
Diki Muhammad Noor
Wednesday July 16 2025, 2:00 PM
AES 09 Menyambut Petualangan Baru

“Kamu yang jadi kiper!”, “Aku gambarnya di sini”, “Hallo kak!”, “Hompimpa alaium gambreng…” Suasana sekolah tadi pagi cukup meriah dan hangat. Anak-anak tampak bersemangat menyambut petualangan baru setelah sekian lama berjeda dan ‘mengisi’ diri bersama keluarga. Keceriaan tampak dari wajah-wajah polos mereka, sambil berbincang tentang banyak hal untuk sekedar berbagi kisah di masa liburan. Tak ketinggalan, mentari pagi tampak turut serta menghangatkan suasana lewat sela-sela dedaunan pohon jati yang berdiri kokoh di kebun.

Mengawali tahun ajaran, beberapa ritus kami coba terus hidupkan. Bukan hanya sebatas rutin, tapi sebuah upaya merembeskan nilai-nilai kebaikan yang kami yakini. Proses perpindahan kelas beserta loker dan peralatan belajarnya menjadi sebuah momen menyadari bahwa kita perlu terus bertualang dari satu tempat ke tempat lain, untuk menghidupi rasa ingin tahu yang Tuhan anugerahkan. Proses perpindahan kelas yang lebih disadari secara fisik juga mengandung makna untuk memperbaki dan meningkatkan kapasitas diri seiring dengan kelas yang lebih tinggi. Loker yang digotong secara bersama-sama menuju kelas berikutnya harapannya menjadi sebuah spirit gotong royong yang terus anak ‘tumbuhkan’ di keseharian. Di sisi lain, dengan loker yang terus dibawa hingga akhir jenjang SD, menjadi motivasi tersendiri untuk bisa menjaganya dengan baik. Ibaratkan memberikan sebuah kepercayaan atau amanah untuk menjaga titipan. Karena pada dasarnya segala sesuatu dalam kehidupan tidak ada yang benar-benar dimiliki-hanya titipan yang bisa kapan pun diambil oleh Yang Maha Kuasa dengan berbagai cara, bahkan mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh kita sebagai manusia.

Rasa penasaran yang terus dihidupkan tergambar juga pada proses pencarian kakak-kakak yang akan menemani perjalanan satu tahun ke depan. Kakak-kakak sebelumnya akan memberikan ciri-ciri khusus sebagai pegangan dalam proses pencarian kakak dalam satu momen bersamaan yang terdiri dari enam kelas. Agar lebih menantang, biasanya kakak-kakak diskusi mengenai ciri-ciri yang bisa mengaburkan dan mendorong anak untuk berupaya lebih, misalnya hari ini kakak-kakak janjian memakai baju putih. Dalam situasi tersebut, ketika kakak memberikan clue berupa pakaian berwarna putih, otomatis mereka perlu berinteraksi dengan semua kakak. Bertanya tentang banyak hal menurut clue yang mereka dapatkan. Selain sisi keberanian, lewat proses ini juga harapannya bisa jadi pemantik untuk terus membangun koneksi dengan semua kakak. Saat anak-anak berhasil menemukan kakak kelasnya, mereka tampak bergembira sekali.

Selamat menjalani petualangan tahun ini, semoga Tuhan terus membersamai dalam mengumpulkan kepingan kebermaknaan dari setiap peran yang akan kita jalani bersama, sebagai individu, kakak, orangtua, dan anak. Bismillah.

Andy Sutioso
@kak-andy   10 months ago
Amiin ka Diki. Nuhun buat catatan pembuka proses kita bersama di Rumah Belajar Semi Palar 🙏🏼🤗
You May Also Like