sore ini kami berlima berangkat ke nakara book, ada kak andy, kak ine, kak mamat dan kak yanti, dalam rangka ngobrol santai ngaler-ngidul sekaligus menuangkan isi pikiran ke dalam AES, tetapi aku masih bingung untuk menuangkan isi pikiran kedalam bentuk tulisan, mau menulis apa ya, aku masih bingung, tapi aku mau mencoba bercerita tentang kebingungan melalui tulisan ini, sekaligus tulisan pertama.
pemingpin semua orang pasti tak anek mendengar, melihat ataupun merasakan nya, baik itu pemingpin bagi diri sendiri, organisasi, keluarga, pemerintahan dan lain sebagainya, namun aku akan sedikit cerita tentang sebuah pemingpin/kapten dari sebuah team.
pada akhir mei pengurus mengadakan sleksi untuk kejuaraan babak kualifikasi pon aceh yang akan diselenggarakan di tanggerang, dengan menyebarkan surat ke kabupaten maupun kota yang ada di jawa barat, selang beberapa hari, kami pun berkumpul dari berbagai daerah untuk mengikuti sleksi, setelah sleksi selesai, selang satu minggu pemangilan pun tiba dan alhamdulilah mendapat panggilan dan diberi kesempatan untuk ikut serta membela team jawa barat.
dari seratus sekian peserta yang mengikuti sleksi, yang diambil hanya 16 orang putra dan 16 orang putri, kami di panggil dan dikumpulkan untuk mulai mengikuti pelatihan di yonzipur9 ujung berung. setelah beberapa minggu latihan akhirnya kami pun berkumpul dimalam hari untuk melakukan evaluasi, diskusi serta pemilihan kapten, yang mana belum ditentukan siapa yang menjadi kapten. tiba pada acara pemilihan kapten, sontak semua teman-teman semakin penasaran siapa yang akan ditunjuk sebagai kapten tim, perasaan tegang dirasakan semua teman-teman begitu pun aku, dan tak lama kemudian pelatih menunjuk dan menyebutkan namaku dipanggil dan ditunjuk sebagai kapten tim, aku pun maju dengan perasaan tegang, bingung, khawatir terkait tugas yang akan dijalan selama latihan begitu pun pas tiba waktunya pertandingan.
hari demi hari terus berjalan, aku susah menjalankan peranku sebagai kapten, namun selalu mencoba untuk tetap pokus pada latihan dan tujuan yang ingin di capai, selalu berusaha untuk percaya diri walaupun rasa tak percaya diri begitu kencang. waktu pertandingan semakin dekat, rasa takut dan tak percaya diri semakin membara apalagi melihat kemampuan lawan semakin menggoyakhan mental, namun kami saling menguatkan satu sama lain untuk lebih pokus pada tujuan bersama.
selesai berlatih selama dua bulan lebih akhirnya hari pertandingan pun tiba, hari pertama kami menang walaupun masih banyak kekurangan/kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan apalagi aku yang melakukan banyak kesalahan, muncul pertanyaan dari beberapa rekan satu team begitu pun pelatih tentang permainan ku. susah tidur membayangkan hari pertama permainan ku yang kurang maksimal, sekaligus membayangkan apa yang akan dilakukan di hari kedua, akhirnya tiba di hari kedua sebagai hari terakhir pertadingan, singkat cerita dengan kami berhasil masuk final setelah menumbangkan team bertahan jakarta dengan sekor yang menegangkan ditutup dengan babak yang ditunggu tunggu yaitu grand final melawan papua, sebelum memasuki lapangan kami berpegangan tangan sembari menyanyikan lagu halo-halo bandung sebagai lagu pendorong spirit kami, dan akhirnya kami mampu menekan papu dan menyelesaikan pertandingan dengan skor unggul. akhirnya kami mampu membawa pulang tropi dengan penuh kebanggaan dan perjuangan,
ternyata peran sebagai kapten menurutku harus melakukan hal lebih dari yang lain, baik itu disiplin saat latihan, berani dan terutama tanggung jawab dalam setiap melakukan keputusan.
sekian cerita kebingungan yang ku tuangkan di dalam kebingungan sore ini, terimakasih kak andy kak ine kak mamat dan kak yanti sebagai motivator dan teman cerita.
Selamat buat tulisan perdana kak Ama. Pecah Telor buat kak Ama. Terima kasih atas ikhtiarnya. Semoga berlanjut kak. Tulisan ini berbobot dua AES karena melampaui 500 kata. Keren. Ceritanya juga luar biasa - sesuatu yang tidak terbayangkan kalau tidak dikisahkan. Hatur nuhuun. 🙏🏼
Siap kapten! Halo-halo Bandung!
Waah biar bingung tapi murudul geuning ka.. 👏🏼