Hari ini seorang sahabat bercerita tentang mimpinya yang cukup aneh. Aku tidak akan bercerita tentang mimpinya atau interpretasi mimpi sih. Aku sendiri jarang sekali bermimpi. Kalau adapun samar, seperti potongan-potongan film yang tidak jelas, tidak selalu bisa diingat kembali. Entah mengapa, tapi memang sejak kecil demikian. Jadi kalau mimpi sedang jadi topik obrolan, ya jadi pendengar yang baik saja. Teman ini termasuk orang yang bisa bercerita panjang dan detil tentang mimpinya. Siapa saja yang ada, di mana, apa yang dilakukan. Kadang terdengar absurd, karena namanya mimpi ya memang tidak ada dimensi waktu dan ruang. Bisa berada di tempat yang dikenal baik, tapi lokasinya sangat beda, tetangganya kok beda. Bisa seperti kembali ke masa lalu, karena bertemu teman masa kecil, yang padahal tidak terlalu dekat, atau malah orang dekat yang sudah tiada. Lalu biasanya jadi bertanya-tanya ada apa ya? Apakah ada sesuatu akan terjadi, atau ada hal yang harus diperhatikan? Karena biasanya mimpi memang diasosiasikan dengan pesan atau simbol yang melambangkan sesuatu.
Karena jarang bermimpi, kadang sirik juga sih. Pingin tahu seperti apa rasanya bisa bermimpi panjang dan detil, berwarna-warni. Ada yang mengatakan bahwa orang yang tidak pernah bermimpi itu, tidak bahagia, kehilangan keseimbangan antara sadar dan bawah-sadar yang harusnya harmoni. Tidak lagi bermimpi karena karena diabaikan atau tidak dianggap. Mungkin seperti sesuatu yang ingin kita lupakan, tidak ingin diingat lagi, tapi sebenarnya tetap ada, bersembunyi di bawah sadar. Dia akan berusaha untuk keluar, salah satunya melalui mimpi.
Mudah2an suatu saat aku bisa mimpi indah, warna-warni..
‘Seorang guru pernah tidur dan bermimpi. Ketika bangun, dia berkata kepada murid-muridnya, “Tadi malam saya bermimpi menjadi kupu-kupu. Terbang, menghisap madu, hidup saya persis seperti kupu-kupu. Ketika bangun, saya bingung; Apakah saya sebenarnya adalah seekor kupu-kupu yang tengah bermimpi menjadi manusia?’ ~ Kembangmanggis