AES 297 Hepi Beutdei
joefelus
Wednesday March 16 2022, 8:05 AM
AES 297 Hepi Beutdei

"Kamu masih mau makan malem?" Tanya saya.

"Ga tau. Laper sih, tapi udah malem." Jawab Nina.

"Bangrak Market cuma 0.6 mile loh. Cuma 4 menit nyupir." Kata saya.

Akhirnya kami memutuskan untuk pergi. Di kamar hotel sebetulnya kami punya banyak roti dan pastry karena dioleh-olehi sahabat dari Surabaya yang memang tinggal di Seattle sini ketika kami bertemu untuk makan siang kemarin. Tapi tujuan perjalanan kami ya salah satunya eksplorasi kuliner, jadi ya kami memutuskan untuk berangkat.

Bangrak Market adalah restoran Thailand yang bertemakan street food, alias makanan yang banyak dijumpai di pinggir jalan di Thailand sana. Jadi begitu kami masuk langsung terdengar suara musik yang hingar bingar. Persis seperti di pasar malam. Musiknya aneh dengan beat yang sangat dinamis, mirip-mirip musik jalanan di Indonesia. Entah sama atau tidak dengan gaya musik koplo yang terkenal itu (saya tidak bisa membandingkan karena saya terus terang cuma tau namanya, musik koplo sendiri saya belum pernah dengar).

Di dalam dekorasinya sangat aneh, penuh dengan payung yang warna warni, dangdut banget pokoknya dan tempat nasi serta tudung saji dari plastik ditumpuk-tumpuk dan digantung dari langit-langit. Tempat duduk dari kayu, meja juga dari lembaran kayu serta sekat-sekatnya dari tripleks. Benar-benar ditata seperti di pasar malam dengan tempat duduk didisain sangat sederhana dan seolah-olah dibuat untuk sementara. Benar-benar seperti di warung tenda. Langsung mengingatkan saya pada tempat duduk di warung Ibu Sum almarhumah. Pokoknya desain unik seperti di wartung-warung sederhana di Indonesia.


Begitu duduk dan menikmati suasana hingar-bingar ini, saya langsung bersemangat dan merasa makan malam ini akan jadi luar biasa. Langsung kami pesan Nam tok, yaitu salad daging sapi yang dibuat dari lembaran daging skirt steak yang dibakar, lalu dibumbui dengan air jeruk, kecap ikan, gula merah dan cabe sehingga rasanya manis asam pedas dan gurih, lalu dicampur dengan daun bawang, cilantro dan daun mint dan ditaburi dengan bubuk beras yang disangrai dan ditumbuk kasar. Ini salad kegemaran saya. Apalagi biasanya dagingnya tidak dibakar sampai terlalu matang. Medium, atau medium rare adalah tingkat kematangan yang sangat cocok. Dan betul saja, dagingnya begitu empuk dan lembut. Ini sajian yang sangat aromatik dan nam tok terenak sepanjang sejarah! Saya belum pernah merasakan nam tok seenak ini dengan kualitas daging yang sangat bermutu. Hebat!


Kedua, kami memesan papaya salad. Ini seperti rujak yang menggunakan pepaya muda, wortel, tomat cherry dan seharusnya kacang panjang mentah. Tapi sepertinya sulit mencari kacang panjang sehingga diganti dengan buncis. Bumbunya seperti khas makanan Thailand tidak jauh dari cabe, kecap ikan, air jeruk, gula merah dan kacang tanah yang ditumbuk kasar. Ini salad kedua yang saya gemari dan kali ini masih dalam taraf di atas standar kualitasnya walau bukan yang paling enak yang pernah saya rasakan.

Menu berikutnya Pad Thai. Saya sangat rewel jika makan pad thai, bahkan pernah ada satu restoran yang saya beri review sangat jelek karena mie yang digunakan terlalu matang sehingga hampir hancur dan saya buang karena saya tidak suka. Kualitas mie kali ini sangat sempurna, tingkat kematangan dan kekenyalan saya beri nilai 10 dalam skala 1-10 karena sangat tepat, hanya saja saya mengharapkan bumbunya sedikit lebih berani. Masih di atas rata-rata walau bukan yang terhebat yang saya pernah coba. Ya 8 lah dari skala 10.


Saya mencoba sesuatu yang baru. Chiang Mai Sausage! Nah ini sama sekali belum pernah saya coba. Sosis yang dibakar lalu disajikan dengan daun selada, rajangan bawang merah dan kacang goreng. Begitu saya gigit langsung saya merasakan aroma lemongrass (serai) dan sedikit red curry. Ini adalah makanan khas Thailan bagian Utara dan Burma. Ini adalah sosis unik dan etnis yang penuh cita rasa. Sosis Asia Tenggara kedua yang pernah saya rasakan. Yang pertama adalah Longanisa yang merupakan sosis khas Filipina. Ada juga sih sosis Cina yang nmanya Lap Ciong, tapi sepertinya sosis ini sudah terlalu biasa jadi tidak saya hitung hahahaha..

Pesan 4 makanan untuk berdua sepertinya memang terlalu berlebihan. Hampir semuanya tandas tapi karena kami berdua memang selalu mengkonsumsi lebih sedikit karbohidrat, maka Pad thai yang kami korbankan, kami bawa sebagian besar ke rumah, sisanya Ludes des des! Bahkan sebelum pulang kami memesan Ketan dan mangga atau yang dikenal dengan mana Khao Niaow Ma Muang. Ketan manis diberi santan kental dan potongan mangga. Ini sangat enak sekali untuk sajian penutup.

Ketika sedang makan, tiba-tiba musik berubah. Masih dengan beat dan tempo yang sama dengan dentuman drum yang khas musik jalanan, tapi menyanyikan lagu Happy Birthday, saya yakin dinyayikan oleh orang Thailand sebab mereka selalu kesulitan mengucapkan huruf "S", bunyi mendesis menjadi kelemahan mereka dan cenderung menjadi bunyi huruf "T". Hepi beutdei to you.. hepi beutdei to youuu.... seorang pramusaji membawa nampan penuh berisi shot glass dengan entah minuman apa didalamnya dan 4 buah kembang api menuju sebuah meja yang penuh dengan pelanggan. Ada yang ulang tahun di sana. Musik diputar sangat keras, suasana menjadi hiruk pikuk dengan lagu yang beraksen sangat khas. Hepi beutdei... hepi beutdei ...

Ya ini malam luar biasa. Minggu ini akan menjadi minggu yang hancur lebur bagi saya karena sudah beberapa hari tidak bisa berolahraga karena cuaca tidak mengijinkan tapi yang namanya makan tidak terkendali. Ruang olahraga di hotel tidak dapat dipergunakan karena treadmill nya rusak. Ya sudah, saya harus menerima kenyataan. Nanti sepulang liburan saya harus bayar hutang, berolahraga lebih keras lagi. Besok saya akan mengemudi beberapa jam ke luar kota, menyeberang dengan ferry, mobilnya juga ikut naik ferry dan bermalam di luar kota. Katanya juga akan melewati beberapa floating bridges lalu berjumpa dengan sahabat yang sudah 20 tahun tidak berjumpa. Mudah-mudahan saja perahu layar miliknya laik berlayar, sudah tidak sabar saya ingin naik kapal layar hahaha... Sawadee Krap!