Ada sebuah pertanyaan cliché yang sering ditanyakan dalam sebuah interview ketika melamar pekerjaan adalah tetang prestasi terbaik yang pernah dilakukan. Beberapa kali dalam interview saya harus menjawab itu. Terus terang saya tidak ingat apa saja yang saya jawab waktu itu. Menurut saya ini sebuah pertanyaan yang terlalu sering ditanyakan tapi sekaligus juga tidak terlalu berguna dalam sebuah interview. Biasanya prestasi sudah ada dalam resume, dan kalau dalam interview, seandainya saya sebagai interviewer, mungkin akan lebih memilih mencari informasi tentang "diri" kandidat itu, komitmennya, etika kerjanya, bagaimana dia bekerja dengan orang lain, sifat independennya, dan sebagainya. Hari ini sambil menunggu di kendaraan ketika menjemput, saya sempat memikirkan pertanyaan itu, tapi untuk melihat ke dalam diri sendiri.
Terus terang, saya tidak mengerti mengapa orang menanyakan itu dalam sebuah interview pekerjaan. Toh belum tentu kandidat yang melamar pekerjaan itu akan menjawab dengan jujur dan seandainya dijawab dengan baik pun belum tentu dapat dibuktikan apakah yang dia jawab itu memang pernah dia alami.
Kenapa saya mengangkat issue ini? Sebetulnya sederhana, yaitu karena saya sedang merenung, dalam menjalani hidup ini apa saja sih yang sebetulnya sudah saya alami? What is the greatest accomplishment I have ever had in life? Ternyata saya cuma bengong karena ini bukan pertanyaan yang mudah dijawab! Banyak yang saya alami dalam hidup dari hal-hal yang kecil yang tak terlupakan hingga hal-hal yang besar. Tapi apakah itu the greatest accomplishment? Saya tidak tahu!
Kalau mengutip yang dikatakan oleh Ralph Waldo Emerson, seorang filsuf, sastrawan, guru dan juga penulis, mengatakan," To be yourself in a world that is constantly trying to make you something else is the greatest accomplishment!" Ya, saya setuju sekali, kunci dari keberhasilan terbesar dalam hidup adalah menjadi diri sendiri walaupun di sekitar kita terus-terusan mendobrak dan memaksa kita menjadi seseorang yang lain.
Kita memang hidup bermasyarakat, dan dalam banyak hal kita harus beradaptasi dalam menghadapi tuntutan masyarakat. Kita memang harus selalu kompromi, banyak hal tentang diri kita yang belum tentu cocok dengan masyarakat, tapi juga kita harus menerima banyak hal yang ada di masyarakat yang harus kita "terima" walau kita tidak menyukainya. Nah ini adalah bagian yang sangat riskan karena salah-salah dalam proses kompromi ini jati diri kita menjadi terusik. Itu yang dimaksud oleh Waldo. Keberhasilan terbesar dalam hidup kita adalah menjadi diri sendiri walau masyarakat seringkali menuntut kita untuk menjadi orang yang bukan diri kita!
Satu hal yang saya yakini; keberhasilan terbesar dalam hidup adalah saya sekarang ini, di sini dan melakukan apa yang saya perbuat saat ini! Saya yakin bahwa hidup adalah sebuah usaha yang terus menerus harus diperjuangkan, masih dalam proses "menjadi". Yang saya alami saat ini adalah hasil dari semua proses yang sudah saya lalui, dan apa yang akan terjadi, merupakan hasil dari proses yang sedang saya jalani saat ini. Semua momen-momen yang sudah terjadi dalam proses "menjadi" saya saat ini begitu berharga karena tanpa melalui saat-saat itu, tidak akan pernah "menjadi" saat ini. Dan proses itu semua terjadi pada setiap orang! Dan kalau merenungkan semuanya, menurut saya sebuah keberhailan yang patut disyukuri dalam hidup adalah bahwa kita semua sudah begitu beruntung mengalami banyak hal yang mengagumkan dan yang luar biasa dalam hidup ini!***