Sabtu pagi ini saya melakukan sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Saya bangun agak siang, sekitar pukul 7 pagi, lalu ketika membuka tirai saya melihat di luar begitu indah walau matahari tertutup awan tapi hari ini termasuknya cerah. Jadi saya pikir alangkah baiknya jika menikmati pagi ini dengan berlari ke taman kota. Nah saya ingin juga merasakan berolahraga di luar ketika suhu dibawah nol derajat Celcius. Harus mengalami bukan? Ini kesempatan yang mungkin harus dimanfaatkan. Saya tidak tahu persis ketika berlari suhunya berapa, yang saya tahu ketika sudah selesai suhu masih -3*C.
Saya mengenakan celana olahraga yang panjang, maksudnya agar tidak terlalu kedinginan dan juga memakai kaus lengan panjang. Saya belum pernah melakukan ini, jadi saya pikir akan lebih bisa menjaga suhu tubuh jika saya menggunakan kaus thermal. Nah itu yang akhirnya saya pilih, kaus thermal tipis lengan panjang. Itu saja. Lalu perlengkapan lain seperti earbuds supaya sepanjang jalan saya bisa menikmati lagu dan saya menyiapkan ikat pinggang yang bisa digunakan untuk menyimpan kunci dan HP. Dan mulailah saya berlari.
Hampir pukul 9 pagi tapi saya tidak melihat siapa-siapa di jalan. Hanya sesekali saya menyaksikan kendaraan melintas, selebihnya saya sendirian. Langsung saya berpikir mungkin saya ini gila, karena dengan suhu sedingin ini paling enak memang diam di rumah sambil menikmati kue-kue, minuman hangat dan membaca atau menonton film. Jalanan masih banyak sekali yang tertutup salju. Untung trotoar sebagian besar sudah dibersihkan, sehingga saya bisa berlari dengan leluasa. Memang ada beberapa bagian trotoar yang masih kotor, bahkan ada yang sama sekali tidak dibersihkan jadi saya harus berlari dengan sangat hati-hati karena gundukan salju yang sudah mengeras lalu sebagian mencair dan diijak-injak menjadi sangat licin. Saya ingin sehat bukan masuk rumah sakit karena jatuh dan patah tulang.

Saya baru mulai lagi berlari, jadi memang tidak boleh memaksakan diri, jadi saya sama sekali tidak terganggu dengan banyak bagian-bagian jalan yang berbahaya, saya jadikan alasan untuk mengurangi kecepatan atau bahkan berjalan. City Park sangat lengang, saya tidak melihat siapapun yang berolahraga. Sepertinya hanya saya sendiri yang gila berlari dalam kondisi cuaca semacam ini. Hmm.. entah gila atau mungkin malah.. bodoh! Karena suhu dingin semacam ini memang tidak terlalu menyenangkan untuk berlari. Ketika mulai memang saya kedinginan tapi sesudah lebih dari 15 menit saya mulai merasa hangat, hanya tangan saya yang masih kedinginan. Lain kali saya akan memakai sarung tangan dan penutup kepala. Itu akan menolong saya menghadapi suhu dingin. Tapi ada positifnya, karena kedinginan, saya terus berlari sehingga mulai berkeringat dan tubuh rasanya sangat nyaman. Saya mulai melamun.

Saya mulai berpikir mengenai topik tulisan saya hari ini. Tidak banyak yang bisa saya pertimbangkan karena berkali-kali pikiran saya terganggu karena melihat sekeliling yang sangat indah. Ada seorang ayah dan anak kecil yang ber-ice skating di danau yang beku, lalu danau yang penuh dengan ratusan bebek Canada. Lapangan golf yang ada disamping taman begitu putih dan tidak tersentuh manusia, sehingga sangat indah untuk dipandang. Permukaan tanah yang tertutup salju diantara pepohonan yang gundul dan cemara yang hijau memang cantik sekali.

Sebetulnya saya masih bisa tahan berlari, tapi saya tahu tubuh saya perlu penyesuaian diri sesudah sekian minggu tidak digunakan berolahraga yang intens, saya tidak mau memaksakan diri, beberapa kali saya berhenti berlari dan diganti dengan berjalan cepat. Kesempatan ini juga saya gunakan untuk mengambil foto.
Hari ini malam tahun baru imlek. Saya sejak kecil tidak mempunyai tradisi untuk merayakan. Buat saya malam tahun baru ini seperti hari yang biasa saja. Tidak ada yang spesial. Sambil berlari tiba-tiba ketika melewati sebuah rumah saya mencium bau rebung. Bau rebung sangat khas dan saya sangat hapal karena dulu menjelang perayaan-perayaan tertentu, terutama malam tahun baru imlek, walau kami tidak merayakan, ibu saya selalu menyempatkan untuk memasak sesuatu. Rebung dimasak dengan daging, udang kering dan kecap. Harumnya sangat khas, walau biasanya saya agak sulit menemukan daging karena kami keluarga sederhana, jadi dagingnya sangat sedikit. Saya sekarang mengerti mengapa ibu saya sedikit memaksakan diri memasak yang agak spesial, karena ibu saya tidak mau anak-anaknya merasa berbeda dan minder karena teman-teman yang lain berpesta, makan enak, semetara kami ya begitu-begitu saja. Saya sekarang merasa bersyukur bahwa ibu begitu mengerti perasaan kami.
Sambil membayangkan makanan tahun baru, saya tiba-tiba tersentak. Hari ini tanggal 21 Januari. Artinya hari ini adalah hari jadi mendiang ibu saya. Sambil terus berlari, saya memanjatkan doa. Saya menengadah ke langit ketika jalanan lengang dan bersih dan mulai berbicara serta mengucapkan selamat ulang tahun kepada ibu. Saya saat itu sungguh berharap ibu memandang saya yang sedang berlari dikelilingi keindahan musim dingin. Saya bertanya apakah ibu saat ini berbangga melihat anaknya sedang menikmati hari di antah berantah. Saya juga bercerita bahwa Kano sudah menyelesaikan pendidikan awalnya dan bersiap-siap untuk mengejar masa depannya, sedang mempertimbangkan pendidikan lanjutnya, dan beberapa hari lagi akan memulai pekerjaan baru di universitas. Saya berlari sambil "ngobrol" dengan ibu saya yang sudah di atas sana. Persis seperti ketika dulu kami sering ngobrol semalam suntuk. Saya juga menyapa mendiang kakak saya yang sudah mendahului puluhan tahun yang lalu.
Sangat menyenangkan berlari sambil ngobrol seperti itu. Kadang-kadang saya mengusap sudut mata saya karena obrolan kami begitu emosional. Tiba-tiba saya melihat ada seorang wanita yang juga berlari.Yaaaay... saya bukan satu-satunya yang gila! Ada orang lain yang juga berlari di suhu dingin ini. Walau dia terlihat jauh lebih siap dari saya karena menggunakan pakaian tebal, penutup kepala dan juga kaus tangan. Kami saling melambai dan mengucapkan selamat pagi. Sementara itu mulai banyak orang yang keluar mengajak anjing mereka berjalan-jalan. Rata-rata menggunakan jaket tebal dan penutup kepala. Ya hanya saya yang memakai kaus tipis dan baju seadanya tanpa penutup kepala. Jadi ingat cerita Asterix dan Obelix. Mereka selalu mengatakan,"Orang Romawi memang gila!" Hahaha.. Kali ini saya merasa diri ini gila karena nekat berlari dengan kondisi seperti ini. Tidak apa-apa, seru kok!
Hari ini sangat menyenangkan. Saya akan melakukannya lagi tapi dengan pakaian yang lebih baik. Saya juga senang dengan acara "ngobrol" hari ini. Lumayan tanpa terasa saya sudah membakar 836 kalori, berlari selama 57 menit sejauh 3,78 mile atau sekitar 6km. Ini sangat menyenangkan, kalau mengacu tulisan saya 2 hari lalu tentang "memulai itu sulit", ini merupakan respon yang positif. Saya akan mengulangnya, menambah targetnya dan terus melakukannya untuk menjadikan sebuah kebiasaan. Saya tidak segila orang Romawi, tapi hari ini memang melakukan hal yang gila.. tapi saya suka! Hahahaha..
Foto credit: Asterix & Obelix
wah pengalaman yang indah pak..
Hmmm, saya baru tau Joe ada turunan Romawinya juga... 😁. Nice post Joe !