AES 363 Butterfly
joefelus
Saturday May 21 2022, 1:51 AM
AES 363 Butterfly

Beberapa tahun yang lalu saya mendapat sebuah hadiah. Hadiah ulang tahun dari istri saya. Sebuah buku tebal bersampul berwarna hijau. Judulnya Your Father's Story. Ketika saya buka, isinya hanya kumpulan pertanyaan-pertanyaan. Seperti misalnya halaman pertama, Pertanyaan tentang masa kecil saya, sekolah saya, dan lain sebagainya. Hanya pertanyaan dan halaman kosong yang harus saya tulisi dengan cerita. Pada dasarnya buku ini kalau diisi penuh, semua jawaban-jawabannya saya jawab, maka seluruh kisah hidup saya akan lengkap ada di sana. Tujuan dari buku ini, suatu waktu nanti akan diberikan ke anak saya dan dia akan mengetahui seluruhnya siapa ayahnya, masa kecilnya, masa remajanya singga masa-masa akhirnya. Hingga saat ini buku itu sebagian besar masih kosong, saya belum berani menuliskan apa-apa, karena ini sebuah kisah yang sangat serius yang suatu waktu nanti akan dibaca oleh anak saya. Apakah saya akan melakukannya? mengisi buku itu hingga penuh dan lengkap? Sepertinya! Kapan? saya belum tahu, mungkin ketika saya sudah pensiun dan banyak waktu senggang sehingga saya akan bisa mengisinya dengan sepenuh hati dan jujur.

Saat ini belum bisa menulis tentang diri saya, sebab fokus saya justru pada dirinya, pada anak saya. My life purpose is all about him! Minggu ini merupakan langkah penting baru yang dia alami. Melepaskan diri dari masa 12 tahun pertama di bangku sekolah, atau lebih tepatnya 11 tahun, karena dia begitu bekerja keras selama beberapa musim panas mengambil semua kelas-kelas yang wajib dia ambil dan dia selesaikan sehingga dapat menyelesaikan program 12 tahun belajar setahun lebih awal. Kalau dipikir-pikir, selama teman-temannya menikmati musim panas dengan berlibur, dia justru berkutat dengan buku, belajar secara online, menyelesaikan tugas-tugas dan ujian. Memang di awal dia sering mengeluh, protes mengapa harus melakukan itu sementara teman-temannya bersantai, pergi berlibur atau hanya bermain sepanjang waktu, sementara dia harus terus membaca buku, belajar dan mengerjakan tugas. Dia merasa hidupnya tidak adil. Kenapa dia tidak bisa mengalami hal-hal yang orang lain bisa lakukan? Mengapa dia harus berbeda? Di akhir semuanya dapat diselesaikan dengan cukup memuaskan. Tidak mudah, sempat beberapa semester keteteran karena kelelahan, kehilangan motivasi dan berkejar-kejaran dengan waktu yang terbatas dan tugas yang ditumpuk di akhir. Di awal-awal dia masih harus belajar banyak tentang tanggungjawab, konsistensi, disiplin dan ketangguhan. Sempat terpuruk tapi kemudian bangkit kembali bahkan berprestasi dengan gemilang. Di akhir, anak ini sungguh mengagumkan.

Jika melihat kembali ke belakang, sejak tahun-tahun awal memulai menjejakkan kakinya di bangku sekolah, banyak kejadian-kejadian yang menarik. Kesulitan dia menghadapi instruksi sebab pada dasarnya dia adalah anak yang memiliki ide yang luar biasa yang tidak dapat ditentang jika memiliki sebuah keinginan, sehingga para guru di tahun-tahun pertama agak kewalahan karena anak ini tidak mau mengikuti program yang dicanangkan oleh sekolah. Yang lain sibuk berkarya, dia punya keasyikan sendiri dengan ekspolorasi hal-hal yang lain. Itu terjadi di beberapa tahun pertama. Kesukaannya dengan karya, dengan bangunan 3 dimensi, kesukaannya pada seni rupa, kegemarannya pada buku hingga akhirnya berubah. Dari anak kecil bawel yang dikira bule karena hobbynya nyerocos dalam bahasa Inggris karena tidak bisa bahasa Indonesia, hingga kemudian bahasa Inggrisnya menjadi ke-Sunda-Sundaan, hingga kembali berkomunikasi hampir setiap waktu dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesianya kembali menjadi agak kaku dan terbata-bata. Banyak perubahan, perkembangan dan pertumbuhan yang dialami sehingga sekarang jauh lebih besar, terlihat dewasa dan lebih konsisten dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Dia juga mengalami masa patah hati ketika harus berpisah dengan teman-temannya karena harus merantau mengikuti orang tuanya. Ini salah satu masa terberat. Beradaptasi dengan suasana baru, lingkungan baru dan orang-orang baru bukan hal yang mudah. Pelajaran pertama yang saya berikan adalah di airport di Chicago ketika transit sebelum mengambil penerbangan domestik ke Denver, 5 1/2 tahun yang lalu.

"Dad, what should I do? What should I say?" Tanyanya ketika dia ingin minum jus buah. Saya beri selembar uang dollar dan saya suruh dia beli sendiri. "Well, grab the bottle you want and say something like you buy something from Ibu Sum but say it in English!" Jawab saya. Entah apa yang dia lakukan, yang jelas dia kembali dengan sebotol jus apel dan memberikan uang kembalian kepada saya. Anak ini jauh lebih berani ketimbang saya ketika pertama kali harus berbicara dengan orang lain ketika untuk pertama kalinya saya berada di luar tanah air! Hahahaha...

Besok dia akan diwisuda! Akan mengenakan toga berwarna biru yang merupakan tanda masa berakhirnya 12 tahun pendidikan awal. Ini langkah penting pertama sebelum mulai "belajar" tentang hidup yang lebih mandiri, belajar menentukan arah hidup, belajar memilih jalan yang harus ditempuh untuk mencapai mimpi. Beberapa tahun ke depan akan menjadi masa-masa yang jauh lebih terfokus dalam memilih jalan hidup. Dan beberapa tahun kemudian dia akan memulai hidup sebagai orang yang mandiri dan dewasa sepenuhnya. Memikirkan ini, saya begitu terharu. Masa persiapan menuju hidup yang sesungguhnya semakin mendekati garis akhir. Mengingat ini bulu kuduk saya meremang, perut saya memberikan sensasi aneh. Mungkin ini yang dikatakan oleh para bule, buterfly in my stomach! Ya, waktu terus bergulir tanpa ada cara untuk menghentikan atau memperlambat. Godspeed, kiddo! Be the man you want to be!

innocentiaine
@innocentiaine   4 years ago
Keren tulisannya pak Jo..
Turut bersyukur 🙏🏼