Riuh suara yang menyebar di ruang kelas kala jam kelas usai menandai berlangsungnya kegiatan OSIS setiap hari Selasa dan Kamis. Kala itu setiap anggota klub OSIS mulai sibuk saling menguji ide kegiatan internal klub untuk dimatangkan sembari mulai menggulirkan akfivitas rutin masing-masing. Tak dipungkiri anggota klub Sastra dan Seni Rupa sebagai klub yang baru terbentuk pada kepengurusan OSIS 2024 - 2025 pun terlihat saling mengulik ide dan persiapan kegiatan internal.
Sebagai klub yang baru dibentuk, klub Sastra dan Seni Rupa, tentunya memiliki tantangan spesifik nan unik. Kondisi ini sudah bisa diprediksi sejak proses kurasi kegiatan klub yang dilakukan oleh Pembina OSIS bersama Ketua dan Wakil ketua OSIS. Sebagai Pembina OSIS, saya dapat melihat klub ini merupakan klub yang akan memiliki kegiatan yang sangat lekat dengan aktivitas literasi yang menjadi DNA Rumah Belajar Semi Palar hingga saat ini. Di sisi yang sama bisa jadi memunculkan sisi sebaliknya apabila anggota dalam klub ini belum berhasil memahami dengan cukup mengenai aktivitas bersastra dari aktivitas dalam bersenirupa, terutama dari sudut pandang sebagai remaja.
Di balik asumsi yang muncul terhadap klub Sastra dan Seni rupa, tentu saja yang dapat membuktikannya adalah praktik keseharian para anggota klub yang percaya diri dalam bereksperimen secara mandiri pada program kegiatan yang telah direncanakan. Supaya memastikan praktik eksperimen yang dikembangkan klub Sastra dan Seni rupa membuahkan aktifitas reflektif yang bermakna, maka panduan pemahaman mengenai aktivitas sastra dan seni rupa juga diperlukan. Keberadaan ruang eksperimen ini akan memungkinkan mereka bertumbuh dalam memaknai aktivitas bersastra dan bersenirupa dari sudut pandang remaja. Pada sisi yang sama setiap anggota klub pada gilirannya dapat mengkonstrusikan makna baru bagi pengalaman pribadinya pada aktivitas bersastra dan bersenirupa, sesederhana apapun praktiknya. Bukankah mereka juga tengah berada di dalam "rumah" yang senantiasa memastikan setiap anggota di rumah ini menjadi berani untuk belajar dan mengkonstrusikan makna yang memberdayakan pada apapun bentuk aktivitasnya.
Melalui curah ide bersama di antara anggota klub Sastra dan Seni rupa secara mandiri yang didampingi Ketua OSIS dan Pembina OSIS, klub ini berani menangkap momen hari Valentin untuk bereksperimen pada kegiatan sastra dan seni rupa. Mereka bertujuan untuk menunjukan saling menghormati dan memperlihatkan kasih sayang pada seseorang yang disayanginya dengan cara memberikan sesuatu. Tak lupa mereka memunculkan alasannya, yakni agar melatih keterampilan sosialisasi dan keseruan antar teman-teman SMP. Bukankah ide ini kontekstual dengan proses perkembangan remaja atas kebutuhan dalam pemenuhan kebutuhan sosial yang meliputi kebutuhan kasih sayang, rasa memiliki, bersosialisasi, penerimaan, dan persahabatan. Tunda dulu untuk memberikan asumsi atas bentuk kegiatan yang dimunculkan apakah akan lekat dengan aktivitas bersastra dan bersenirupa atau sebaliknya, sebab yang utama klub ini sudah berpraktik dan percaya diri membuka ruang antar sebaya untuk bersastra dan bersenirupa.
Weis sudah muncul nih esay ke 3nya. Terima kasih kak Dwi. Semoga teman-teman yang menggagas klab ini bisa berbagi cerita juga di sini - termasuk memunculkan karya-karyanya. 🙏🏼😊