AES111 Belajar dari Kearifan Lokal
Andy Sutioso
Thursday September 2 2021, 8:39 PM
AES111 Belajar dari Kearifan Lokal

Malam ini saya menyempatkan diri mendengarkan talkshow Online dari kanal Youtube Katolikana. Topik dan pembicaranya bagi saya sangat menarik. Sudah lama tidak mendengarkan kang Wawan Husin berbicara dan berkisah tentang pengalaman-pengalamannya. Sebelum pandemi, kang Wawan sering hadir di Semi Palar dan mewarnai sesi-sesi diskusi dan ruang belajar yang sangat memperkaya. 

Kenapa kearifan lokal jadi perhatian penting, alasannya sederhana. Karena memang namanya kearifan. Wisdom. Hal ini yang sudah menjadi langka di kehidupan manusia modern yang ritme dan perubahannya sangat cepat. Wisdom menurut pemikiran saya hanya bisa bertumbuh melalui proses yang panjang dan tidak terburu-buru. Seperti pohon-pohon besar yang berakar kuat dan batangnya kokoh, dahan dan daun-daunnya menaungi siapapun yang lewat di bawah bayang-bayangnya. 

Hari ini dalam forum sederhana ini, kang Wawan ditemani ibu Wening dan teh Uthe, yang sering bergiat di dan bersama masyarakat Baduy. Kenapa isu ini diangkat, sepertinya adalah karena beberapa waktu lalu, Jokowi tampil dalam sebuah acara kenegaraan dengan mengenakan Pakaian Adat Baduy. Yang menyedihkan adalah bagaimana lawan-lawan politiknya segera menyerang Jokowi dan pada saat yang sama melecehkan suku Baduy dan pakaian adat yang merepresentasikan budaya masyarakat Baduy. Menyedihkan... banget... Seperti saya bilang tadi, orang-orang jaman sekarang sudah tidak lagi punya wisdom... 

Dalam pembelajaran di Semi Palar, kearifan lokal punya tempat tersendiri. Salah satunya adalah apa yang disampaikan Aki Muhidin. Nyaho can tangtu Ngarti, Ngarti can tangtu Bisa, Bisa can tangtu Tuman dan Tuman Can Tangtu Ngajadi. Terutama di jenjang SMP, teman-teman diajak untuk bersentuhan dengan masyarakat adat lewat berbagai prosesnya. Walaupun terbatas, mudah-mudahan pengalaman-pengalaman ini mewarnai perspektif dan sudut pandang mereka. Dan bisa menangkap apa yang disebut kearifan - dan merefleksikannya terhadap pengalaman hidup mereka di jaman sekarang ini. 

Saya tidak akan memaparkan apa yang ada diperbincangkan dalam diskusi tadi, tapi terlepas dari apa yang dimunculkan masyarakat Baduy dengan segala budaya dan tradisinya, masyarakat asli Nusantara masih banyak menyimpan berbagai kearifan. Sesuatu yang sangat bernilai dan bisa hilang ditelan jaman - kalau kita tidak berhasil menghayatinya sebagai sesuatu yang jadi bagian dari jati diri kita semua, bangsa Indonesia. Kalau berminat silakan mengikutinya melalui tautan berikut ini : https://www.youtube.com/watch?v=PfCeS_sXvyY.

Hatur nuhun sadayana. 

admin
@admin   5 years ago
Ada salah tulis, Kak Andy: "Tuman Can Tangtu Ngajadi"...
Andy Sutioso
@kak-andy   5 years ago
Makasih Ahkam. Sdh sy koreksi. 🙏
You May Also Like