Hari ini nampaknya cocok menulis yang hanya sekedar omon-omon semata. Ide menulis yang berarti memang tidak setiap hari datang. Namun tidak ada salahnya kan menulis santai tanpa tujuan. Mengikuti jari saja mau mengetik apa. Bertukar peran, otot jari mengetik, pikiran yang menyesuaikan. Pikiran yang terlalu penuh, runyam dan jenuh di penghujung hari bisa diselamatkan lewat menulis sebagai media relaksasi sebelum beristirahat.
Yah begitulah manusia. Ingin produktif dan berdedikasi, kecenderungan untuk overworked sangat tinggi. Pikiran masih ingin bekerja diajak berpikir tetapi tubuh sebaliknya, capek, pegal, kaku. Niat merefleksikan diri pada pelaksanaannya berubah, malah mendapat ide konyol.
Refleksi diri mirip-mirip ya dengan refleksologi. Bedanya satu untuk pikiran satu lagi untuk kaki. Nyambung juga dengan lagu peterpan jaman dulu,
Pikiranku tak dapat ku mengerti kaki di kepala, kepala di kaki.
Yah bisa jadi memang kedua hal ini berhubungan. Cocokloginya dapat. Lah benar saja setelah menulis ini jadi ingin pijat refleksologi, ternyata bukan hanya pikiran, tubuh sebagai wadah jiwa juga perlu direfleksi lewat refleksologi.