Ini curhat saya pagi ini, setelah ngobrol dengan @yantinoiiiiiii tentang perhelatan besar di markas Kopassus tanggal 10 Jum'at lalu yang mengakibatkan jalan macet, keriuhan persiapan yang berjalan sejak beberapa minggu lalu. Kabarnya upacara di markas Kopassus minggu lalu menghadirkan 27.000 undangan, banyak di antaranya tentunya para pejabat Negara dan para petinggi militer di Indonesia.
Untuk persiapan perhelatan tersebut, didatangkan berbagai kendaraan berat dan peralatan perang yang ditampilkan untuk keperluan tersebut, tentunya bukan hanya puluhan kendaraan, bisa jadi ratusan kendaraan dan perlengkapan perang, belum lagi berbagai logistik untuk acara besar tersebut. Pasalnya proses ini mengakibatkan kemacetan berulang di jalanan menuju ke lokasi. Salah satunya saat truk besar (trailer) mengangkut kendaraan militer yang berukuran besar yang nyaris tidak muat di jalanan menuju ke markas tersebut dan mengakibatkan kemacetan parah yang sebetulnya sudah terjadi sehari-hari di jam tertentu karena jalan tersebut adalah jalanan yang digunakan masyarakat umum untuk kesibukan sehari-hari.
Pagi tadi satu pesan WA masuk di grup WA kami dari kak @asep-ramdan memberitakan bahwa jalanan macet parah sejak pagi karena ada wisuda besar di salah satu universitas di daerah Cimahi sana. Ini juga sama. Sebuah seremonial yang membuat masalah bagi masyarakat umum.
Terlepas dari kepentingannya, tentunya ada justifikasi dan pertimbangan kenapa hal ini diselenggarakan, saya ingin menyoroti betapa bangsa Indonesia sanga doyan Seremonial. Acara-acara besar yang digelar wah dengan menghabiskan biaya entah berapa banyak. Bisa dibayangkan betapa besar biaya dihabiskan untuk pelantikan yang menghadirkan puluhan ribu undangan dan entah berapa banyak undangan VIP dan VVIP. Anggaran ini dari mana? Tentunya dari anggaran Negara yang notabene sedang kesulitan dana. Kita tahu ekonomi lagi sulit, masyarakat diperas penghasilannya - diambil sari-sari pendapatannya dari berbagai sisi. Ini gimana sih? Gagal paham saya....
OK lah kalau seremonial itu penting, pertanyaannya, setelah acara pelantikan atau wisuda sudah dilaksanakan? Apa manfaatnya bagi masyarakat? Kalau sebuah institusi melakukan pelantikan / peresmian jabatan atau sebuah kampus melaksanakan wisuda, apa manfaatnya bagi masyarakat? Dalam konteks dunia pendidikan, apakah para sarjana yang diwisuda membawakan kebermanfaatan bagi masyarakat? Ini pertanyaan besar saya. Setiap tahun Indonesia menghasilkan jutaan orang sarjana, S1, S2 bahkan S3, kenapa begitu banyak permasalahan bangsa tidak bisa kunjung diselesaikan? Sermonial demi seremonial dilaksanakan tapi untuk apa? Sekian banyak dana dihabiskan... Tapi untuk apa?
Tulisan pendek ini sekedar renungan, atau boleh juga curhat saya. Tapi sejujurnya saya juga prihatin terhadap ini. Masyarakat kita dibius dengan berbagai perhelatan-perhelatan yang bagi saya ga penting-penting amat, tapi hebohnya ga keruan. Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa jadi perenungan kita bersama. Salam.